Orang tua mencuci tangan anak dengan air mengalir dan sabun sementara hewan peliharaan berada jauh.
Mencuci luka dengan air mengalir dan sabun merupakan langkah awal setelah gigitan atau cakaran hewan.
Keamanan & Perlindungan Anak

Anak Digigit atau Dicakar Hewan: Apa yang Harus Dilakukan dan Kapan Perlu ke Dokter?

Gigitan dan cakaran hewan dapat menyebabkan infeksi serta risiko rabies. Kenali pertolongan pertama dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit serta kapan anak perlu diperiksa.

Anak dapat digigit atau dicakar ketika bermain dengan kucing, anjing, monyet, atau hewan lain. Sebagian luka tampak kecil, tetapi risiko tidak selalu dapat dinilai dari ukuran luka di permukaan kulit. Gigitan dan cakaran dapat menyebabkan infeksi. Jika hewan berpotensi membawa rabies, anak juga memerlukan penilaian segera untuk menentukan kebutuhan vaksin dan penanganan tambahan.

Rabies adalah penyakit akibat virus yang menyerang sistem saraf. Virus dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada kulit yang terluka maupun selaput lendir mata dan mulut. Jika anak mengalami paparan yang dicurigai, jangan menunggu hewan menunjukkan gejala.

5 langkah awal ketika anak digigit atau dicakar

1. Jauhkan anak dari hewan

Pindahkan anak ke tempat aman. Jangan mencoba menangkap atau memegang hewan yang agresif, liar, atau menunjukkan perilaku tidak biasa. Jika hewan masih berada di sekitar lokasi, minta bantuan orang dewasa atau petugas yang berwenang.

2. Cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit

Kementerian Kesehatan menganjurkan pencucian luka gigitan atau cakaran hewan penular rabies menggunakan sabun atau deterjen dan air mengalir selama sekitar 15 menit, sesegera mungkin. Bersihkan area luka dengan baik. Jangan menggosok terlalu keras hingga memperparah jaringan yang terluka. Langkah ini penting, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis.

3. Hentikan perdarahan bila ada

Jika luka berdarah, tekan perlahan dengan kain bersih atau kasa untuk membantu menghentikannya. Jika perdarahan banyak atau tidak berhenti, segera cari pertolongan darurat. Jangan menunda perjalanan ke fasilitas kesehatan hanya untuk menyelesaikan perawatan di rumah.

4. Hindari mengoleskan bahan yang tidak jelas

Setelah pencucian, antiseptik dapat digunakan sesuai panduan layanan kesehatan. Hindari mengoleskan tanah, kopi, minyak, ramuan, atau bahan lain yang tidak diketahui ke dalam luka. Jangan menutup luka terlalu ketat tanpa mengetahui kondisi cederanya.

5. Segera bawa anak ke Puskesmas atau rumah sakit

Jangan menunggu hewan tampak sakit atau menunggu luka membengkak. Tenaga kesehatan akan menilai jenis paparan, lokasi luka, kondisi hewan jika diketahui, serta riwayat vaksinasi untuk menentukan apakah anak memerlukan vaksin antirabies atau serum antirabies sesuai indikasi.

Kapan anak perlu segera diperiksa?

Semua gigitan atau cakaran yang merusak kulit sebaiknya dinilai tenaga kesehatan, terutama jika hewan tidak diketahui status kesehatannya atau wilayah memiliki risiko rabies. Pemeriksaan sangat penting jika luka berada di wajah, kepala, leher, tangan, atau jari; luka dalam atau banyak; air liur mengenai luka terbuka atau mata; atau anak mengalami nyeri yang memburuk, bengkak, kemerahan, nanah, atau demam.

Jika anak mengalami perdarahan berat, penurunan kesadaran, atau luka serius, cari pertolongan darurat. Jangan menjadikan daftar gejala sebagai alasan menunda pemeriksaan karena rabies perlu dicegah sebelum gejala muncul.

Mengapa vaksin antirabies mungkin diperlukan?

Vaksin antirabies diberikan untuk membantu tubuh membentuk perlindungan setelah paparan yang berisiko. Pada kondisi tertentu, tenaga kesehatan juga dapat mempertimbangkan serum antirabies untuk perlindungan tambahan. Keputusan bergantung pada kategori paparan, lokasi dan jenis luka, kondisi hewan, serta riwayat vaksinasi. Orang tua tidak sebaiknya menentukan sendiri apakah anak membutuhkan vaksin atau tidak.

Bagaimana jika hewan peliharaan yang menggigit?

Hewan peliharaan yang dikenal keluarga tetap perlu dinilai berdasarkan riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan situasi kejadiannya. Sampaikan informasi tentang hewan kepada tenaga kesehatan. Jika hewan dapat diamati, ikuti petunjuk petugas kesehatan hewan atau dinas yang membidangi kesehatan hewan di daerah. Jangan menangkap hewan agresif tanpa bantuan yang tepat.

Mencegah gigitan dan cakaran di rumah

  • Jangan mengganggu hewan ketika makan, tidur, atau sedang merawat anaknya.
  • Jangan menarik ekor, telinga, atau bagian tubuh hewan.
  • Jangan memaksa memeluk hewan yang berusaha menjauh.
  • Jangan mendekati hewan liar atau hewan yang tidak dikenal.
  • Minta pendampingan orang dewasa ketika anak berinteraksi dengan hewan.

Hewan peliharaan perlu mendapat perawatan dan vaksinasi sesuai anjuran dokter hewan serta ketentuan setempat. Ajarkan anak membaca tanda hewan ingin menjauh, misalnya menggeram, menyembunyikan diri, atau menunjukkan perilaku defensif.

Penutup

Gigitan atau cakaran hewan pada anak membutuhkan perhatian meskipun lukanya tampak kecil. Cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk penilaian risiko dan kebutuhan penanganan. Jangan menunggu gejala muncul atau menunggu hewan terlihat sakit.

Apakah semua sentuhan hewan menimbulkan risiko rabies?

Tidak semua kontak dengan hewan merupakan paparan rabies. Menyentuh atau memberi makan hewan, atau jilatan pada kulit yang benar-benar utuh, berbeda dari gigitan, cakaran yang merusak kulit, atau air liur yang mengenai luka terbuka dan selaput lendir. Namun, orang tua tidak perlu menentukan kategori paparan sendiri ketika ragu. Cuci area yang terkena dan minta penilaian tenaga kesehatan.

Status vaksinasi hewan, jenis hewan, perilaku, lokasi kejadian, dan epidemiologi rabies di wilayah tersebut perlu dipertimbangkan. Hewan yang tampak sehat saat kejadian tidak selalu cukup untuk menyimpulkan tidak ada risiko. Ikuti arahan puskesmas, rumah sakit, dan dinas yang menangani kesehatan hewan mengenai observasi hewan serta pencegahan lanjutan.

Mengapa vaksinasi tidak boleh ditunda karena luka tampak kecil?

Vaksin antirabies diberikan sesuai penilaian paparan untuk membantu mencegah virus berkembang menjadi penyakit. Pada paparan tertentu, tenaga kesehatan juga dapat mempertimbangkan serum atau imunoglobulin antirabies. Jenis, jumlah, dan jadwal tindakan bergantung pada kategori paparan serta riwayat vaksinasi. Jangan menghentikan rangkaian vaksin sendiri setelah luka mengering atau hewan terlihat baik tanpa arahan tenaga kesehatan.

Jika anak memiliki alergi, riwayat penyakit, atau sedang menjalani pengobatan, sampaikan informasi tersebut saat pemeriksaan. Catat tanggal kunjungan dan jadwal dosis berikutnya agar tidak terlewat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cakaran tanpa darah tetap perlu dinilai? Ya, terutama jika kulit tergores atau lecet. Cuci luka segera dan minta tenaga kesehatan menilai risiko rabies.

Apakah vaksin hewan peliharaan berarti anak tidak perlu diperiksa? Tidak otomatis. Berikan informasi vaksinasi hewan kepada petugas, tetapi biarkan tenaga kesehatan menentukan penanganan anak.

Catat informasi hewan tanpa mencoba menangkapnya sendiri

Jika aman dari jarak jauh, catat jenis hewan, lokasi, ciri yang terlihat, dan apakah hewan peliharaan atau liar. Jangan mendekati hewan untuk memotret, menangkap, atau memeriksa mulutnya. Sampaikan informasi tersebut kepada petugas kesehatan dan petugas kesehatan hewan. Mereka dapat menjelaskan apakah hewan perlu diamati dan bagaimana prosesnya dilakukan dengan aman.

Jika anak digigit di area kepala, wajah, leher, tangan, atau luka cukup dalam, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda. Selain rabies, tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan risiko infeksi bakteri, kerusakan jaringan, dan kebutuhan penanganan luka lain. Jangan memberikan antibiotik atau vaksin sendiri tanpa pemeriksaan.

Perawatan lanjutan setelah pemeriksaan

Jika tenaga kesehatan memberikan jadwal vaksin atau perawatan lanjutan, catat tanggal dan lokasi kunjungan berikutnya. Jangan menghentikan rangkaian vaksinasi hanya karena luka sudah mengering atau hewan terlihat sehat, kecuali tenaga kesehatan menyatakan perubahan jadwal. Tanyakan juga tanda infeksi luka yang perlu dipantau dan cara menjaga area tetap bersih.

Jika anak takut melihat hewan setelah kejadian, jangan memaksanya langsung mendekat atau menyentuh hewan lain. Beri waktu dan jelaskan bahwa ia dapat belajar berinteraksi dengan hewan secara aman bersama orang dewasa. Tujuan pencegahan bukan membuat anak takut pada semua hewan, melainkan memahami batas dan cara meminta bantuan.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.