Anak yang membutuhkan dukungan pendidikan mungkin memerlukan rencana belajar yang lebih individual daripada pengajaran yang sama untuk seluruh kelas. Program Pembelajaran Individual (PPI) merupakan rumusan program yang disusun berdasarkan profil dan hasil asesmen anak untuk mendukung potensi serta kebutuhannya. Dokumen PPI seharusnya bukan sekadar formulir yang disimpan sekolah. Rencana ini perlu menjadi alat kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak terkait agar tujuan belajar jelas, dukungan dapat dijalankan, dan kemajuan dapat ditinjau.
Pahami tujuan dan batas Program Pembelajaran Individual
PPI bertujuan menjabarkan kebutuhan dan sasaran belajar individual berdasarkan informasi tentang kemampuan anak. Rencana dapat memuat kemampuan yang sudah dikuasai, area yang memerlukan dukungan, tujuan pembelajaran, strategi, akomodasi, serta cara menilai kemajuan. PPI bukan label permanen dan tidak seharusnya membatasi kesempatan anak mengikuti kegiatan bersama teman.
Untuk menyiapkan transisi pendidikan, lihat panduan transisi anak menuju sekolah dasar.
PPI juga bukan pengganti seluruh kurikulum atau alasan untuk mengurangi partisipasi tanpa dasar. Sekolah perlu menjelaskan bagaimana tujuan individual terhubung dengan pembelajaran kelas. Bila ada istilah atau format yang berbeda antar sekolah, tanyakan definisi dan prosedur yang dipakai. Orang tua perlu memahami dokumen yang disepakati, bukan hanya diminta menandatangani.
Siapkan informasi tentang kekuatan dan kebutuhan anak
Keluarga dapat membawa informasi mengenai minat, cara komunikasi, kegiatan yang disukai, kebutuhan gerak, pengalaman belajar, dan hal yang membantu anak mengikuti rutinitas. Sertakan contoh nyata, bukan hanya daftar kesulitan. Misalnya, anak mampu menyelesaikan puzzle ketika gambar terlihat jelas atau dapat mengikuti instruksi setelah melihat contoh. Informasi ini membantu guru menemukan strategi yang memanfaatkan kekuatan anak.
Sampaikan kebutuhan kesehatan atau keselamatan yang relevan, dengan menjaga kerahasiaan. Tidak semua informasi medis perlu dicantumkan dalam dokumen pendidikan. Pilih informasi yang memengaruhi akses belajar, komunikasi, kondisi darurat, atau penyesuaian kelas. Bila ada rekomendasi profesional, jelaskan bagian yang berkaitan dengan kegiatan sekolah dan siapa yang dapat dihubungi jika guru membutuhkan penjelasan.
Modul resmi ini membahas asesmen, program pembelajaran individual, dan kerja sama guru dengan orang tua sebagai bagian dari dukungan pembelajaran. Rujukan: Modul Pelayanan Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus.
Susun target yang spesifik dan bermakna
Target yang baik menjelaskan perilaku atau keterampilan yang ingin berkembang, konteks penggunaannya, dukungan yang diperlukan, dan cara mengamati kemajuan. Hindari sasaran yang terlalu abstrak seperti “lebih mandiri” tanpa menyebut aktivitas. Sasaran dapat berupa anak menggunakan cara komunikasi untuk meminta bantuan, mengambil bagian dalam satu tahap kegiatan, atau menyelesaikan tugas dengan penyesuaian tertentu.
Daftar pertanyaan tambahan saat mengenal sekolah dapat dibaca pada pertanyaan penting saat mengenal sekolah dasar.
Prioritaskan target yang penting bagi partisipasi anak. Jangan memenuhi PPI dengan terlalu banyak sasaran sehingga guru dan anak kesulitan fokus. Target perlu menantang namun realistis, dan dapat disesuaikan bila kondisi berubah. Tanyakan bagaimana suara anak dipertimbangkan, termasuk pilihan kegiatan, kenyamanan, dan cara ia menunjukkan bahwa suatu strategi tidak membantu.
Tentukan strategi, akomodasi, dan penanggung jawab
Setiap target perlu disertai strategi yang dapat dijalankan. Misalnya, guru memberi instruksi bertahap, menyiapkan materi dengan format yang dapat diakses, atau menyediakan waktu untuk menggunakan alat komunikasi. Catat siapa yang menyiapkan alat, siapa yang memberi dukungan, dan kapan koordinasi dilakukan. Hindari kalimat umum seperti “guru akan membantu” tanpa menjelaskan bantuan apa yang dibutuhkan.
Jika strategi melibatkan tenaga pendamping, guru pendidikan khusus, atau Unit Layanan Disabilitas (ULD), jelaskan peran dan batasnya. Anak tetap perlu membangun hubungan dengan guru dan teman, bukan hanya berinteraksi dengan satu pendamping. Dukungan harus dirancang agar anak dapat berpartisipasi, bukan membuatnya bergantung pada kehadiran satu orang tertentu untuk semua kegiatan.
Libatkan keluarga sebagai mitra, bukan pelaksana tunggal
Orang tua dapat berbagi informasi, menyampaikan prioritas, dan mencoba strategi sederhana yang disepakati. Namun, tanggung jawab pembelajaran di sekolah tidak boleh dipindahkan seluruhnya kepada keluarga. PPI perlu realistis terhadap waktu, kondisi, dan sumber daya orang tua. Bila latihan rumah diperlukan, sepakati bentuk yang singkat dan menyatu dengan rutinitas, bukan pekerjaan tambahan yang membebani setiap malam.
Untuk memahami cara anak memproses informasi, baca cara mendukung perkembangan kognitif anak.
Komunikasi keluarga dan sekolah perlu berlangsung dua arah. Orang tua dapat menyampaikan strategi yang berhasil di rumah, sedangkan guru berbagi pengamatan di kelas. Perbedaan respons anak antar lingkungan dapat menjadi informasi, bukan alasan menyalahkan salah satu pihak. Simpan catatan kesepakatan dan gunakan pertemuan berkala untuk menyelesaikan hambatan.
Peraturan ini mengatur akomodasi yang layak dan Unit Layanan Disabilitas pada satuan pendidikan dalam lingkup yang ditetapkan. Rujukan: Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023.
Tinjau kemajuan dan perbarui rencana
PPI perlu ditinjau pada waktu yang disepakati atau ketika kebutuhan anak berubah. Evaluasi mencakup apakah target masih relevan, apakah strategi dijalankan, apakah akomodasi tersedia, dan apakah anak dapat berpartisipasi lebih baik. Jika target tidak tercapai, cari penyebabnya: strategi belum konsisten, alat tidak cocok, waktu terlalu singkat, atau tujuan perlu dipecah. Jangan langsung menyimpulkan anak tidak mampu.
Kemajuan dapat terlihat dalam bentuk yang berbeda, seperti anak lebih sering meminta bantuan, mampu mengikuti sebagian kegiatan, atau menunjukkan pemahaman dengan cara alternatif. Catat perubahan yang fungsional dan masukan anak. Bila rencana tidak berjalan, sepakati perubahan tertulis, penanggung jawab, dan waktu evaluasi baru agar seluruh pihak menggunakan acuan yang sama.
Contoh merumuskan target PPI yang dapat diamati
Misalnya, target awal PPI berbunyi “anak lebih komunikatif”. Guru dan orang tua memperjelasnya menjadi “anak memiliki cara yang dapat diakses untuk meminta bantuan saat kegiatan kelompok”. Mereka menyepakati penggunaan kartu atau alat komunikasi, siapa yang memastikan alat tersedia, serta bagaimana keberhasilan diamati di kelas. Setelah beberapa minggu, tim meninjau apakah anak dapat menggunakannya dengan orang yang berbeda.
Bahan yang perlu dibawa ke pertemuan penyusunan PPI
- Baca dan pahami profil anak serta hasil asesmen yang menjadi dasar PPI.
- Pilih target spesifik yang bermakna bagi kegiatan belajar dan partisipasi.
- Jelaskan strategi, akomodasi, penanggung jawab, serta peran keluarga.
- Tinjau kemajuan dan perbarui rencana bersama anak sesuai cara komunikasinya.
Pertanyaan tentang peninjauan Program Pembelajaran Individual
Apakah orang tua harus ikut menyusun PPI?
Keterlibatan orang tua penting agar rencana sesuai kebutuhan anak dan dapat dikoordinasikan dengan kehidupan keluarga. Tanyakan prosedur sekolah untuk pertemuan dan persetujuan.
Apakah PPI harus selalu sama sepanjang tahun?
Tidak. Rencana dapat ditinjau dan disesuaikan bila kemampuan, kebutuhan, lingkungan, atau tujuan belajar anak berubah.
PPI harus bermakna dalam kehidupan belajar anak
PPI yang bermakna bukan dokumen administratif semata. Ia menjadi kesepakatan kerja yang membantu anak belajar, berpartisipasi, dan berkembang melalui target serta dukungan yang disusun berdasarkan profil individualnya.










