Di rumah dengan beberapa anak, peralatan makan kadang tertukar. Anak saling mencicipi sendok, minum dari gelas yang sama, atau mengambil sikat gigi saudara karena bentuk dan warnanya mirip. Kebiasaan seperti ini sering dianggap hal kecil, apalagi jika anak tinggal serumah. Namun, ada alasan kesehatan untuk membedakan alat pribadi, terutama sikat gigi.
Sikat gigi harus digunakan oleh satu orang saja. Selama menyikat, bulu sikat bersentuhan dengan plak, saliva, dan kadang darah dari gusi. Memakai sikat yang sama dapat memindahkan mikroorganisme dan cairan tubuh. Peralatan makan juga dapat membawa saliva bila digunakan bergantian, tetapi hal itu tidak berarti satu kali berbagi sendok pasti membuat saudara mengalami karies. Karies merupakan penyakit multifaktorial yang melibatkan bakteri, gula, waktu, kondisi gigi, saliva, dan kebiasaan perawatan.
Mengapa sikat gigi pribadi harus dipisahkan?
Sikat gigi bersentuhan langsung dengan jaringan mulut dan dapat menahan sisa pasta gigi, saliva, serta mikroorganisme. Jika digunakan oleh lebih dari satu orang, risiko pertukaran mikroorganisme meningkat. Risiko menjadi lebih penting bila salah satu anak sedang sakit, memiliki luka pada mulut, atau gusi berdarah. Karena itu, setiap anggota keluarga perlu memiliki sikat sendiri, dengan warna atau penanda yang mudah dibedakan.
Setelah digunakan, bilas sikat dengan air, kibaskan sisa air, dan simpan tegak agar dapat mengering. Hindari menyimpan beberapa kepala sikat saling menempel. Jangan berbagi penutup kepala sikat yang lembap dalam waktu lama. Ganti sikat sesuai kondisi bulu dan rekomendasi produsen atau tenaga kesehatan; sikat yang bulunya mekar tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya.
Bagaimana dengan sendok, garpu, gelas, atau sedotan?
Berbagi alat makan dapat memindahkan saliva. Sejumlah penelitian meneliti perpindahan bakteri mulut, termasuk bakteri yang berhubungan dengan karies, di antara anggota keluarga. Namun, bukti tersebut tidak boleh disederhanakan menjadi klaim bahwa berbagi sendok secara langsung menyebabkan gigi berlubang. Anak dapat memiliki bakteri terkait karies dan tetap tidak mengalami penyakit bila faktor perlindungan terjaga; sebaliknya, karies juga dipengaruhi frekuensi gula, plak, fluoride, dan kondisi gigi.
Praktik rumah tangga yang masuk akal adalah menggunakan alat makan masing-masing, tidak saling memasukkan sendok ke mulut, tidak meniup makanan dengan mulut langsung, dan tidak membersihkan dot dengan mulut orang dewasa. Selain menjaga kebersihan, kebiasaan ini mudah diajarkan sebagai etika makan. Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, hindari berbagi alat makan dan ikuti anjuran kesehatan sesuai penyakitnya.
Jangan membuat anak takut kepada saudara sendiri
Tujuan aturan ini bukan membuat anak merasa bahwa saudaranya berbahaya atau kotor. Jelaskan bahwa setiap orang memiliki sikat gigi sendiri, seperti setiap orang memiliki handuk sendiri. Anak tetap boleh bermain, makan bersama, dan berdekatan dengan saudara. Hanya alat yang bersentuhan dengan mulut yang perlu dijaga agar tidak tertukar.
Jika anak tidak sengaja memakai gelas atau sendok saudaranya, jangan memarahi atau menakut-nakuti. Cuci alat tersebut sebelum dipakai kembali dan ajarkan cara membedakan perlengkapan. Untuk sikat gigi yang tertukar, sebaiknya ganti dengan sikat baru untuk anak yang membutuhkan dan pisahkan sikat lama; tanyakan kepada dokter bila ada kondisi kesehatan yang membuat paparan lebih berisiko.
Sistem sederhana agar sikat tidak tertukar
- Pilih warna atau tanda berbeda untuk setiap anggota keluarga.
- Simpan sikat pada tempat terpisah dengan kepala tidak saling bersentuhan.
- Tulis nama anak pada gagang bila warna masih sering tertukar.
- Ajarkan anak mengembalikan sikat ke tempatnya setelah digunakan.
- Jangan menyimpan sikat di tempat yang mudah dijangkau balita tanpa pengawasan.
Peralatan makan dapat diberi tempat yang jelas pada meja. Untuk keluarga yang menggunakan alat makan bersama saat menyajikan makanan, sediakan sendok saji terpisah agar setiap orang tidak menggunakan sendok pribadinya untuk mengambil makanan dari wadah utama. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi kontaminasi makanan secara umum.
Bagaimana jika ada anak yang sedang sakit?
Jika salah satu anak mengalami flu, infeksi saluran napas, sariawan yang menular, atau kondisi infeksi lain, keluarga perlu lebih teliti dalam menjaga alat pribadi dan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan. Jangan menggunakan sikat gigi bersama. Bersihkan peralatan makan dengan cara pencucian normal yang sesuai bahan. Tidak perlu membuang semua alat makan setelah satu kali digunakan bersama, kecuali ada instruksi khusus terkait penyakit tertentu.
Orang tua juga perlu menghindari klaim yang menimbulkan stigma, seperti menyebut anak dengan karies sebagai sumber penularan yang harus dijauhi. Karies tidak bekerja seperti penularan penyakit akut. Ajarkan kebersihan dengan penjelasan yang seimbang agar anak memahami alasannya tanpa merasa bersalah.
Menjaga sikat gigi pribadi dan membiasakan alat makan masing-masing adalah langkah higienis yang sederhana. Penelitian tentang perpindahan mikroorganisme membantu menjelaskan mengapa saliva perlu diperhatikan, tetapi tidak boleh mengaburkan fakta bahwa karies dipengaruhi banyak faktor. Keluarga dapat menerapkan aturan ini dengan tenang dan tetap menjaga suasana makan bersama yang hangat.
Rujukan: ADA — Toothbrushes; PubMed — Research on Oral Bacterial Transmission; CDC — About Cavities.
Jangan berbagi sikat gigi meskipun saudara kandung
Sikat gigi dapat menyimpan sisa saliva, darah mikroskopis, dan mikroorganisme setelah digunakan. Berbagi sikat berpotensi memindahkan mikroorganisme dan bukan praktik kebersihan yang baik. Setiap anggota keluarga perlu memiliki sikat sendiri, diberi tanda yang jelas, disimpan dengan kepala sikat tidak saling bersentuhan, dan dibiarkan mengering. Ganti sikat sesuai kondisi bulu dan rekomendasi dokter atau produsen, terutama setelah bulunya mekar atau rusak.
Ajarkan anak bahwa sikat gigi adalah barang pribadi seperti handuk. Jangan menggunakan sikat orang tua untuk keadaan darurat atau membersihkan sikat anak dengan cara yang tidak higienis. Jika lupa membawa sikat saat bepergian, lebih baik mencari sikat baru atau menunggu sampai dapat membersihkan dengan benar daripada bertukar sikat.
Bagaimana dengan berbagi sendok atau gelas?
Air liur dapat memindahkan mikroorganisme antarmanusia, tetapi karies tidak menular seperti satu penyakit sederhana yang pasti terjadi setelah berbagi sendok. Karies merupakan kondisi multifaktor yang melibatkan biofilm, gula, gigi, saliva, dan waktu. Tidak perlu menimbulkan ketakutan atau menjauhkan saudara dari satu sama lain. Biasakan tidak berbagi alat makan ketika sedang sakit, jaga kebersihan alat makan, dan hindari kebiasaan memasukkan sendok yang sudah digunakan ke mulut orang lain.
Fokus pencegahan tetap pada rutinitas menyikat dengan fluoride, pengaturan frekuensi gula, dan pemeriksaan gigi. Anak yang memiliki karies tidak boleh dipermalukan atau dianggap menjadi sumber bahaya bagi saudara kandungnya. Perawatan dan kebiasaan keluarga yang baik lebih penting daripada menyalahkan satu anak.
Perhatikan kebersihan sikat setelah digunakan
Bilas sikat dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pasta dan kotoran yang terlihat. Simpan tegak di tempat yang memungkinkan kepala sikat mengering. Hindari menutup kepala sikat dalam wadah lembap sepanjang hari, dan jangan biarkan beberapa kepala sikat saling menempel. Jika satu anak sedang mengalami infeksi mulut atau sakit, tanyakan kepada dokter apakah ada langkah kebersihan tambahan yang diperlukan.
Ajarkan anak membedakan warna atau nama pada gagang sikat masing-masing. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah tertukar, terutama ketika beberapa anak berbagi kamar mandi atau bepergian bersama. Sikat yang jatuh ke lantai atau digunakan orang lain sebaiknya tidak dianggap bersih hanya karena dibilas sekilas.










