Tidur membantu anak memulihkan energi dan mendukung proses belajar serta kesejahteraan. Anak usia sekolah dapat tidur lebih larut ketika kegiatan bertambah atau penggunaan layar tidak teratur. Rutinitas yang konsisten membantu tubuh mengenali waktu untuk beristirahat.
Tentukan waktu tidur dan bangun yang realistis
Sesuaikan jadwal dengan jam sekolah, kebutuhan tidur anak, dan rutinitas keluarga. Usahakan waktu bangun relatif konsisten, termasuk akhir pekan, tanpa membuat perubahan mendadak yang sulit dipertahankan.
Kebutuhan tidur berbeda menurut usia dan individu. Gunakan rekomendasi kesehatan anak sebagai panduan, lalu perhatikan kondisi anak pada siang hari, bukan hanya jam tidur di malam hari.
Bangun urutan sebelum tidur yang menenangkan
Kegiatan seperti mandi, membaca, menyiapkan tas, dan meredupkan lampu dapat menjadi penanda bahwa hari akan berakhir. Pilih urutan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten.
Hindari percakapan atau aktivitas yang terlalu merangsang tepat sebelum tidur bila membuat anak sulit tenang. Jika ada kekhawatiran, sediakan waktu lebih awal untuk membahasnya. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan WHO tentang tidur dan perilaku sedentari pada anak usia dini.
Atur penggunaan layar menjelang tidur
Buat kesepakatan kapan perangkat disimpan dan di mana perangkat mengisi daya. Hindari penggunaan layar di tempat tidur bila mengganggu rutinitas atau membuat anak terus terjaga.
Orang tua juga perlu memberi contoh kebiasaan digital yang seimbang. Aturan lebih mudah dipahami ketika berlaku secara wajar bagi seluruh anggota keluarga. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke rutinitas tidur yang konsisten dan peran ayah di rumah.
Perhatikan tanda masalah tidur
Kesulitan tidur berkepanjangan, mendengkur keras, henti napas yang dicurigai, kantuk berat di siang hari, atau perubahan perilaku dapat memerlukan konsultasi. Jangan menganggap semua masalah tidur selesai dengan memajukan jam tidur.
Catat pola tidur dan gejala yang terlihat untuk dibahas dengan tenaga kesehatan. Jangan memberi obat tidur atau suplemen kepada anak tanpa arahan profesional. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang rutinitas dan dukungan anak.
Contoh dalam keseharian
Anak sering menunda tidur karena ingin menyelesaikan video. Keluarga membuat aturan perangkat disimpan sebelum rutinitas malam, lalu membaca buku bersama. Setelah beberapa minggu, mereka meninjau apakah anak lebih mudah bangun dan siap sekolah.
Hal yang perlu diingat
Rutinitas tidur yang konsisten membantu anak mempersiapkan istirahat. Bangun urutan sederhana, atur layar, dan perhatikan gejala yang tidak biasa. Konsultasikan masalah tidur yang menetap kepada tenaga kesehatan.










