Ketika anak bercerita bahwa ia diejek, dikucilkan, diancam, atau dipukul, orang tua mungkin ingin mengajarinya membalas agar tidak dianggap lemah. Namun, membela diri tidak harus berarti membalas dengan kekerasan. Anak perlu tahu bahwa ia berhak aman, boleh berkata tegas jika situasi memungkinkan, dan harus mencari bantuan orang dewasa. Tanggung jawab menghentikan bullying tidak boleh dibebankan hanya kepada anak yang menjadi sasaran.
Yakinkan anak bahwa meminta bantuan bukan tanda lemah
Dengarkan cerita anak dan katakan bahwa ia tidak pantas diperlakukan seperti itu. Jangan menyalahkan karena tidak membalas, menangis, atau tidak segera melapor. Tanyakan apakah ia merasa aman saat ini dan apakah ada ancaman yang masih berlangsung. Jika ada bahaya langsung, orang dewasa perlu segera bertindak.
Ajarkan respons asertif yang aman
Jika situasi tidak membahayakan, anak dapat berlatih kalimat singkat dan jelas seperti “Berhenti, aku tidak suka diperlakukan begitu,” lalu menjauh ke tempat yang ramai atau menemui guru. Latihan dilakukan melalui permainan peran. Tekankan bahwa anak tidak perlu berdebat atau membuktikan keberanian kepada pelaku; keselamatan lebih penting daripada memenangkan pertengkaran.
Buat rencana orang dewasa yang dapat dihubungi
Bantu anak mengenali guru, petugas sekolah, wali kelas, atau orang dewasa tepercaya yang dapat dicari. Susun rute aman dan tempat melapor saat istirahat. Beri tahu bagaimana anak dapat menghubungi orang tua jika merasa tidak aman. Untuk cyberbullying, ajarkan menyimpan tangkapan layar, memblokir akun bila perlu, dan tidak membalas pesan yang memancing.
Libatkan sekolah dengan permintaan yang spesifik
Sampaikan kejadian berdasarkan fakta: kapan, di mana, apa yang terjadi, siapa yang mengetahui, dan dampaknya. Minta rencana perlindungan, pengawasan di titik rawan, jalur pelaporan, serta tindak lanjut. Hindari mempertemukan anak dengan pelaku untuk meminta maaf secara paksa saat fakta dan keselamatan belum ditangani.
Pulihkan rasa aman dan pantau kondisi anak
Perhatikan tidur, suasana hati, keinginan ke sekolah, dan hubungan sosial. Anak mungkin perlu dukungan psikologis, terutama bila mengalami ketakutan, depresi, atau trauma. Jangan menuntut ia segera melupakan kejadian. Teruskan komunikasi dengan sekolah dan tinjau apakah tindakan perlindungan benar-benar berjalan.
Pertahankan komunikasi selama proses kembali sekolah
Setelah anak kembali, jangan berhenti memeriksa keadaan begitu ia hadir satu hari. Tanyakan bagian mana yang terasa lebih mudah atau sulit dan minta sekolah memberi kabar tentang dukungan yang berjalan. Jika penolakan muncul kembali, cari apa yang berubah. Rencana yang baik perlu ditinjau bersama, bukan sekadar memaksa anak memenuhi target kehadiran.
Anak tidak harus menyelesaikan bullying sendirian
Ajarkan anak mencari orang dewasa yang dipercaya, berpindah ke tempat aman, dan menjelaskan kejadian dengan kalimat sederhana. Simpan informasi tanggal, tempat, saksi, dan bukti yang tersedia tanpa menyuruh anak membalas. Hubungi sekolah dan minta rencana tindak lanjut yang jelas. Jika terdapat ancaman kekerasan, cedera, pemerasan, atau risiko keselamatan, utamakan perlindungan segera dan gunakan jalur bantuan yang tersedia di daerah.
Untuk langkah intervensi orang dewasa, lihat panduan StopBullying.gov tentang merespons bullying, yang menekankan keselamatan dan penanganan segera.
Langkah yang bisa dicoba orang tua
- Ajarkan anak menjauh dan mencari orang dewasa tepercaya.
- Latih kalimat asertif singkat hanya bila situasi aman.
- Simpan bukti dan laporkan melalui jalur sekolah yang tepat.
- Pantau rasa aman dan kondisi emosi anak setelah kejadian.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah anak perlu diajari membalas pukulan?
Tidak sebagai strategi umum. Anak boleh melindungi diri untuk melepaskan diri dari bahaya, tetapi balas dendam atau perkelahian dapat meningkatkan risiko. Latih cara menjauh, mencari bantuan, dan melaporkan kejadian.
Inti yang perlu diingat
Cara mendukung anak menghadapi perundungan dengan aman, melatih respons asertif, menyimpan bukti, dan melibatkan sekolah tanpa mendorong balas kekerasan. Mulailah dari langkah kecil yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Perubahan membutuhkan waktu, latihan, dan dukungan yang konsisten.
Temukan bacaan lain seputar pengasuhan dan perkembangan keluarga di panduan Parenting BisaBaca.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Respond to Bullying — StopBullying.gov.
- Warning Signs for Bullying — StopBullying.gov.
- School Avoidance: Tips for Concerned Parents — American Academy of Pediatrics.










