“Harus keramas setiap kali mandi, tidak?” Pertanyaan ini sering muncul ketika anak mulai memiliki rambut lebih panjang, berkeringat saat bermain, atau memasuki usia sekolah. Ada anak yang rambutnya cepat berminyak, ada yang tetap kering selama beberapa hari, dan ada pula yang memiliki rambut ikal atau keriting yang mudah terasa kering bila terlalu sering dicuci. Frekuensi keramas sebaiknya mengikuti kondisi kulit kepala, jenis rambut, usia, serta aktivitas anak, bukan hanya kebiasaan orang dewasa.
American Academy of Dermatology (AAD) memberi panduan khusus untuk anak usia 8–12 tahun. Dalam panduan tersebut, anak usia 8–11 tahun dengan rambut yang tidak kering atau keriting dapat memulai dengan keramas satu atau dua kali seminggu. Anak sekitar usia 12 tahun atau yang mulai pubertas, memiliki rambut lurus dan berminyak, atau aktif berolahraga dapat membutuhkan keramas setiap hari atau selang sehari. Rambut kering dan keriting dapat membutuhkan jeda lebih panjang. Ini merupakan panduan umum untuk kelompok usia tertentu, bukan jadwal wajib bagi semua anak Indonesia.
Mengapa jenis rambut perlu dipertimbangkan?
Rambut lurus yang cenderung berminyak dapat terlihat lepek lebih cepat karena minyak dari kulit kepala menyebar sepanjang batang rambut. Rambut ikal atau keriting memiliki bentuk yang membuat minyak alami lebih sulit menyebar dari akar ke ujung, sehingga sebagian anak lebih mudah mengalami rambut kering. Karena itu, frekuensi keramas yang cocok untuk teman sekelas belum tentu cocok untuk anak di rumah.
Usia dan perubahan pubertas juga berpengaruh. Ketika anak memasuki pubertas, produksi minyak kulit dapat meningkat dan rambut lebih cepat berminyak. Anak yang rutin olahraga, berenang, atau banyak bermain di luar mungkin perlu membilas rambut lebih sering. Namun, keramas setiap hari tidak otomatis dibutuhkan oleh semua anak yang aktif, terutama bila rambutnya kering atau keriting.
| Kondisi rambut dan aktivitas | Panduan awal yang dapat dipertimbangkan |
|---|---|
| Usia 8–11 tahun, rambut tidak terlalu berminyak | AAD menyebut keramas 1–2 kali seminggu sebagai titik awal. |
| Rambut kering dan keriting | Jeda keramas dapat lebih panjang; AAD menyebut sekitar 7–10 hari untuk sebagian anak usia 8–12 tahun. |
| Mulai pubertas, rambut lurus berminyak | Keramas setiap hari atau selang sehari dapat lebih sesuai. |
| Sering berolahraga atau berenang | Bilas setelah aktivitas; gunakan sampo sesuai kebutuhan rambut dan kulit kepala. |
| Kulit kepala mudah gatal atau bersisik | Periksa kemungkinan kondisi kulit kepala, bukan sekadar menambah frekuensi keramas. |
Mengenali tanda terlalu sering atau terlalu jarang keramas
Rambut yang terasa kering, kusam, mudah kusut, atau tampak patah dapat menjadi petunjuk bahwa sampo terlalu sering digunakan atau produknya kurang sesuai. Di sisi lain, kulit kepala yang sangat berminyak, rambut lepek, atau bau yang menetap dapat menjadi tanda rambut perlu dibersihkan lebih teratur. Namun, ketombe, kerak, dan gatal dapat memiliki penyebab lain. Jangan menganggap semua serpihan putih berarti anak kurang keramas.
Amati rambut dan kulit kepala di antara waktu keramas. Jika rambut cepat berminyak, frekuensi dapat ditambah sedikit demi sedikit. Jika rambut semakin kering atau kusut, kurangi frekuensi dan tinjau kembali sampo serta cara mengeringkan. Ubah satu hal dalam satu waktu agar orang tua dapat menilai perubahan dengan lebih jelas.
Cara keramas yang lembut untuk anak
- Basahi rambut dan kulit kepala dengan air hangat nyaman sebelum memakai sampo.
- Tuangkan sampo secukupnya ke telapak tangan, bukan langsung dalam jumlah banyak ke kulit kepala.
- Pijat kulit kepala secara lembut dengan ujung jari. Hindari menggaruk menggunakan kuku.
- Bilas sampai tidak ada sisa sampo yang tertinggal, terutama di belakang telinga dan tengkuk.
- Gunakan kondisioner bila sesuai jenis rambut, terutama pada rambut panjang, kering, atau mudah kusut.
- Keringkan dengan menepuk atau membungkus rambut menggunakan handuk lembut, bukan menggosok kuat.
Sampo sebaiknya difokuskan pada kulit kepala karena minyak dan kotoran banyak berkumpul di sana. Menggosok seluruh panjang rambut dengan kuat dapat membuat rambut kusut atau patah. Untuk rambut panjang, gunakan kondisioner pada bagian tengah hingga ujung jika cocok dan bilas sesuai label. Anak yang belum mampu membilas dengan baik masih membutuhkan pendampingan orang dewasa.
Jika anak tidak suka keramas
Sebagian anak menolak keramas karena pernah terkena sampo di mata, takut air mengalir ke wajah, atau tidak nyaman ketika kepala harus ditengadahkan. Pertimbangkan membasahi rambut dengan gayung kecil, menggunakan kain untuk melindungi dahi, atau memberi anak kesempatan memegang handuk kecil di dekat mata. Jangan menuangkan air mendadak ke wajah.
Anak juga dapat memilih sampo dari beberapa opsi yang telah disetujui orang tua. Beri pemberitahuan sebelum mulai dan gunakan urutan yang konsisten. Jika rambut tidak perlu dicuci pada hari itu, tidak perlu memaksa hanya karena anak mandi. Memisahkan jadwal mandi dan keramas dapat mengurangi konflik sekaligus menghindari penggunaan sampo berlebihan.
Kapan masalah rambut perlu diperiksa?
Minta penilaian tenaga kesehatan bila anak mengalami gatal berat, kemerahan, luka garukan, kerak tebal, rambut rontok bercak, atau serpihan yang menetap meskipun rutinitas sudah disesuaikan. Kondisi kulit kepala seperti dermatitis seboroik, infeksi jamur, atau psoriasis memerlukan penilaian yang berbeda dan tidak selalu membaik dengan lebih sering keramas.
Bila memakai sampo antiketombe atau produk obat, ikuti usia dan petunjuk pada label serta arahan dokter. Jangan memberikan sampo dewasa dengan bahan aktif kuat pada anak kecil tanpa saran profesional. Jika muncul kemerahan atau rasa terbakar setelah produk baru, hentikan dan konsultasikan bila keluhan tidak membaik.
Pertanyaan singkat
Apakah rambut anak harus dikeramas setiap hari? Tidak. Jenis rambut, usia, produksi minyak, dan aktivitas menentukan frekuensinya.
Apakah rambut keriting boleh jarang keramas? Sebagian rambut keriting atau kering memang membutuhkan jeda lebih panjang. Tetap bilas setelah keringat berat atau berenang dan sesuaikan perawatan.
Apakah rambut bau berarti anak kurang bersih? Tidak selalu. Bau dapat berkaitan dengan keringat, kulit kepala, produk rambut, atau kondisi tertentu yang perlu diperiksa bila menetap.
Ikuti kondisi rambut, bukan jadwal orang lain
Frekuensi keramas yang baik adalah yang menjaga kulit kepala bersih tanpa membuat rambut anak semakin kering atau mudah patah. Gunakan panduan usia sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan jenis rambut, aktivitas, dan perubahan pubertas. Jika muncul gatal, kerak, atau kerontokan yang tidak biasa, cari tahu penyebabnya sebelum menambah frekuensi keramas.
Baca panduan tentang kerak kepala bayi, perawatan kulit di lipatan tubuh, serta artikel Kesehatan Anak lainnya.
Keramas dan berenang atau berolahraga
Setelah berenang, bilas rambut dengan air bersih agar sisa air kolam dan kotoran terangkat. Pada rambut yang mudah kering, kondisioner yang sesuai dapat membantu mengurangi kusut. Anak yang memakai helm, topi olahraga, atau penutup kepala dalam waktu lama juga mungkin perlu membersihkan kulit kepala lebih teratur bila berkeringat. Namun, membilas dengan air dan menggunakan sampo adalah dua hal berbeda; sampo dapat dipakai sesuai kebutuhan kulit kepala, bukan otomatis setelah setiap aktivitas.
Periksa kulit kepala secara berkala. Sisik, gatal, luka, atau area rambut yang rontok dapat memerlukan penilaian, bukan sekadar jadwal keramas baru. Produk antiketombe untuk orang dewasa tidak selalu cocok untuk anak. Ikuti batas usia pada label dan minta saran tenaga kesehatan bila masalah menetap.
Sumber dan bacaan lanjutan
- American Academy of Dermatology: How often do children need to wash their hair? — panduan keramas menurut usia, jenis rambut, dan aktivitas.
- American Academy of Dermatology: Teaching your child healthy hair-care habits — cara keramas dan merawat rambut anak.
- NHS: Washing and bathing your baby — kebersihan rambut dan mandi pada bayi.










