Anak dan orang tua memilih beberapa jajanan pasar di etalase tertutup milik pedagang
Jajanan pasar dapat menjadi pilihan selingan, tetapi kebersihan proses dan kesesuaian bahan tetap perlu diperiksa.
Gizi & Kebiasaan Makan

7 Jenis Jajanan Pasar yang Bisa Dipertimbangkan untuk Anak SD: Cara Menilai Kebersihan dan Gizinya

Jajanan pasar dapat menjadi bagian dari variasi makanan anak jika dipilih dan disajikan dengan aman. Kenali tujuh contoh, perhatikan porsi, bahan, kebersihan, dan cara penyimpanannya.

Jajanan pasar bukan otomatis lebih sehat atau lebih aman

Jajanan pasar sering mengingatkan orang tua pada makanan sederhana yang dibuat dari bahan lokal. Ada ubi, pisang, jagung, kue kukus, lemper, atau jajanan berbahan tepung dan kelapa. Sebagian pilihan dapat memberi variasi karbohidrat, serat, atau protein, tetapi kandungan setiap makanan berbeda. Cara membuat, ukuran porsi, tambahan gula, santan, garam, minyak, dan cara penyimpanan juga memengaruhi kesesuaiannya untuk anak. Karena itu, tidak tepat menyebut seluruh jajanan pasar lebih sehat dibanding makanan kemasan.

Keamanan juga tidak ditentukan oleh apakah makanan dibuat tradisional atau pabrikan. Jajanan yang baru dimasak dapat tetap berisiko bila dibiarkan terbuka, disentuh dengan alat kotor, atau disimpan terlalu lama dalam kondisi yang tidak tepat. Sebaliknya, produk kemasan yang berlabel jelas dan disimpan sesuai petunjuk dapat menjadi pilihan praktis. Orang tua perlu melihat makanan dan proses penjualannya, bukan hanya nama atau kesan tradisionalnya.

Tujuh contoh jajanan yang bisa dipertimbangkan

1. Ubi kukus atau ubi rebus

Ubi dapat menjadi sumber karbohidrat dan serat. Pilih yang matang, teksturnya sesuai kemampuan mengunyah anak, dan tidak dibiarkan lama dalam wadah terbuka. Ubi tidak perlu ditambah gula untuk dinikmati. Jika disajikan dengan kelapa parut, pastikan kelapa disimpan dan ditangani dengan baik karena bahan segar juga dapat rusak bila berada terlalu lama pada suhu ruang.

2. Pisang kukus atau pisang rebus

Pisang memberikan karbohidrat dan beberapa zat gizi, serta teksturnya relatif mudah dimakan ketika matang. Periksa apakah pisang masih dalam kondisi baik dan tidak berlendir atau berbau fermentasi yang tidak wajar. Untuk anak yang lebih kecil, potong sesuai kemampuan makan dan awasi saat mengunyah. Pisang kukus sederhana dapat menjadi pilihan ketika keluarga ingin mengurangi tambahan gula.

3. Jagung rebus

Jagung menyediakan karbohidrat dan serat. Pilih jagung yang matang sempurna, disajikan hangat atau disimpan secara tepat, dan tidak terpapar debu. Jagung tongkol perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Anak yang belum mahir mengunyah dapat dibantu dengan memisahkan bijinya dan memastikan tidak ada bagian keras yang mengganggu.

4. Singkong kukus atau rebus

Singkong merupakan sumber karbohidrat dan dapat menjadi pilihan selingan bila diolah dengan benar. Singkong harus dimasak matang dan tidak disajikan mentah. Orang tua perlu memilih produk dari penjual yang memahami pengolahan bahan tersebut. Tekstur singkong yang padat juga perlu disesuaikan dengan kemampuan anak mengunyah dan menelan.

5. Kue lapis atau kue kukus sederhana

Kue tradisional berbahan tepung dapat dinikmati sebagai camilan, tetapi kandungan gula dan santan bisa berbeda antarpenjual. Ukuran potongan kecil membantu keluarga mengatur porsi. Pilih kue yang tertutup, tidak berlendir, tidak berbau asam yang tidak wajar, dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu yang tidak sesuai. Kue seperti ini tidak menggantikan kebutuhan protein, sayur, atau buah dalam makanan utama.

6. Lemper atau arem-arem

Lemper dan arem-arem dapat mengandung nasi atau ketan serta isian seperti ayam atau sayuran. Isian memberi variasi, tetapi makanan yang mengandung nasi dan protein mudah rusak bila disimpan terlalu lama pada suhu ruang. Pilih yang baru dibuat atau disimpan dengan benar, dibungkus bersih, dan tidak terpapar panas berlebihan. Jika dibeli untuk bekal, perhatikan waktu sampai anak memakannya.

7. Kacang rebus

Kacang rebus dapat menyumbang protein nabati dan serat, tetapi harus diperhatikan risiko alergi serta kemampuan mengunyah. Kacang utuh bukan pilihan yang sesuai untuk semua usia, khususnya anak kecil yang masih berisiko tersedak. Untuk anak SD yang sudah mampu mengunyah dengan baik, berikan dalam porsi sesuai dan pastikan direbus matang serta disimpan dengan aman.

Bagaimana menilai jajanan di lapak pasar?

Lihat apakah makanan diletakkan dalam etalase tertutup atau terlindung dari debu dan serangga. Perhatikan apakah penjual menggunakan penjepit, sendok, atau sarung tangan bersih dan tidak memakai alat yang sama untuk memegang uang lalu mengambil makanan. Amati kondisi air, tempat sampah, meja, dan bahan mentah. Ini bukan pemeriksaan laboratorium, tetapi dapat membantu orang tua menghindari kondisi yang jelas tidak higienis. Jika tidak yakin, pilih penjual lain atau makanan yang baru matang dan disajikan dengan alat bersih.

Hindari mengandalkan warna, aroma, atau rasa sebagai satu-satunya tanda keamanan. Beberapa kontaminan tidak selalu mengubah tampilan makanan. Jangan meminta anak mencicipi untuk mengecek apakah makanan masih baik. Jika makanan berbau aneh, berlendir, berubah tekstur secara tidak wajar, atau penyimpanannya meragukan, jangan berikan. Untuk produk dengan kemasan, periksa kondisi kemasan dan tanggal sesuai jenis label.

Porsi dan frekuensi tetap perlu diperhatikan

Jajanan pasar dapat menjadi selingan, bukan pengganti semua makan utama. Pilih ukuran sesuai kebutuhan dan rasa lapar anak. Tidak semua jajanan perlu dimakan dalam satu kali duduk hanya karena sudah dibeli. Jika anak lebih suka satu jenis kue, keluarga dapat menawarkan variasi lain pada hari berbeda. Hindari melabeli makanan sebagai 'jahat' atau membuat anak merasa bersalah karena menyukainya. Jelaskan bahwa beberapa makanan lebih cocok dimakan sesekali dan perlu diseimbangkan dengan pilihan lain.

Untuk memahami kriteria keamanan dan nilai gizi makanan yang dibeli di sekitar sekolah, orang tua dapat membaca panduan jajanan sekolah. Artikel ciri kantin sehat membahas kondisi tempat jual, sedangkan panduan gizi seimbang anak membantu orang tua melihat camilan sebagai bagian dari keseluruhan pola makan.

Sesuaikan dengan kebutuhan khusus anak

Anak dengan alergi makanan, intoleransi, diabetes, gangguan menelan, atau masalah pertumbuhan mungkin membutuhkan pertimbangan yang lebih khusus. Tanyakan bahan pada penjual bila memungkinkan, tetapi ingat bahwa jajanan tanpa label mungkin tidak dapat memastikan seluruh komposisinya atau risiko kontaminasi silang. Jika bahan tidak dapat dipastikan dan ada risiko alergi serius, pilih makanan lain yang telah disepakati bersama tenaga kesehatan.

Jajanan pasar dapat memperkenalkan anak pada ragam makanan lokal dan menjadi pengalaman budaya keluarga. Namun, pilihan terbaik tetap yang sesuai kebutuhan, disiapkan dengan aman, dan dinikmati dalam porsi yang wajar. Ajak anak mengenali bahan, memperhatikan kebersihan, dan memilih bersama. Dengan begitu, ia belajar menghargai makanan tradisional tanpa menganggap semua jajanan tradisional otomatis sehat atau bebas risiko.

Perhatikan waktu pembelian dan jarak sampai makanan dimakan

Jajanan yang dibeli pagi hari tetapi baru dimakan saat sore perlu dipilih dengan sangat hati-hati. Makanan dengan isian basah, santan, telur, daging, atau nasi memiliki kebutuhan penyimpanan yang berbeda dari makanan kering. Jika penjual tidak menyediakan cara simpan yang sesuai, jangan membeli untuk disimpan lama di tas sekolah. Pilih makanan yang dapat segera dikonsumsi atau bekal yang disimpan dengan benar.

Bila keluarga membawa jajanan pasar untuk perjalanan, gunakan wadah bersih dan jangan membiarkan makanan terpapar panas dalam waktu lama. Jika makanan perlu didinginkan, gunakan sarana yang sesuai. Jangan menganggap makanan tradisional tahan lama hanya karena dibuat setiap hari. Masa simpan dipengaruhi bahan, proses, suhu, kadar air, dan kebersihan.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.