Anak mungkin tertarik pada bunyi bahasa yang belum pernah didengarnya atau gerakan yang berbeda dari lagu di rumah. Ketertarikan itu dapat menjadi pintu untuk mengenalkan keberagaman. Ketika mendengar lagu dari negara lain, anak tidak hanya belajar bahwa orang menggunakan bahasa berbeda, tetapi juga dapat memahami bahwa setiap masyarakat memiliki karya, kebiasaan, dan cerita sendiri.
Namun, satu lagu tidak mewakili seluruh budaya sebuah negara. Negara memiliki banyak daerah, bahasa, kelompok, dan tradisi. Karena itu, hindari kalimat seperti “semua orang di negara itu selalu bernyanyi seperti ini.” Lebih tepat mengatakan bahwa lagu tersebut berasal dari konteks atau tradisi tertentu, sesuai informasi yang berhasil diperiksa.
Pilih lagu dengan konteks yang dapat dijelaskan
Orang tua dapat memilih lagu anak tradisional, lagu permainan, atau karya anak dari berbagai negara. Cari informasi tentang bahasa, pembuat, konteks, dan penggunaan lagu. Jika tidak jelas dari mana lagu berasal, jangan mengarang cerita asal-usul. Katakan bahwa sumbernya belum dapat dipastikan dan pilih bahan lain jika informasi tersebut penting untuk pembelajaran.
Hindari memilih lagu hanya karena bunyinya terdengar “unik” atau dianggap lucu. Bahasa dan aksen orang lain tidak seharusnya dijadikan bahan ejekan. Jelaskan bahwa bunyi yang berbeda bukan berarti salah atau aneh; itu bagian dari keragaman bahasa yang perlu dihormati.
Contoh cara mendengarkan lintas budaya
Keluarga dapat memilih lagu permainan atau lagu sederhana dari satu negara setiap kali kegiatan. Misalnya, mendengarkan “Frère Jacques” dari tradisi lagu anak berbahasa Prancis, lalu mencari makna judul dan kosakata dasarnya. Anak dapat memperhatikan bagian yang berulang, membandingkan bunyi bahasa, dan mencoba menyanyikan satu bagian jika mau.
Pilihan lain adalah mencari lagu tradisional dari Jepang, India, atau negara tetangga di Asia Tenggara melalui sumber pendidikan dan kebudayaan yang tepercaya. Jangan menganggap lagu yang populer di internet pasti mewakili masyarakat secara keseluruhan. Cari informasi dari sumber budaya resmi, museum, lembaga pendidikan, atau penutur yang memahami konteksnya.
Buat kegiatan sederhana dengan tiga pertanyaan
- Apa yang terdengar berbeda? Anak dapat menyebut bahasa, alat musik, tempo, atau pola pengulangan.
- Apa yang sama? Mungkin lagu itu bercerita tentang bermain, keluarga, alam, atau kegiatan sehari-hari.
- Apa yang ingin diketahui? Catat pertanyaan tentang bahasa, tempat, atau kebiasaan yang muncul.
Jangan buru-buru memberikan semua jawaban. Tunjukkan peta dan cari informasi bersama. Jika anak bertanya tentang pakaian, makanan, atau kebiasaan yang muncul dalam video, jelaskan bahwa tidak semua orang di negara tersebut hidup dengan cara yang sama. Satu tayangan hanya menunjukkan satu contoh, bukan gambaran lengkap.
Bedakan mengagumi dengan meniru tanpa konteks
Anak boleh menikmati melodi atau gerakan, tetapi orang tua perlu menjelaskan konteks jika lagu berkaitan dengan upacara, ritual, atau praktik keagamaan. Tidak semua unsur budaya cocok dijadikan permainan. Jika tidak memahami maknanya, pilih lagu lain atau cari penjelasan dari sumber yang tepat. Sikap hormat lebih penting daripada membuat kegiatan terlihat menarik.
UNESCO menempatkan budaya dan seni sebagai bagian penting dari pendidikan, termasuk untuk mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya. UNICEF juga menekankan bahwa pendidikan anak perlu membantu mereka menghormati hak, budaya, dan perbedaan orang lain. Orang tua dapat membaca panduan UNESCO tentang pendidikan budaya dan seni serta refleksi UNICEF Indonesia tentang Pasal 29 Konvensi Hak Anak.
Jangan jadikan perbedaan sebagai bahan perbandingan
Hindari pertanyaan seperti “Budaya mana yang paling bagus?” atau “Mengapa bahasa mereka terdengar aneh?” Ganti dengan pertanyaan terbuka: “Apa yang menarik dari lagu ini?” dan “Apa yang ingin kamu pelajari?” Anak dapat membandingkan unsur musik tanpa memberi peringkat pada masyarakatnya.
Jika anak menirukan aksen dengan cara mengejek, jelaskan bahwa cara berbicara seseorang bukan bahan olok-olok. Berikan contoh bagaimana kita ingin orang lain memperlakukan bahasa dan budaya Indonesia. Ajarkan bahwa rasa ingin tahu dapat disampaikan tanpa merendahkan.
Hubungkan dengan keberagaman di sekitar anak
Setelah mengenal lagu dari negara lain, ajak anak mengingat bahasa atau tradisi yang ada di Indonesia. Keluarga dapat membandingkan lagu daerah dengan lagu yang baru didengar, lalu mencari kesamaan dan perbedaan. Kegiatan ini membantu anak melihat bahwa keberagaman tidak hanya berada jauh di negara lain, tetapi juga hadir dalam lingkungan sendiri.
Artikel mengenalkan perbedaan budaya dan agama di rumah dapat menjadi pendamping untuk melanjutkan percakapan setelah kegiatan musik. Ajari anak mendengarkan pendapat orang lain dan bertanya dengan sopan ketika menemukan hal baru.
Ajarkan anak bertanya dengan hormat
Jika anak bertanya tentang pakaian, makanan, agama, atau kebiasaan dalam lagu, jangan langsung menyebutnya aneh. Gunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan bahwa manusia memiliki latar berbeda. Anak dapat bertanya, “Apa nama alat musik ini?” atau “Mengapa lagunya dinyanyikan seperti itu?” Pertanyaan yang ingin memahami lebih baik daripada komentar yang merendahkan.
Orang tua juga perlu berhati-hati dengan kostum atau atribut budaya ketika membuat kegiatan. Jangan menjadikan pakaian sakral sebagai aksesori lucu tanpa memahami konteksnya. Jika keluarga mengadakan kegiatan tematik, pilih unsur yang dapat digunakan secara wajar dan jelaskan sumbernya.
Keberagaman bukan sekadar kumpulan hal unik untuk ditonton. Anak perlu melihat bahwa orang dari berbagai latar memiliki martabat dan hak yang sama. Percakapan kecil setelah mendengarkan lagu dapat membantu membangun sikap tersebut jika disertai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajak anak membandingkan tanpa membuat peringkat
Setelah mendengar dua lagu dari negara berbeda, tanyakan apa yang sama dan berbeda pada musiknya. Anak mungkin memperhatikan tempo, alat musik, bahasa, atau pola pengulangan. Hindari pertanyaan tentang budaya mana yang lebih maju atau lebih baik. Fokus pada ciri karya yang sedang didengar dan hal yang ingin dipelajari lebih jauh.
Jika anak memberikan komentar yang kurang tepat, jelaskan dengan tenang. Misalnya, satu lagu tidak berarti semua orang di negara tersebut menyukai musik yang sama. Perbedaan di dalam satu negara juga besar. Sikap ini membantu anak memahami bahwa budaya bukan label tetap, melainkan sesuatu yang hidup dan beragam.
Jadikan rasa ingin tahu sebagai kebiasaan
Tidak perlu membuat daftar panjang lagu dari seluruh dunia dalam satu hari. Pilih satu lagu, periksa konteksnya, dengarkan bersama, dan beri ruang anak bertanya. Pada kesempatan lain, pilih lagu dari daerah atau negara berbeda. Kegiatan yang berulang dengan sikap hormat dapat memperkaya pemahaman anak tanpa menjejalkan banyak informasi.
Lagu dari negara lain juga dapat membuka percakapan tentang kesamaan dan perbedaan. Orang tua dapat melanjutkannya dengan panduan mengenalkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. mengajarkan toleransi kepada anak. Ketika anak bertanya tentang kebiasaan atau identitas yang berbeda, jawablah dengan hormat dan sederhana tanpa merendahkan kelompok mana pun. menjawab pertanyaan anak tentang perbedaan dengan hormat.
Musik tidak otomatis membuat seseorang toleran, tetapi dapat menjadi salah satu cara untuk membuka pengalaman dan percakapan. Yang lebih menentukan adalah bagaimana orang dewasa menjelaskan perbedaan, memberi teladan, dan memperlakukan orang lain dengan hormat dalam kehidupan sehari-hari.










