Natrium dapat berasal dari banyak produk
Garam dapur mengandung natrium, tetapi natrium juga dapat berasal dari bahan dan bumbu lain dalam pangan olahan. Saus, kecap, kaldu instan, kerupuk, makanan ringan asin, mi instan, sosis, nugget, serta makanan siap santap dapat menyumbang natrium. Karena beberapa produk dikonsumsi dalam porsi kecil tetapi sering, kontribusinya mudah luput dari perhatian.
Natrium dibutuhkan tubuh, tetapi konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tidak mendukung kesehatan. Anak sebaiknya dibiasakan mengenal rasa makanan yang tidak selalu sangat asin. Membatasi natrium bukan berarti menghilangkan seluruh garam atau menggunakan garam tanpa yodium.
Cara membaca natrium pada label
Perhatikan angka natrium per takaran saji dan jumlah sajian dalam kemasan. Jika satu kemasan berisi dua atau tiga sajian tetapi dimakan sekaligus, kalikan angka per sajian sesuai jumlah yang dikonsumsi. Bandingkan produk sejenis agar pilihan tidak didasarkan hanya pada klaim “lebih sehat” atau gambar sayuran di depan kemasan.
BPOM memiliki aturan Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan yang diperbarui melalui PerBPOM Nomor 10 Tahun 2026. Orang tua tetap perlu membaca label produk yang dibeli dan memahami satuan serta ukuran saji yang ditampilkan. Peraturan dan tampilan label dapat berubah, sehingga rujukan sebaiknya berasal dari kanal resmi.
Kurangi natrium tanpa menghilangkan rasa
Gunakan bawang, jahe, kunyit, serai, jeruk nipis, daun aromatik, atau rempah lain untuk memperkaya rasa. Kurangi jumlah bumbu instan secara bertahap dan cicipi sebelum menambahkan garam. Untuk mi instan, penggunaan sebagian bumbu dapat mengurangi natrium, tetapi makanan tersebut tetap sebaiknya tidak menjadi menu utama yang terlalu sering.
Bila menggunakan makanan kaleng, bandingkan pilihan yang lebih rendah natrium bila tersedia dan tiriskan atau bilas bahan sesuai petunjuk. Masak lauk rumahan dengan bahan sederhana agar keluarga lebih mudah mengendalikan tambahan garam.
Tetap pilih garam beryodium secukupnya
Yodium penting untuk fungsi tiroid dan perkembangan, sehingga pembatasan garam perlu tetap mempertimbangkan penggunaan garam beryodium. Pilih produk yang mencantumkan keterangan beryodium dan gunakan dalam jumlah terbatas. Jangan mengganti garam meja dengan garam khusus yang belum tentu mengandung yodium.
Anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dapat membutuhkan pengaturan natrium khusus. Jangan menerapkan pembatasan ekstrem atau menambah garam berdasarkan perkiraan tanpa saran tenaga kesehatan.
Contoh sederhana menghitung natrium
Jika label mencantumkan natrium 300 mg per sajian dan anak memakan dua sajian, jumlah dari produk tersebut menjadi 600 mg. Hitung juga natrium dari saus, bumbu, atau makanan pendamping. Contoh ini hanya menjelaskan perkalian sesuai sajian; bukan rekomendasi batas natrium untuk semua usia.
Jangan bandingkan angka dari produk dengan satuan atau ukuran saji berbeda tanpa menyamakan basisnya. Bila satu label mencantumkan per 100 gram dan label lain per sajian, periksa berapa gram yang benar-benar dimakan. Informasi ini membantu membandingkan pilihan secara lebih adil.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mengurangi garam berarti tidak memakai garam beryodium?
Tidak. Keluarga dapat memilih garam beryodium dan tetap membatasi jumlah total. Yodium penting, tetapi konsumsi garam berlebihan tetap perlu dihindari.
Apakah makanan tidak terasa asin berarti rendah natrium?
Belum tentu. Saus, bumbu, atau bahan olahan dapat menyumbang natrium tanpa rasa sangat asin. Periksa label.
Hal yang perlu diingat
Mulailah dengan mengurangi sumber natrium yang sering muncul, bukan menyalahkan satu kali anak makan makanan asin. Perubahan kecil di rumah dan pilihan belanja dapat membantu membentuk kebiasaan yang lebih baik.
Sumber tepercaya untuk bacaan lanjutan
- Healthy diet — WHO
- PerBPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan — JDIH BPOM
- Iodine — NIH Office of Dietary Supplements










