Orang tua membantu anak membersihkan sela gigi menggunakan floss holder di depan cermin
Alat pembersih sela gigi perlu dipilih sesuai jarak gigi dan digunakan tanpa tekanan berlebihan.
Kesehatan & Perawatan Anak

Cara Membersihkan Sisa Makanan di Sela Gigi Anak yang Susunannya Rapat

Sela gigi yang rapat dapat menahan sisa makanan dan plak. Gunakan floss atau alat interdental yang sesuai, hindari benda tajam, dan minta dokter menunjukkan teknik yang benar.

Setelah makan daging, sayuran berserat, atau makanan yang mudah terselip, anak mungkin merasa ada sesuatu di antara giginya. Pada anak dengan susunan gigi rapat, sisa makanan lebih sulit keluar hanya dengan berkumur. Orang tua kadang spontan mengambil tusuk gigi atau benda kecil untuk mengeluarkannya. Padahal, cara tersebut dapat melukai gusi atau mendorong sisa makanan semakin masuk.

Membersihkan sela gigi memerlukan alat yang sesuai dengan ruang antar gigi. Dental floss dapat membantu ketika dua gigi saling bersentuhan rapat, sedangkan sikat interdental kecil mungkin cocok untuk ruang yang lebih lebar atau area tertentu, termasuk di sekitar alat ortodonti. Tidak semua anak membutuhkan alat yang sama. Dokter gigi dapat memeriksa susunan gigi dan menunjukkan cara yang aman.

Kenali apakah yang terselip hanya makanan atau ada masalah lain

Jika anak merasa ada makanan tersangkut setelah makan dan rasa tidak nyaman hilang setelah sela dibersihkan dengan lembut, mungkin penyebabnya memang sisa makanan. Namun, bila area yang sama sering terasa nyeri, gusi mudah berdarah, ada bau tidak sedap, atau anak terus menghindari mengunyah di satu sisi, perlu pemeriksaan. Karies di sela gigi bisa sulit dilihat dari luar dan kadang menimbulkan gejala serupa.

Jangan mencoba memastikan dengan mengorek memakai kuku atau benda runcing. Bila makanan tidak mudah keluar, hentikan upaya dan minta arahan dokter gigi. Pemeriksaan dapat menentukan apakah ada karies, kontak gigi yang tidak biasa, masalah gusi, atau hanya sisa makanan sementara.

Pilih alat berdasarkan kondisi sela gigi

Benang gigi dirancang untuk melewati area kontak secara perlahan dan membersihkan sisi gigi. Untuk anak, floss holder dapat memudahkan orang tua memegang alat, tetapi ukurannya dan bentuknya perlu sesuai. Sikat interdental memiliki kawat atau inti dengan bulu kecil; alat ini hanya digunakan bila ukurannya cocok dan tidak perlu dipaksa ke sela yang sempit. Dokter dapat menunjukkan ukuran yang tepat.

Hindari tusuk gigi kayu yang tajam, jarum, klip kertas, atau benda rumah tangga lain. Jangan gunakan benang jahit. Benda tersebut tidak dirancang untuk membersihkan mulut dan dapat melukai gusi. Water flosser juga tidak otomatis cocok untuk semua anak; minta petunjuk tenaga kesehatan tentang usia, tekanan, dan teknik sebelum menggunakannya.

Langkah aman saat ada makanan terselip

  1. Minta anak berkumur perlahan dengan air putih untuk membantu melepaskan sisa makanan yang longgar.
  2. Jika masih terselip dan anak mampu bekerja sama, gunakan floss sesuai teknik yang sudah diajarkan dokter.
  3. Masukkan benang tanpa hentakan, lalu gerakkan lembut mengikuti sisi gigi.
  4. Berhenti bila anak merasa sakit, gusi terluka, atau benang tidak dapat lewat.
  5. Jika sisa tetap tertahan atau area sering bermasalah, hubungi dokter gigi.

Orang tua sebaiknya memegang kendali pada anak yang belum cukup terampil. Anak yang lebih besar dapat belajar secara bertahap dengan pengawasan. Jangan menjadikan keberhasilan mengeluarkan makanan sebagai perlombaan atau tugas yang harus selesai dengan cara apa pun.

Mengapa sela gigi perlu dibersihkan setiap hari?

Sisa makanan yang tampak bukan satu-satunya hal yang harus dibersihkan. Plak adalah lapisan biofilm yang terbentuk setiap hari dan dapat menempel di permukaan gigi, termasuk area yang bersentuhan. Floss atau alat interdental membantu membersihkan permukaan yang sulit dijangkau sikat. American Dental Association merekomendasikan pembersihan sela gigi setiap hari sebagai pelengkap menyikat dua kali sehari.

Jika gigi anak sangat rapat, dokter dapat menjelaskan apakah floss dibutuhkan pada semua sela atau area tertentu. Anak yang memakai behel mungkin memiliki kebutuhan alat tambahan. Jangan membeli banyak alat tanpa memahami cara penggunaannya; alat yang salah ukuran dapat merusak jaringan gusi atau membuat anak enggan melanjutkan.

Ketika makanan selalu terselip di tempat yang sama

Keluhan berulang pada satu sela bisa berkaitan dengan bentuk kontak gigi, posisi gigi, karies, tambalan yang tidak rata, atau perubahan gusi. Dokter gigi mungkin perlu memeriksa permukaan dan gigitan. Jangan menganggap anak hanya kurang teliti membersihkan. Jika ada masalah struktur, menambah frekuensi mengorek tidak akan menyelesaikannya.

Sementara menunggu pemeriksaan, pilih makanan yang mudah dikunyah dan tidak memaksa anak menggunakan area yang sakit. Tetap jaga kebersihan mulut dengan lembut. Bila ada pembengkakan, nanah, demam, atau nyeri berat, cari pemeriksaan segera.

Membersihkan sela gigi anak memang membutuhkan kesabaran, terutama ketika susunannya rapat. Kunci utamanya adalah menggunakan alat yang tepat, menggerakkannya dengan lembut, dan tidak memaksakan benda tajam. Dengan teknik yang ditunjukkan dokter gigi, orang tua dapat membantu anak menjaga area yang sering terlewat tanpa membuat pengalaman kebersihan mulut menjadi menyakitkan.

Rujukan: ADA — Dental Floss/Interdental Cleaners; AAPD — Parent FAQ.

Memilih alat bantu sela gigi yang sesuai

Untuk sela yang sangat rapat, benang gigi biasanya lebih mudah menjangkau permukaan kontak. Pada ruang yang lebih lebar atau area tertentu, sikat interdental dapat membantu, tetapi diameternya harus sesuai. Water flosser dapat menjadi pilihan tambahan pada sebagian kondisi, termasuk bagi anak yang memakai alat ortodonti, namun cara pemakaiannya perlu diajarkan. Tidak ada satu alat yang otomatis paling baik untuk semua susunan gigi.

Mintalah dokter gigi memperlihatkan alat dan ukuran yang cocok. Jangan membeli sikat interdental yang terlalu besar hanya karena ingin membersihkan lebih cepat. Jika alat terasa tersangkut, jangan dipaksa. Perdarahan, nyeri, atau pembengkakan berulang perlu dievaluasi karena bisa menandakan peradangan atau teknik yang tidak tepat.

Bagaimana jika makanan terselip setelah makan di sekolah?

Anak dapat berkumur ringan dengan air putih dan memeriksa area tersebut di cermin bila tersedia. Bila masih terselip, gunakan floss holder yang aman jika anak sudah terampil dan ada pengawasan. Jangan mengorek gusi dengan kuku, peniti, tusuk sate, atau benda tajam. Jika sisa makanan sulit dikeluarkan atau menimbulkan sakit, tunggu bantuan orang dewasa dan hubungi dokter gigi bila keluhan berlanjut.

Susunan gigi rapat perlu dipantau

Kontak yang rapat dapat membuat pembersihan lebih sulit dan meningkatkan risiko sisa plak tertinggal. Dokter gigi dapat memberi demonstrasi teknik dan menilai apakah susunan gigi perlu evaluasi ortodonti. Jangan menyimpulkan anak harus memakai behel hanya karena benang terasa sulit masuk. Kebersihan sela dan penilaian susunan gigi adalah dua hal yang saling berkaitan, tetapi tidak sama.

Jangan biarkan alat bantu justru melukai gusi

Jika benang tersangkut atau sulit melewati titik kontak, jangan menariknya secara kasar ke atas. Lepaskan dengan gerakan hati-hati mengikuti petunjuk floss dan minta bantuan orang tua. Bila benang terurai atau alat patah, jangan menggunakan bagian yang rusak. Anak yang sedang memakai behel perlu alat khusus untuk melewati kawat; ortodontis dapat menunjukkan cara yang tepat.

Untuk sela yang sangat rapat, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menemukan apakah ada karang gigi, tambalan yang menonjol, atau susunan gigi yang membuat pembersihan sulit. Jangan mencoba mengikis permukaan kontak dengan benda logam. Pemeriksaan dan pembersihan profesional lebih aman daripada eksperimen di rumah.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.