Anak pengguna kursi roda dan orang tua memeriksa jalur akses serta perlengkapan evakuasi.
Rencana evakuasi yang aksesibel perlu menyesuaikan alat bantu, jalur, dan kebutuhan setiap anak.
Keamanan & Perlindungan Anak

Evakuasi Anak dengan Disabilitas: 7 Kebutuhan yang Perlu Dipersiapkan Keluarga

Anak dengan disabilitas mungkin membutuhkan dukungan khusus saat bencana. Susun rencana yang mempertimbangkan mobilitas, komunikasi, alat bantu, obat, pendamping, dan akses tempat aman.

Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda ketika menghadapi keadaan darurat. Anak yang menggunakan kursi roda, memiliki hambatan penglihatan atau pendengaran, membutuhkan obat rutin, atau memerlukan dukungan komunikasi mungkin membutuhkan rencana evakuasi yang lebih khusus. Rencana yang tidak mempertimbangkan kebutuhan tersebut dapat membuat anak kesulitan mengikuti arahan atau mencapai tempat aman.

Persiapan sebaiknya dibuat bersama anak sesuai kemampuan dan cara komunikasinya. Tujuannya bukan menempatkan anak sebagai masalah yang harus dipindahkan, melainkan memastikan dukungan, akses, dan pilihan yang diperlukan tersedia. Hindari menganggap semua anak dengan disabilitas memiliki kebutuhan yang sama.

7 kebutuhan yang perlu dipersiapkan keluarga

1. Jalur evakuasi yang dapat diakses

Periksa apakah jalur memiliki tangga, permukaan licin, pintu sempit, tanjakan, atau hambatan lain. Jika jalur utama tidak dapat digunakan, siapkan alternatif yang memungkinkan anak bergerak dengan aman. Periksa juga akses di sekolah, tempat terapi, rumah kerabat, dan lokasi kegiatan yang sering dikunjungi.

2. Pendamping yang memahami kebutuhan anak

Tentukan siapa yang akan membantu anak dan pastikan orang tersebut memahami cara memberi dukungan. Jika anak menggunakan alat bantu mobilitas, pendamping perlu mengetahui cara membantu sesuai arahan yang pernah diberikan. Jangan mengangkat atau memindahkan anak secara spontan dengan cara yang dapat melukai anak maupun pendamping.

3. Alat bantu dan perlengkapan khusus

Siapkan kebutuhan seperti kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, kacamata, perangkat komunikasi, atau perlengkapan lain yang digunakan anak. Periksa baterai dan bagian yang perlu dilindungi dari air atau benturan. Jangan meninggalkan alat bantu yang menjadi kebutuhan utama anak saat evakuasi.

4. Obat dan informasi kesehatan

Jika anak membutuhkan obat rutin, siapkan persediaan yang sesuai, informasi nama obat, aturan penggunaan berdasarkan resep, alergi, dan kontak tenaga kesehatan. Jangan mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa arahan profesional. Simpan informasi pada wadah yang mudah diakses oleh pendamping.

5. Cara komunikasi yang dapat dipahami

Anak dengan hambatan pendengaran, bicara, atau pemrosesan informasi mungkin membutuhkan instruksi visual, tulisan, bahasa isyarat, gambar, atau cara komunikasi lain. Pastikan pendamping dan petugas mengetahui cara yang paling efektif. Jangan menganggap anak memahami instruksi hanya karena ia mengangguk.

6. Tempat aman dan kebutuhan sensorik

Bencana dapat menghadirkan suara keras, kerumunan, cahaya, bau, atau perubahan lingkungan yang membuat sebagian anak kewalahan. Jika memungkinkan, siapkan alat bantu yang biasa digunakan anak untuk merasa lebih nyaman, seperti pelindung telinga atau benda penenang. Namun, jangan sampai perlengkapan tersebut menghambat evakuasi atau komunikasi keselamatan.

7. Pendamping cadangan

Tentukan orang kedua atau ketiga yang memahami kebutuhan anak jika pendamping utama tidak tersedia. Berikan informasi yang diperlukan dan lakukan latihan bersama. Jangan bergantung pada satu orang saja karena keadaan darurat dapat membuat anggota keluarga terpisah.

Susun rencana untuk beberapa lokasi

Anak tidak hanya berada di rumah. Ia mungkin sedang di sekolah, tempat penitipan, kegiatan ekstrakurikuler, kendaraan, atau rumah kerabat. Pastikan rencana mencakup lokasi tersebut. Bicarakan kebutuhan anak dengan sekolah atau pengelola kegiatan: siapa yang membantu, bagaimana alat bantu dibawa, di mana titik evakuasi, dan bagaimana keluarga dihubungi.

Libatkan anak sesuai kemampuan

Anak dapat belajar siapa pendampingnya, ke mana harus bergerak, alat apa yang penting, dan bagaimana meminta bantuan. Gunakan latihan yang sesuai kemampuan komunikasi serta perkembangan. Jika anak memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami instruksi, ulangi dengan cara yang dapat diakses. Jangan memaksakan simulasi yang menimbulkan tekanan berlebihan.

Bagaimana jika keluarga harus mengungsi?

Pastikan kebutuhan anak tidak tertinggal, termasuk obat, alat bantu, perlengkapan kebersihan, pakaian, dan benda yang mendukung kenyamanan. Ketika tiba di tempat pengungsian, sampaikan kebutuhan akses kepada petugas. Tanyakan fasilitas yang dapat digunakan, jalur ke toilet, tempat istirahat, dan bagaimana anak memperoleh bantuan bila harus berpindah.

Jika akses atau komunikasi belum memadai, sampaikan kebutuhan tersebut kepada pengelola lokasi dan petugas. Jangan menganggap anak harus menyesuaikan diri sendiri dengan fasilitas yang tidak dapat diakses.

Penutup

Evakuasi yang aman mempertimbangkan kemampuan serta kebutuhan setiap anggota keluarga. Kenali hambatan akses, siapkan pendamping, alat bantu, obat, komunikasi, dan jalur alternatif. Melibatkan anak sesuai kemampuannya membantu keluarga membangun rencana yang realistis serta menghormati martabatnya.

Buat kartu kebutuhan individual yang ringkas

Orang tua dapat menyiapkan satu lembar informasi yang memuat cara komunikasi anak, alat bantu yang digunakan, alergi penting, obat rutin, kebutuhan mobilitas, serta siapa yang perlu dihubungi. Berikan salinan kepada pendamping yang telah disepakati dan simpan satu salinan dalam tas siaga. Batasi informasi hanya pada hal yang relevan dan jaga kerahasiaannya.

Jika anak menggunakan kursi roda, alat bantu jalan, alat bantu dengar, atau perangkat komunikasi, rencanakan bagaimana alat tersebut dibawa dan diamankan. Jangan mengangkat atau memindahkan tubuh anak dengan cara yang belum dipahami pendamping. Mintalah pelatihan atau arahan dari tenaga profesional yang mengenal kebutuhan anak.

Koordinasikan rencana dengan sekolah dan petugas setempat

Sampaikan kebutuhan akses kepada sekolah, pengelola terapi, dan tempat kegiatan yang sering dikunjungi. Tanyakan apakah jalur evakuasi dapat digunakan, apakah ada petugas yang ditugaskan membantu, serta bagaimana informasi diberikan jika alarm atau pengumuman tidak dapat diakses anak.

Rencana perlu diuji melalui latihan yang tidak membahayakan. Setelah simulasi, tanyakan kepada anak bagian mana yang terasa sulit. Perbaiki jalur, instruksi, atau pembagian peran. Jangan menganggap rencana selesai hanya karena sudah dicetak; kebutuhan anak dan lingkungan dapat berubah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua anak dengan disabilitas membutuhkan pendamping yang sama? Tidak. Kebutuhan harus ditentukan berdasarkan kemampuan, preferensi, alat bantu, dan situasi masing-masing anak.

Bagaimana jika anak tidak dapat berbicara secara lisan? Siapkan metode komunikasi alternatif yang biasa digunakan anak, misalnya kartu gambar, perangkat komunikasi, isyarat, atau petunjuk visual.

Rancang bantuan tanpa mengurangi pilihan anak

Libatkan anak dalam menentukan cara pendampingan yang membuatnya nyaman. Sebagian anak ingin pendamping memberi instruksi lisan, sementara anak lain lebih terbantu dengan isyarat atau gambar. Tanyakan sebelum menyentuh kursi roda, alat bantu, atau tubuh anak. Saat latihan, beri waktu agar anak dapat memahami urutan dan menyampaikan bila ada bagian yang tidak aman.

Jika keluarga menggunakan alat bantu yang berat atau memerlukan daya listrik, rencanakan cara mengangkut, mengisi daya, serta melindunginya dari air dan benturan. Catat kebutuhan suku cadang atau baterai yang mungkin sulit diperoleh saat bencana. Koordinasikan rencana dengan petugas dan tempat evakuasi sebelum keadaan darurat terjadi.

Periksa kesiapan tempat pengungsian, bukan hanya jalur keluar

Rencana belum lengkap jika anak dapat keluar dari rumah tetapi tidak dapat menggunakan fasilitas di tempat pengungsian. Tanyakan apakah tersedia akses tanpa tangga atau jalur landai yang aman, toilet yang dapat digunakan, tempat istirahat, sumber listrik untuk perangkat bantu, dan area yang tidak terlalu bising bila anak membutuhkan dukungan sensorik. Kebutuhan ini sebaiknya disampaikan kepada pengelola sebelum bencana bila memungkinkan, bukan baru dicari ketika keluarga sudah berada di lokasi.

Siapkan ringkasan kebutuhan anak yang praktis untuk diberikan kepada petugas: cara berkomunikasi, bantuan mobilitas yang boleh diberikan, alergi penting, obat rutin, dan orang yang dapat dihubungi. Bagikan hanya informasi yang diperlukan untuk keselamatan. Jika anak dapat menyampaikan pilihannya, libatkan ia dalam menentukan cara bantuan diberikan. Tanyakan sebelum mendorong kursi roda atau menyentuh alat bantu karena perangkat tersebut merupakan bagian dari ruang gerak dan kemandiriannya.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.