Dari mana anggapan sugar rush berasal?
Banyak orang tua mengamati anak berlari, tertawa, atau sulit tenang setelah makan kue dan permen. Namun, situasi seperti pesta ulang tahun juga melibatkan musik, permainan, teman, hadiah, dan suasana yang merangsang. Karena itu, perubahan perilaku setelah acara tidak otomatis disebabkan oleh gula.
Penelitian terkontrol yang dirangkum oleh American Academy of Pediatrics tidak mendukung hubungan sebab-akibat yang konsisten antara konsumsi gula dan hiperaktivitas pada anak. Dalam sejumlah uji, peningkatan gula tidak menunjukkan perubahan bermakna pada perilaku atau kemampuan konsentrasi seperti yang diperkirakan sebagian orang tua.
Apa yang bisa menjelaskan perilaku anak setelah acara?
Anak mungkin sangat bersemangat karena berada di lingkungan yang ramai, tidur lebih larut, bertemu teman, atau menerima banyak stimulasi. Rasa lelah setelah kegiatan panjang juga bisa membuat sebagian anak tampak lebih sulit mengatur emosi. Pengamatan perlu melihat seluruh konteks, bukan hanya makanan terakhir yang dikonsumsi.
Jika perilaku sulit diatur terjadi berulang dalam berbagai situasi, bicarakan dengan guru atau tenaga kesehatan untuk memahami pola pemicunya. Jangan menganggap anak memiliki ADHD hanya karena aktif setelah makan manis. Diagnosis gangguan perhatian membutuhkan penilaian menyeluruh.
Gula tetap perlu dibatasi karena alasan gizi
Tidak adanya bukti kuat bahwa gula langsung menyebabkan hiperaktivitas bukan berarti anak boleh mengonsumsi minuman manis dan makanan tinggi gula tanpa batas. Konsumsi gula bebas berlebihan dapat menggantikan makanan yang lebih bergizi dan meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk kerusakan gigi. WHO menyarankan pola makan membatasi gula bebas dan minuman manis.
Periksa gula tambahan pada minuman, sereal, saus, yoghurt berperisa, dan makanan ringan. Air putih dapat menjadi pilihan utama. Buah utuh memberi rasa manis alami bersama serat, sehingga berbeda dari minuman yang mengandung gula bebas.
Cara membicarakan makanan manis secara seimbang
Hindari menyebut makanan sebagai hadiah atas perilaku baik atau menjadikan gula sebagai ancaman. Anak dapat belajar bahwa makanan manis boleh hadir sesekali, tetapi bukan pilihan minuman utama atau pengganti makan. Sediakan alternatif yang menarik dan beragam di rumah.
Bila anak memiliki reaksi yang konsisten setelah makanan tertentu, catat jenis pangan, jumlah, waktu, dan gejalanya. Diskusikan dengan dokter terutama bila disertai gatal, bengkak, sesak, gangguan pencernaan berat, atau gejala lain yang mengarah pada alergi maupun kondisi medis.
Mengamati pola perilaku tanpa buru-buru menyimpulkan
Jika orang tua melihat anak lebih aktif setelah acara tertentu, catat juga waktu tidur, jenis kegiatan, jumlah stimulasi, suasana, dan makanan yang dikonsumsi. Bandingkan dengan hari biasa. Pengamatan seperti ini dapat membantu keluarga menemukan pola, tetapi tidak cukup untuk membuktikan bahwa satu bahan makanan menjadi penyebab.
Jangan menggunakan diet eliminasi luas untuk mengatasi perilaku tanpa penilaian. Menghapus gula, pewarna, susu, gandum, dan banyak bahan lain sekaligus dapat membuat menu anak semakin terbatas dan menyulitkan pencarian penyebab. Bila perilaku mengganggu fungsi anak, konsultasikan penilaian tumbuh kembang atau kesehatan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah gula tetap perlu dibatasi meski bukan penyebab hiperaktif?
Ya. Pembatasan gula bebas tetap penting untuk mutu pola makan dan kesehatan gigi, terlepas dari mitos sugar rush.
Bagaimana bila anak tampak aktif setelah makan manis?
Amati juga situasi, aktivitas, tidur, dan suasana. Jangan menyimpulkan penyebab dari satu kejadian.
Hal yang perlu diingat
Jangan menyalahkan gula untuk setiap perubahan perilaku. Tetap batasi konsumsi gula tambahan sebagai bagian dari pola makan sehat, sambil mempertimbangkan suasana, tidur, aktivitas, dan kondisi anak.
Sumber tepercaya untuk bacaan lanjutan
- Allergies and Hyperactivity — American Academy of Pediatrics
- Healthy diet — WHO
- PerBPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan — JDIH BPOM










