Ibu dan anak menikmati buah dan minuman di meja makan.
Buah utuh menyediakan serat yang tidak sama dengan jus buah.
Gizi & Kebiasaan Makan

Jus Buah atau Buah Utuh untuk Anak: Perbedaan Gula, Serat, dan Cara Penyajian

Jus buah dan buah utuh sama-sama berasal dari buah, tetapi cara tubuh mengonsumsinya berbeda. Pahami peran serat, gula bebas, porsi, dan pilihan minuman sesuai usia anak.

Buah utuh mempertahankan struktur dan serat

Buah utuh menyediakan air, serat, vitamin, mineral, dan komponen pangan lain. Ketika buah diolah menjadi jus, sebagian serat dapat tertinggal pada ampas atau berkurang karena proses penyaringan. Jus juga lebih mudah diminum dalam jumlah besar dibanding mengunyah beberapa buah utuh.

WHO memasukkan gula dalam jus buah ke dalam kategori gula bebas yang perlu dibatasi. Artinya, jus tanpa tambahan gula sekalipun tidak sama dengan buah utuh dalam cara dikonsumsi dan pengaruhnya terhadap asupan gula. Buah utuh biasanya menjadi pilihan sehari-hari yang lebih baik.

Perhatikan usia dan jenis minuman

Untuk bayi di bawah 12 bulan, jus buah tidak dianjurkan sebagai minuman rutin; ASI atau formula sesuai usia dan makanan pendamping yang tepat tetap menjadi bagian utama pola makan. Setelah usia satu tahun, jus 100 persen tanpa gula tambahan dapat dipertimbangkan dalam jumlah terbatas menurut panduan kesehatan, tetapi anak tidak membutuhkannya untuk memperoleh manfaat buah.

Bedakan jus 100 persen dengan minuman rasa buah, sirup, atau minuman sari buah yang dapat mengandung gula tambahan. Nama dan gambar buah pada kemasan tidak selalu berarti produk didominasi buah utuh.

Cara menyajikan buah dan jus

Pilih buah segar atau beku tanpa tambahan gula dan sajikan dalam bentuk yang aman untuk usia. Potong kecil atau lunakkan sesuai kemampuan mengunyah. Untuk anak kecil, hindari potongan bulat keras yang dapat meningkatkan risiko tersedak, dan awasi saat makan.

Jika keluarga menyajikan jus, hindari menambahkan gula, sajikan dalam gelas kecil, dan jangan membiarkan anak mengisap minuman manis sepanjang hari. Jus bukan pengganti air putih. Hindari pula menjadikan jus sebagai cara utama memenuhi kebutuhan cairan.

Bantu anak menikmati variasi buah

Anak mungkin menyukai satu buah dan menolak yang lain. Tawarkan jenis buah berbeda secara berulang tanpa tekanan. Libatkan anak mencuci, memilih, atau menata potongan buah. Buah lokal seperti pepaya, pisang, jambu, jeruk, semangka, dan mangga dapat menjadi pilihan sesuai musim dan ketersediaan.

Jika anak memiliki kondisi medis yang memengaruhi gula darah, pencernaan, atau kemampuan menelan, ikuti saran tenaga kesehatan. Pilihan buah dan bentuk penyajiannya mungkin perlu disesuaikan.

Jangan gunakan jus untuk menenangkan anak sepanjang hari

Jus yang dibiarkan diminum sedikit demi sedikit sepanjang hari dapat memperpanjang paparan gula pada gigi dan membuat anak kurang tertarik pada air putih. Sajikan bila memang dipilih sebagai bagian makan, bukan sebagai pengganti setiap kali anak meminta minum. Gunakan gelas sesuai usia dan hindari membiarkan anak tertidur dengan botol berisi minuman manis.

Buah utuh juga perlu disajikan dengan aman. Untuk anak kecil, potong anggur memanjang menjadi bagian kecil, lunakkan bahan yang keras, dan awasi selama makan. Bentuk dan tekstur lebih penting daripada sekadar jenis buah ketika mempertimbangkan risiko tersedak.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah jus 100 persen bebas gula?

Jus 100 persen tidak selalu bebas gula; gula alami dari jus termasuk gula bebas menurut WHO. Periksa pula apakah ada gula tambahan.

Apakah jus perlu diberikan agar anak mendapat vitamin?

Tidak wajib. Buah utuh menyediakan vitamin dan serat, serta umumnya lebih baik untuk kebiasaan sehari-hari.

Hal yang perlu diingat

Utamakan buah utuh dan air putih sebagai kebiasaan sehari-hari. Jus dapat menjadi pilihan terbatas, tetapi bukan pengganti buah utuh atau minuman utama anak.

Sumber tepercaya untuk bacaan lanjutan

Bacaan terkait di BisaBaca

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.