Dokter memeriksa bayi yang didampingi orang tuanya dalam sesi konsultasi.
Perhatikan pola tidur dan pastikan tempat tidur bayi tetap aman serta bebas benda lunak.
Kesehatan & Perawatan Anak

Bahaya Grok-Grok pada Bayi Baru Lahir: Kapan Bunyi Napas Perlu Diperiksa?

Bayi baru lahir dapat mengeluarkan bunyi napas karena lendir, tetapi beberapa suara disertai tanda bahaya perlu dinilai segera. Kenali perbedaan suara ringan dan kondisi yang membutuhkan pertolongan.

Suara grok-grok pada bayi baru lahir sering menimbulkan kecemasan, terutama pada minggu pertama setelah pulang dari fasilitas persalinan. Sebagian suara berasal dari lendir atau cairan yang masih berada di hidung dan tenggorokan bayi, tetapi pada bayi baru lahir kita tidak boleh menganggap setiap bunyi sebagai hal biasa. Usia yang sangat muda membuat perubahan pada napas, warna kulit, aktivitas, dan kemampuan menyusu perlu diperhatikan dengan cermat.

Artikel ini membahas tanda yang membantu orang tua menentukan kapan perlu berkonsultasi dan kapan harus mencari pertolongan darurat. Bunyi napas saja tidak bisa memastikan diagnosis. Jika bayi tampak kesulitan bernapas atau kondisinya berubah, jangan menunggu sampai semua tanda muncul.

Mengapa bayi baru lahir bisa mengeluarkan suara grok-grok?

Saluran napas bayi baru lahir masih kecil dan kemampuan membersihkan lendir belum sematang anak yang lebih besar. Suara udara yang melewati lendir atau cairan di bagian hidung dan tenggorokan dapat terdengar seperti berkumur atau grok-grok. Suara mungkin lebih jelas saat bayi tidur, setelah menyusu, atau ketika berbaring. IDAI membahas fenomena ini dalam artikel tentang napas grok-grok pada bayi dan anak, termasuk peran lendir dan iritan lingkungan.

Namun, istilah grok-grok bukan diagnosis. Orang tua bisa saja menggunakan istilah yang sama untuk bunyi lendir, dengusan, mengi, atau stridor. Suara melengking ketika menarik napas, suara mengerang setiap kali mengembuskan napas, atau bunyi yang disertai kerja napas meningkat harus diperlakukan lebih serius.

Tanda bahwa bayi perlu segera mendapat pertolongan

Perhatikan tarikan kulit di antara tulang rusuk atau bawah tulang dada saat bayi menarik napas, cuping hidung yang melebar, napas yang terus sangat cepat, dan suara mengerang pada setiap embusan. Bibir atau lidah kebiruan/keabu-abuan, jeda napas yang disertai perubahan warna atau lemas, serta bayi yang sulit dibangunkan merupakan tanda darurat. Bayi yang tidak mampu menyusu karena sesak juga membutuhkan pertolongan segera.

Perubahan kondisi umum juga penting. Bayi baru lahir yang tiba-tiba lebih lemas, hisapannya melemah, tidak tertarik menyusu, suhu tubuh tidak normal, atau kulitnya tampak sangat pucat perlu dinilai. Buku KIA Kementerian Kesehatan mencantumkan sejumlah tanda bahaya pada bayi baru lahir, termasuk sesak atau napas cepat, dada tertarik ke dalam, aktivitas lemah, hisapan lemah, muntah hijau, kejang, serta perubahan warna kulit.

Kapan bunyi napas bukan sekadar lendir biasa?

Jika suara disertai kesulitan menyusu, tersedak berulang, napas terengah-engah, atau tarikan dada, dokter perlu menilai apakah ada gangguan saluran napas atau kondisi lain. Bunyi bernada tinggi saat menarik napas dapat disebut stridor dan memiliki penyebab yang beragam. Pada bayi, salah satu kemungkinan yang dikenal adalah laringomalasia, tetapi diagnosis memerlukan evaluasi. Baca panduan AAP tentang laringomalasia dan stridor.

Jangan mencoba menentukan apakah bayi mengalami infeksi, refluks, atau masalah struktur hanya berdasarkan bunyi. Dokter akan menilai kapan suara muncul, hasil pemeriksaan, usia, riwayat kelahiran, kemampuan makan, dan pertumbuhan bayi. Ada kondisi yang dapat membaik seiring waktu, tetapi ada pula yang memerlukan pemantauan atau penanganan.

Apa yang dapat dilakukan jika bayi tampak nyaman?

Jika bunyinya ringan, bayi bernapas tanpa usaha, warna kulit normal, dan menyusu dengan baik, orang tua dapat mengamati pola secara cermat sambil mengikuti jadwal pemeriksaan bayi baru lahir. Jauhkan bayi dari asap rokok, vape, debu, parfum kuat, dan pewangi ruangan. Jangan meneteskan minyak, ASI, atau ramuan ke hidung. Jika hidung tersumbat mengganggu menyusu, minta saran tenaga kesehatan mengenai cara membersihkan hidung yang sesuai.

Tetap gunakan aturan tidur aman: bayi telentang, di permukaan datar dan kokoh, tanpa bantal, guling, selimut longgar, atau benda lunak. Jangan menidurkan bayi tengkurap atau memiringkan kasur demi mengubah bunyi napas. Jika bayi terlihat sesak, jangan fokus membersihkan lendir atau mencoba posisi baru—prioritaskan pertolongan.

Demam dan tanda penyakit pada bayi baru lahir

Usia bayi sangat menentukan kehati-hatian. Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih harus segera dinilai tenaga kesehatan. Bayi baru lahir yang tidak mau menyusu, menjadi lemas, bernapas sulit, mengalami kejang, atau tampak kuning dalam 24 jam pertama juga membutuhkan penilaian segera. WHO mengingatkan bahwa kesulitan bernapas, masalah menyusu, penurunan aktivitas, demam, kejang, dan kuning dini termasuk tanda bahaya pada bayi baru lahir. Lihat informasi WHO tentang keselamatan dan kesejahteraan bayi baru lahir.

Jangan memberikan obat demam sebelum bayi sangat muda diperiksa tanpa petunjuk klinis. Jangan menunggu untuk melihat apakah grok-grok hilang bila ada gejala lain yang mengkhawatirkan.

Bagaimana memantau tanpa terlalu fokus pada suara?

Gunakan catatan singkat: kapan suara muncul, durasinya, apakah bayi sedang tidur atau menyusu, berapa banyak bayi minum, jumlah popok basah, suhu tubuh, dan apakah napas tampak mudah atau berat. Jangan menghabiskan waktu terus-menerus menghitung napas jika bayi terlihat sakit. Catatan ini berguna saat konsultasi, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan langsung.

Jika keluarga memakai monitor bayi, ingat bahwa suara dari monitor dapat terdengar lebih keras atau berbeda dari kenyataan. Jangan menjadikan satu bunyi dari perangkat sebagai satu-satunya cara menilai kondisi. Periksa bayi secara langsung, dan segera cari bantuan jika ada tanda bahaya.

Contoh situasi: dua keadaan yang berbeda

Keadaan pertama: bayi berusia sepuluh hari mengeluarkan bunyi rendah sebentar saat tidur, tetapi warna kulit normal, napas tidak terlihat berat, bayi menyusu dengan baik, dan popok basah sesuai pemantauan. Orang tua dapat mencatat suara dan membicarakannya pada pemeriksaan, sambil meminta nasihat lebih cepat bila bunyi menetap atau berubah.

Keadaan kedua: bayi berusia sepuluh hari mengeluarkan bunyi saat menarik napas, dadanya tertarik ke dalam, dan ia sering melepaskan payudara untuk mengambil napas. Ini bukan situasi untuk menunggu bunyi reda. Bayi perlu segera mendapat penilaian medis.

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan

  • Jangan memberi obat grok-grok atau obat flu tanpa pemeriksaan.
  • Jangan menganggap semua suara napas sama.
  • Jangan memasukkan cotton bud atau benda lain jauh ke hidung bayi.
  • Jangan menidurkan bayi tengkurap atau menggunakan bantal penyangga.
  • Jangan menunda pertolongan saat bayi sulit bernapas, menyusu, atau merespons.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah grok-grok pada bayi baru lahir selalu berbahaya?

Tidak selalu, tetapi usia yang sangat muda menuntut kehati-hatian. Bunyi ringan tanpa gejala lain bisa berbeda dari suara yang disertai sesak atau perubahan kondisi umum. Jika ragu, mintalah penilaian tenaga kesehatan.

Apakah bayi perlu diuap atau diberi obat untuk mengeluarkan lendir?

Jangan memberikan uap panas atau obat tanpa petunjuk. Cara yang diperlukan bergantung pada kondisi bayi; perawatan hidung sederhana hanya cocok untuk situasi tertentu.

Lebih waspada pada minggu pertama kehidupan

Selama minggu pertama, bayi masih melalui penyesuaian setelah lahir dan orang tua mungkin belum mengenali pola normalnya. Karena itu, perubahan baru—terutama menyusu melemah, lebih sulit dibangunkan, suhu tidak normal, atau napas yang tampak lebih berat—perlu disampaikan segera kepada tenaga kesehatan. Jangan menunggu kunjungan rutin bila bayi tampak sakit. Jika baru pulang dari fasilitas persalinan, hubungi fasilitas atau tenaga kesehatan yang merawat untuk mendapat arahan, dan gunakan layanan darurat bila ada tanda gangguan napas atau respons bayi menurun.

Pada kunjungan setelah lahir, orang tua sebaiknya bertanya bagaimana menghubungi layanan kesehatan di luar jam praktik dan fasilitas mana yang menerima kondisi gawat darurat. Simpan Buku KIA serta catatan pulang jika ada, tetapi jangan sibuk mencari dokumen ketika bayi sedang sesak berat atau tidak responsif. Minta orang lain menyiapkan barang jika perlu, sementara satu orang mendampingi bayi dan mencari bantuan medis.

Jangan menunggu sampai bayi tampak sangat sakit

Bayi kecil tidak selalu memperlihatkan gejala seperti anak yang lebih besar. Penurunan kemampuan menyusu, perubahan tangisan, berkurangnya aktivitas, atau napas yang terasa lebih berat dapat menjadi tanda awal yang penting. Orang tua tidak harus menentukan sendiri apakah keadaan tersebut cukup berat untuk diperiksa. Saat bayi baru lahir tampak berubah dari biasanya, lebih baik meminta arahan medis segera. Jika ada tanda darurat seperti sesak, membiru, kejang, atau sulit dibangunkan, langsung cari pertolongan darurat.

Inti yang perlu diingat

Grok-grok pada bayi baru lahir dapat berasal dari lendir, tetapi bunyi tidak cukup untuk memastikan bayi aman. Amati napas, warna kulit, aktivitas, dan kemampuan menyusu. Jika ada tarikan dada, napas terengah, bayi lemas, membiru, atau tidak mau menyusu, cari pertolongan segera. Untuk informasi kesehatan lain, kunjungi kategori Kesehatan Anak BisaBaca.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.