Orang tua dan anak membaca bagian tanggal pada kemasan makanan di meja dapur yang bersih.
Mengenali informasi tanggal pada label menjadi salah satu langkah belajar memilih makanan dengan lebih cermat.
Gizi & Kebiasaan Makan

Cara Mengajari Anak Memeriksa Tanggal Kedaluwarsa pada Kemasan Makanan

Latih anak menemukan tanggal pada label, membaca informasi kemasan, dan mengenali kondisi produk yang perlu diperiksa orang dewasa sebelum dikonsumsi.

Ajarkan anak mencari informasi, bukan memutuskan keamanan sendirian

Ketika mengambil makanan dari lemari atau membantu menyiapkan bekal, anak dapat melihat angka tanggal pada kemasan. Ia mungkin bertanya mengapa ada tanggal yang dicetak kecil di dekat sambungan bungkus, atau apa arti tulisan “baik digunakan sebelum”. Momen seperti ini dapat menjadi latihan literasi praktis. Anak belajar bahwa kemasan menyimpan informasi penting, tetapi penilaian apakah makanan aman dikonsumsi tetap menjadi tanggung jawab orang dewasa.

Mulailah dengan menjelaskan bahwa tanggal kedaluwarsa pada kemasan adalah salah satu informasi yang harus dibaca sebelum produk digunakan. Tanggal kedaluwarsa pada kemasan perlu dibaca bersama petunjuk penyimpanan dan kondisi segelnya. Penulisan dan istilah pada label dapat berbeda, tergantung jenis produk dan ketentuan yang berlaku. Ada tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, atau keterangan masa baik digunakan. Jangan menyederhanakan semuanya seolah memiliki arti yang sama. Orang tua perlu membaca label sesuai konteks produk dan tidak meminta anak menafsirkan label yang membingungkan.

Tujuan awal cukup sederhana: anak tahu di mana informasi tanggal biasanya dicetak, dapat mengenali angka tanggal, dan mengerti bahwa kemasan yang rusak atau penyimpanan yang tidak tepat perlu diperiksa orang dewasa. Keterampilan ini lebih berguna daripada menghafal satu istilah tanpa memahami batasnya.

Temukan tanggal bersama-sama pada kemasan yang utuh

Pilih produk kemasan tertutup yang masih dalam kondisi baik dan tanggalnya mudah ditemukan. Tunjukkan beberapa tempat yang umum: bagian atas, bawah, sisi belakang, dekat segel, atau area yang dicetak terpisah. Tidak semua produk menempatkan tanggal di lokasi yang sama. Ajak anak memutar kemasan secara perlahan dan mencari tulisan yang berkaitan dengan tanggal.

Setelah ditemukan, bacalah formatnya. Anak mungkin melihat tanggal dengan nama bulan, angka hari-bulan-tahun, atau urutan berbeda. Jelaskan format yang tercetak, jangan berasumsi semua kemasan menggunakan urutan tanggal yang sama. Jika anak belum memahami kalender, tulis ulang tanggal itu pada kalender kertas bersama-sama. Tunjukkan mana bagian hari, bulan, dan tahun jika formatnya jelas.

Gunakan latihan yang tidak melibatkan konsumsi. Misalnya, siapkan dua kemasan kosong yang bersih atau foto label yang informasinya sudah disamarkan. Minta anak menemukan area tanggal, menyebutkan informasi yang tertulis, lalu membandingkan dengan tanggal hari ini menggunakan kalender. Orang tua tetap mengecek ulang karena salah membaca satu angka dapat mengubah makna informasi.

Keluarga juga dapat membaca cara menilai keamanan dan nilai gizi jajanan sekolah sebagai contoh pemeriksaan produk makanan. Kegiatan membaca label juga dapat dikaitkan dengan artikel membaca petunjuk label dan peta sebagai latihan literasi di luar buku pelajaran. Anak melihat bahwa membaca bukan hanya melafalkan kata, tetapi memahami informasi yang membantu mengambil keputusan.

Bedakan tanggal dengan kondisi kemasan

Tanggal yang tercetak bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat. Periksa bersama kemasan apakah segelnya utuh, tidak bocor, tidak menggembung secara tidak wajar, tidak sobek, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Ajarkan bahwa produk yang tanggalnya masih berlaku tetap harus disimpan sesuai petunjuk. Sebaliknya, kemasan yang rusak tidak otomatis menjadi aman hanya karena tanggalnya belum lewat.

Anak dapat belajar mengamati, tetapi jangan memintanya mencium, mencicipi, atau menguji makanan yang diragukan. Jangan mengajarkan bahwa makanan yang terlihat atau berbau normal pasti aman. Sebagian masalah keamanan pangan tidak dapat dipastikan hanya dengan penglihatan atau penciuman. Bila ada keraguan, orang tua tidak perlu menyajikan produk itu.

Perhatikan pula petunjuk penyimpanan pada label, misalnya anjuran menyimpan di tempat sejuk, kering, atau setelah dibuka harus disimpan dalam lemari pendingin. Keterangan ini berbeda dari tanggal. Ajarkan bahwa tanggal penggunaan dapat terkait dengan kondisi penyimpanan yang benar. Jika produk sudah dibuka, ikuti petunjuk yang berlaku dan gunakan penilaian orang dewasa.

Anak juga perlu memahami bahwa makanan rumahan dan produk kemasan tidak selalu memiliki cara penandaan yang sama. Jangan menerapkan aturan satu label ke semua jenis bahan. Untuk bekal sekolah, orang tua dapat membaca cara menjaga keamanan makanan bekal dari rumah hingga waktu makan, lalu memilih langkah yang sesuai dengan jenis makanan dan durasi penyimpanan.

Praktikkan dengan permainan label sederhana

Buat tiga kartu contoh: satu menunjukkan tanggal produksi, satu menunjukkan tanggal kedaluwarsa, dan satu menunjukkan petunjuk penyimpanan. Minta anak mengelompokkan informasi tersebut. Jelaskan bahwa ketiganya sama-sama berkaitan dengan produk, tetapi menjawab pertanyaan berbeda. Tanggal produksi menjelaskan kapan produk dibuat; informasi masa penggunaan menjelaskan batas atau periode yang dicantumkan produsen; petunjuk penyimpanan memberi tahu bagaimana produk sebaiknya dijaga.

Jangan membuat kartu dengan arti yang salah atau istilah yang menyesatkan. Bila istilah pada label nyata berbeda, baca bersama sesuai konteksnya. Anak usia awal sekolah cukup mengenali angka dan lokasi informasi, sedangkan anak yang lebih besar dapat membandingkan dua label dengan format berbeda.

Latihan berikutnya adalah “tunjukkan tiga hal”. Anak diminta menemukan nama produk, jumlah bersih, dan area tanggal pada kemasan yang aman. Setelah itu, orang tua menambahkan pertanyaan tentang kondisi segel atau petunjuk penyimpanan. Batasi sesi singkat agar tidak terasa seperti pemeriksaan yang menegangkan.

Apa yang harus dilakukan ketika tanggal sudah lewat atau tidak terbaca?

Ajarkan aturan keluarga yang jelas: jika tanggal tidak terbaca, kemasan rusak, atau informasi menimbulkan keraguan, jangan mengambil keputusan sendiri. Letakkan produk di tempat terpisah dan panggil orang dewasa. Anak tidak perlu membuang, membuka, atau mencicipinya untuk mencari kepastian. Orang tua yang memeriksa lebih lanjut sesuai jenis produk dan ketentuan yang berlaku.

Jika anak menemukan produk yang tanggalnya telah lewat, jangan menyalahkan dirinya atau orang yang membeli. Tanggal kedaluwarsa pada kemasan menjadi petunjuk yang perlu ditinjau bersama kondisi produk dan aturan penyimpanannya. Sampaikan bahwa ia sudah melakukan hal tepat dengan memeriksa. Orang dewasa kemudian memutuskan tindakan yang aman. Hindari diskusi yang menakut-nakuti, seperti mengatakan bahwa satu kesalahan pasti menyebabkan keracunan. Berikan pesan yang proporsional: label membantu kita lebih cermat, sedangkan keamanan makanan juga dipengaruhi kemasan dan cara penyimpanan.

Jelaskan pula bahwa anak tidak perlu mengingat seluruh tanggal semua produk di rumah. Orang tua dapat menggunakan kebiasaan menyusun bahan makanan, menempatkan produk yang perlu digunakan lebih dahulu di area yang terlihat, dan memeriksa lemari secara berkala. Anak dapat dilibatkan pada tugas sederhana seperti mengelompokkan kemasan, sementara keputusan akhir tetap dipegang orang dewasa.

Jadikan kebiasaan yang konsisten tanpa menambah kecemasan

Saat belanja, orang tua bisa memperlihatkan bagaimana mereka memeriksa label sebelum memilih produk. Jangan hanya menyoroti tanggal; periksa juga isi, komposisi jika relevan, kondisi kemasan, dan kebutuhan keluarga. Kementerian Perdagangan mengimbau konsumen untuk memperhatikan informasi produk, tanggal kedaluwarsa, dan bukti transaksi dalam praktik belanja yang cermat melalui imbauan menjadi konsumen cerdas. Anak dapat melihat bahwa membaca label merupakan kebiasaan konsumen, bukan tugas yang harus dilakukan sendirian.

Jika anak bertanya apakah semua makanan yang mendekati tanggal harus dibuang, jelaskan bahwa keluarga mengikuti label dan petunjuk penyimpanan, bukan membuat keputusan hanya berdasarkan perkiraan. Orang tua dapat menjelaskan bahwa produk yang mendekati batas penggunaan perlu diprioritaskan sesuai kondisi dan jenisnya, tanpa mengabaikan mutu atau keamanan. Jangan mendorong anak mengonsumsi makanan hanya karena ingin menghindari pemborosan.

Sesuaikan latihan dengan usia

Anak usia 5–7 tahun dapat belajar menemukan angka dan meminta orang dewasa membacakan label. Anak usia 8–10 tahun dapat mengenali format tanggal dan membandingkannya dengan kalender. Anak yang lebih besar bisa membaca beberapa informasi kemasan dan menjelaskan perbedaan petunjuk penyimpanan dengan tanggal. Namun, kesiapan setiap anak berbeda. Bila cetakan kecil sulit dibaca, gunakan foto yang diperbesar atau tulis ulang informasi tanpa mengubah makna.

Akhiri dengan menguatkan satu kebiasaan: “Kalau belum yakin, tanyakan kepada orang dewasa.” Kebiasaan itu lebih penting daripada membuat anak takut pada makanan. Dengan pendampingan, anak belajar menjadi pembaca label yang cermat sekaligus memahami bahwa keselamatan pangan bukan tanggung jawab yang harus ia pikul sendiri.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.