Orang tua membawa anak ke dokter gigi setelah gigi depan terasa goyang akibat benturan saat bermain
Kegoyangan setelah benturan perlu dinilai berbeda dari gigi susu yang tanggal secara alami.
Kesehatan & Perawatan Anak

Bedakan Penanganan Gigi Goyang Akibat Benturan vs Gigi Goyang Alami

Gigi susu yang goyang menjelang tanggal berbeda dari gigi yang bergeser setelah benturan. Kenali tanda pembeda dan kapan anak perlu segera diperiksa.

Suatu sore, anak pulang dari sekolah sambil menunjukkan gigi depan yang terasa goyang. Orang tua mungkin mengira itu tanda gigi susu akan tanggal. Namun, jika anak baru saja terjatuh saat bermain atau terbentur ketika berolahraga, kegoyangan tersebut bisa menandakan cedera. Perbedaan penyebab ini penting karena penanganannya tidak sama.

Gigi susu memang akan tanggal secara alami ketika akar gigi perlahan mengalami resorpsi dan gigi permanen pengganti berkembang. Prosesnya biasanya berlangsung bertahap dan tidak selalu disertai nyeri berat. Sebaliknya, benturan dapat membuat gigi bergeser, goyang, retak, terdorong masuk, atau terlepas. Cedera pada gigi susu juga dapat memengaruhi jaringan dan gigi permanen yang sedang berkembang di bawahnya.

Gigi goyang alami: biasanya terjadi secara bertahap

Ketika anak memasuki masa pergantian gigi, gigi susu mulai terasa lebih longgar. Anak mungkin merasakan gigi bergerak ketika makan atau menyentuhnya dengan lidah. Gigi dapat tanggal dengan sedikit perdarahan ringan pada gusi, tetapi anak biasanya masih dapat beraktivitas. Waktu tanggal berbeda antar-anak dan antar-gigi, sehingga tidak perlu membandingkan jadwal anak dengan saudara atau teman.

Orang tua sebaiknya membiarkan proses alami berlangsung. Jangan menarik gigi yang masih melekat kuat atau menggoyangkannya berulang kali sampai anak merasa nyeri. Bila gigi tampak tertahan lama, mengganggu makan, atau gigi permanen tumbuh di belakangnya, dokter gigi dapat menilai apakah diperlukan bantuan.

Gigi goyang akibat benturan: perhatikan konteks kejadian

Setelah benturan, kegoyangan dapat disertai nyeri, gusi berdarah, pembengkakan, perubahan posisi, gigi tampak lebih pendek atau lebih panjang, atau anak sulit menggigit. Terkadang gigi tampak normal dari luar, tetapi jaringan penyangga atau akar mengalami cedera. Karena itu, orang tua perlu mengingat kapan kejadian berlangsung, bagian mulut yang terkena, dan apakah anak mengalami gejala lain.

Periksa juga kondisi umum anak. Jika benturan disertai pingsan, muntah berulang, kebingungan, nyeri kepala berat, atau tanda cedera wajah yang serius, anak perlu mendapatkan penilaian medis segera. Cedera gigi dapat terjadi bersamaan dengan cedera kepala atau wajah; jangan hanya fokus pada gigi yang goyang.

Apa yang sebaiknya dilakukan saat gigi goyang setelah benturan?

  1. Tenangkan anak dan hentikan aktivitas yang berisiko menimbulkan benturan lanjutan.
  2. Jangan menarik, mendorong, atau mencoba mengembalikan posisi gigi sendiri.
  3. Jika ada perdarahan ringan, tekan lembut area sekitar dengan kasa bersih; jangan memaksa anak menggigit jika gigi terasa sangat nyeri.
  4. Hindari makanan keras pada sisi yang cedera sampai diperiksa.
  5. Hubungi dokter gigi untuk penilaian secepatnya, terutama bila gigi permanen yang terkena.

Gigi permanen yang terlepas seluruhnya merupakan keadaan darurat gigi yang berbeda dari gigi susu yang goyang. Gigi susu yang terlepas tidak boleh dipasang kembali karena dapat mengganggu benih gigi permanen. Untuk gigi permanen yang avulsi, pedoman trauma gigi menekankan pentingnya penanganan segera oleh tenaga profesional. Orang tua sebaiknya tidak menunda dengan menganggap semua gigi anak akan tumbuh lagi.

Catatan yang membantu dokter gigi

Ketika menghubungi klinik, sampaikan usia anak, gigi mana yang terkena, waktu dan jenis benturan, apakah ada nyeri atau perdarahan, dan apakah gigi berubah posisi. Jika memungkinkan, ambil foto tanpa menggerakkan gigi. Foto bukan pengganti pemeriksaan, tetapi dapat membantu menjelaskan perubahan yang terlihat sejak kejadian.

Dokter gigi mungkin memeriksa mobilitas, posisi, jaringan lunak, dan respons gigi. Pemeriksaan radiografi dilakukan bila diperlukan berdasarkan penilaian klinis. Perawatan bergantung pada apakah gigi tersebut gigi susu atau permanen dan jenis cederanya. Tidak semua cedera membutuhkan tindakan yang sama; beberapa perlu pemantauan, sedangkan yang lain memerlukan penanganan segera.

Jangan menilai hanya dari usia anak

Usia dapat memberi petunjuk tentang fase pergantian gigi, tetapi tidak cukup untuk memastikan apakah kegoyangan normal. Ada variasi waktu erupsi dan tanggal gigi. Bila anak terjatuh, sebutkan kejadian itu meskipun ia berada pada usia yang umum mengalami gigi susu tanggal. Sebaliknya, gigi yang goyang tanpa benturan juga perlu diperiksa bila anak masih jauh dari usia pergantian gigi atau terdapat tanda infeksi.

Kesimpulannya, gigi yang goyang secara alami biasanya merupakan proses bertahap, sedangkan kegoyangan setelah benturan harus dianggap sebagai kemungkinan cedera sampai dinilai dokter. Mengetahui penyebabnya membantu orang tua mengambil langkah yang tepat dan menghindari tindakan rumahan yang bisa memperburuk keadaan.

Rujukan: American Academy of Pediatrics — When Children Begin to Lose Their Baby Teeth; AAPD — Emergency Oral Care; NHS — Knocked-out Tooth.

Contoh situasi yang tidak boleh dianggap sebagai tanggal alami

Bayangkan anak berusia tujuh tahun baru saja jatuh dari sepeda dan gigi depannya mulai goyang. Walaupun usia tersebut termasuk masa pergantian gigi, hubungan waktu antara benturan dan kegoyangan membuat cedera harus dipertimbangkan. Contoh lain, gigi permanen yang baru tumbuh terasa goyang setelah terkena bola. Gigi permanen tidak akan tanggal secara alami seperti gigi susu; perubahan mobilitas setelah benturan memerlukan penilaian dokter gigi.

Jangan meminta anak menggigit benda keras untuk menguji apakah gigi masih kuat. Jangan pula menggerakkan gigi berkali-kali untuk melihat seberapa longgar. Tindakan tersebut dapat menambah rasa sakit dan tidak memberi informasi yang dapat diandalkan. Catatan sederhana tentang kejadian jauh lebih membantu dokter.

Perhatikan beberapa jam dan hari setelah kejadian

Setelah cedera, keluhan dapat berubah. Anak mungkin awalnya tampak baik, lalu mengeluh nyeri ketika menggigit atau menunjukkan perubahan warna pada gigi. Perubahan warna dapat terjadi setelah trauma dan tetap memerlukan penilaian, meski tidak selalu berarti gigi harus dicabut. Ikuti jadwal kontrol yang diberikan dokter agar perubahan jaringan dapat dipantau.

Jika gigi sulung goyang secara alami, kebersihan mulut tetap perlu dijaga dengan lembut. Bila gusi nyeri, pilih makanan yang lebih lunak sementara dan hindari menarik gigi. Jika ada demam, bengkak, nanah, nyeri yang bertambah, atau anak sulit makan, segera hubungi dokter gigi. Pembedaan yang tepat membantu orang tua tidak terlambat menangani cedera dan tidak melakukan tindakan berlebihan pada proses pergantian gigi yang normal.

Informasi yang membantu dokter menentukan tindakan

Catat waktu benturan, arah jatuh, bagian mulut yang terkena, dan apakah anak sempat kehilangan kesadaran atau mengalami cedera lain. Beri tahu dokter apakah gigi yang bergerak adalah gigi susu atau permanen, apakah ada perubahan posisi, serta apakah anak mengalami nyeri ketika menggigit. Foto dari depan dapat membantu menunjukkan perubahan posisi, tetapi tidak boleh menunda perjalanan ke dokter ketika cedera tampak serius.

Setelah pemeriksaan, dokter mungkin menjadwalkan pemantauan karena beberapa cedera dapat menimbulkan perubahan warna atau gangguan pada jaringan penyangga yang baru terlihat kemudian. Ikuti jadwal kontrol dan instruksi makan serta kebersihan yang diberikan. Jangan menguji kegoyangan gigi setiap hari dengan jari atau lidah karena tindakan itu dapat menambah iritasi.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.