Akomodasi yang layak adalah penyesuaian atau dukungan yang diperlukan agar peserta didik penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan dan berpartisipasi. Dalam praktik kelas, penyesuaian dapat berkaitan dengan ruang, materi, komunikasi, waktu, cara mengerjakan tugas, atau dukungan pendamping. Tidak ada satu paket yang otomatis cocok untuk semua anak. Orang tua dan guru perlu membicarakan kebutuhan berdasarkan asesmen, pengamatan, serta pengalaman anak di kelas. Contoh berikut menjadi bahan diskusi, bukan daftar yang harus diterapkan seluruhnya.
1. Penyesuaian akses fisik dan posisi belajar
Pastikan anak dapat masuk kelas, mencapai meja, menggunakan toilet, dan mengikuti kegiatan di ruang lain. Penyesuaian dapat berupa jalur yang lebih lebar, penataan meja, pegangan, ramp, atau posisi duduk yang sesuai. Untuk anak dengan hambatan gerak, akses tidak cukup hanya sampai pintu kelas; ia perlu dapat mengikuti kegiatan yang berlangsung di berbagai area sekolah.
Daftar pertanyaan tambahan saat mengenal sekolah dapat dibaca pada pertanyaan penting saat mengenal sekolah dasar.
Tanyakan apakah posisi duduk membantu anak melihat, mendengar, bergerak, dan menggunakan alat bantu. Jangan menetapkan tempat terpisah tanpa alasan yang jelas. Penyesuaian sebaiknya menjaga kesempatan berinteraksi dengan teman. Jika alat bantu postur atau kursi khusus dibutuhkan, libatkan tenaga yang kompeten agar penggunaan aman.
2. Materi dalam format yang dapat diakses
Materi dapat disediakan dalam huruf lebih besar, kontras yang sesuai, format audio, braille bila diperlukan, teks digital yang dapat dibaca teknologi bantu, atau gambar yang jelas. Pilih format berdasarkan cara anak mengakses informasi. Pastikan materi diterima tepat waktu agar anak tidak selalu tertinggal karena harus menunggu versi yang dapat diakses.
Untuk anak yang kesulitan memahami teks panjang, materi dapat dibagi menjadi bagian lebih kecil atau dilengkapi contoh. Namun, penyederhanaan bahasa tidak boleh menghilangkan konsep penting tanpa alasan. Guru perlu memeriksa apakah anak memahami tujuan pembelajaran dan apakah format alternatif benar-benar dapat digunakan.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 menjadi salah satu dasar hukum mengenai penyediaan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas di Indonesia. Rujukan: Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak.
3. Instruksi bertahap dan dukungan visual
Guru dapat memberikan satu instruksi utama pada satu waktu, menggunakan contoh, daftar langkah, gambar, atau jadwal visual. Beri waktu anak memproses dan pastikan ia mengetahui cara meminta penjelasan. Penyesuaian ini membantu ketika instruksi lisan panjang atau perubahan aktivitas membuat anak kesulitan mengikuti kelas.
Untuk menyiapkan transisi pendidikan, lihat panduan transisi anak menuju sekolah dasar.
Jadwal visual sebaiknya diperbarui ketika ada perubahan. Anak tidak boleh disalahkan karena mengikuti informasi yang sebelumnya diberikan. Guru dapat menyampaikan perubahan dengan simbol atau kalimat singkat. Orang tua dan sekolah dapat menyepakati simbol yang sama untuk meminta jeda atau bantuan bila memang berguna.
4. Pilihan cara menunjukkan pemahaman
Tidak semua anak menunjukkan pengetahuan melalui jawaban lisan atau tulisan tangan. Alternatif dapat berupa menunjuk, memilih gambar, mengetik, menggunakan alat komunikasi, menyusun benda, atau menjawab secara lisan dengan bantuan akses yang sesuai. Penyesuaian cara menjawab tidak berarti menurunkan tujuan belajar, selama kompetensi yang dinilai tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran.
Guru perlu membedakan apakah tugas mengukur pengetahuan, kemampuan menulis, komunikasi, atau kombinasi. Jika tujuan pelajaran adalah memahami konsep sains, hambatan motorik saat menulis mungkin tidak perlu menjadi penghalang untuk menunjukkan pemahaman. Sebaliknya, bila keterampilan menulis memang tujuan pembelajaran, bentuk dukungan perlu dirancang dengan jelas.
5. Fleksibilitas waktu dan jeda
Sebagian anak membutuhkan waktu tambahan untuk membaca, berpindah aktivitas, atau menggunakan alat komunikasi. Jeda singkat dapat membantu anak kembali terlibat ketika lelah atau kewalahan. Kesepakatan perlu menjelaskan kapan jeda digunakan, bagaimana anak meminta, dan bagaimana ia kembali ke kegiatan tanpa kehilangan seluruh kesempatan belajar.
Konteks perubahan dari Taman Kanak-kanak (TK) menuju Sekolah Dasar (SD) juga dibahas dalam perubahan saat anak beralih dari Taman Kanak-kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD).
Fleksibilitas bukan berarti semua tugas tanpa batas waktu. Guru dan orang tua dapat menentukan rentang yang realistis, membagi tugas, serta menilai apakah waktu tambahan benar-benar membantu. Anak juga perlu diberi informasi tentang batas waktu dengan cara yang dapat dipahami agar tidak terkejut ketika kegiatan berakhir.
Peraturan ini mengatur akomodasi yang layak dan Unit Layanan Disabilitas pada satuan pendidikan dalam lingkup yang ditetapkan. Rujukan: Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023.
6. Penyesuaian lingkungan sensorik
Atur tempat duduk jauh dari sumber bising bila diperlukan, kurangi gangguan visual yang tidak penting, atau sediakan tempat tenang untuk jeda yang disepakati. Penyesuaian tidak boleh membuat anak terisolasi sepanjang hari. Tujuannya adalah mengurangi hambatan agar anak dapat kembali berpartisipasi.
Tanyakan apa yang membantu anak di rumah dan bagaimana strategi tersebut dapat diterapkan di kelas. Hindari memberikan alat sensorik yang berisiko atau mengganggu keselamatan tanpa pertimbangan profesional. Catat kapan anak membutuhkan jeda dan apakah penyesuaian meningkatkan keterlibatan.
7. Dukungan komunikasi dan interaksi
Anak mungkin membutuhkan papan komunikasi, bahasa isyarat, teks, penerjemah, atau waktu tambahan untuk merespons. Guru dan teman perlu tahu cara menunggu, menanggapi, serta tidak mengambil alih alat komunikasi anak. Dukungan komunikasi penting untuk belajar dan juga untuk menyampaikan rasa sakit, ketidaknyamanan, atau kebutuhan bantuan.
Akomodasi komunikasi tidak boleh dibatasi hanya pada pelajaran bahasa. Anak perlu dapat menggunakannya saat istirahat, kegiatan kelompok, kunjungan, dan situasi darurat. Pastikan alat tersedia dan terisi daya bila elektronik. Bila memakai kartu atau papan, simpan di tempat yang mudah dijangkau dan ajarkan staf cara menggunakannya.
8. Dukungan individual dan peninjauan berkala
Penyesuaian perlu memiliki penanggung jawab, tujuan, dan waktu peninjauan. Orang tua, guru, dan tenaga terkait dapat menyepakati dukungan mana yang diperlukan sekarang serta bagaimana menilai manfaatnya. Bila sekolah menyusun Program Pembelajaran Individual, tujuan dan akomodasi perlu didasarkan pada profil anak, bukan diambil dari template tanpa penyesuaian.
PP Nomor 13 Tahun 2020 dan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 menjadi rujukan kebijakan tentang akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas. Orang tua dapat meminta sekolah atau dinas pendidikan menjelaskan prosedur pengajuan, layanan yang tersedia, dan mekanisme pemantauan sesuai aturan. Untuk keputusan konkret, baca naskah peraturan dan minta penjelasan instansi berwenang.
Contoh menyepakati penyesuaian bersama guru
Misalnya, anak dapat menjawab pertanyaan dengan menunjuk gambar tetapi kesulitan menulis cepat. Guru dan orang tua dapat menyepakati bahwa pada tugas tertentu anak boleh menunjukkan jawaban dengan memilih gambar, sementara latihan menulis tetap diberikan pada kegiatan yang memang bertujuan melatih keterampilan tersebut. Kesepakatan ini membuat penilaian lebih adil dan tujuan pembelajaran tetap jelas.
Langkah menyusun dan meninjau akomodasi
- Tentukan hambatan yang benar-benar dialami anak di kelas.
- Pilih penyesuaian yang terkait langsung dengan hambatan dan tujuan belajar.
- Tentukan siapa yang menyediakan, menggunakan, dan memantau akomodasi.
- Tinjau apakah penyesuaian meningkatkan akses dan partisipasi anak.
Pertanyaan tentang akomodasi yang layak
Apakah semua anak penyandang disabilitas membutuhkan akomodasi yang sama?
Tidak. Akomodasi harus mempertimbangkan ragam kebutuhan, lingkungan, dan tujuan pembelajaran individual.
Apakah akomodasi berarti standar belajar diturunkan?
Tidak selalu. Banyak akomodasi mengubah akses, cara menerima informasi, atau cara menunjukkan pemahaman tanpa mengubah tujuan inti pembelajaran.
Penyesuaian bertujuan membuka akses dan partisipasi
Akomodasi yang layak adalah cara menghilangkan hambatan yang menghalangi anak belajar dan berpartisipasi. Diskusi yang spesifik antara keluarga dan sekolah membantu penyesuaian menjadi nyata, terukur, dan sesuai kebutuhan anak.










