Ayah merawat bayi yang berbaring di alas ganti dengan perlengkapan di dekatnya.
Dinamika Keluarga & Pengasuhan Bersama

Ayah Baru Belajar Mengurus Bayi? Mulai dari Rutinitas Ini agar Makin Percaya Diri

Ayah tidak harus langsung mahir merawat bayi. Mulailah dengan rutinitas dasar yang aman, pelajari cara membaca isyarat bayi, dan berbagi tanggung jawab dengan pengasuh lain.

Ketika bayi baru lahir, banyak hal terasa baru bagi Ayah: suara tangisan, cara memegang tubuh yang masih mungil, pergantian popok, jadwal menyusu, hingga waktu tidur yang belum teratur. Ada Ayah yang ingin terlibat tetapi takut salah. Ada pula yang menunggu instruksi karena merasa Ibu lebih tahu. Keterampilan merawat bayi tidak harus muncul sekaligus. Ayah dapat memulainya dari rutinitas kecil yang dipelajari dengan benar dan diulang setiap hari.

Menjadi Ayah yang terlibat bukan berarti melakukan semua hal sendiri atau mengambil alih seluruh pekerjaan Ibu. Artinya, Ayah ikut memahami kebutuhan bayi, ikut mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab pengasuhan sesuai kemampuan keluarga. Semakin sering Ayah berlatih dengan aman, semakin mudah ia mengenali kebiasaan bayi.

Mulai dari empat rutinitas yang paling mudah dipelajari

1. Mengganti popok dan menjaga kebersihan

Siapkan popok, tisu atau kain bersih, alas, dan pakaian pengganti sebelum mulai. Letakkan bayi pada permukaan yang stabil dan jangan pernah meninggalkannya tanpa pengawasan di tempat tinggi. Jika harus mengambil barang yang tertinggal, bawa bayi atau letakkan di tempat aman terlebih dahulu. Bersihkan dengan lembut, perhatikan lipatan kulit, lalu cuci tangan setelah selesai.

2. Membantu bayi bersendawa dan berganti posisi

Setelah menyusu, sebagian bayi perlu dibantu bersendawa. Ayah dapat menggendong bayi dengan kepala dan leher tersangga, lalu menepuk atau mengusap punggungnya secara lembut. Tidak semua bayi selalu bersendawa setiap kali menyusu. Jika bayi tampak tidak nyaman, ikuti petunjuk tenaga kesehatan, terutama bila ada masalah menyusu, muntah berulang, atau pertumbuhan yang perlu dipantau.

3. Memandikan bayi dengan persiapan yang aman

Siapkan air dengan suhu nyaman, handuk, pakaian, dan perlengkapan sebelum bayi dibawa ke area mandi. Pastikan permukaan tidak licin. Satu tangan tetap menjaga bayi dan jangan meninggalkannya di dalam air, bahkan untuk mengambil telepon atau handuk. Jika Ayah belum terbiasa, minta pendamping menunjukkan cara menyangga tubuh bayi dan memandikannya dengan aman.

4. Menenangkan bayi dengan cara yang lembut

Periksa kebutuhan dasar terlebih dahulu: lapar, popok basah, suhu ruangan, rasa lelah, atau kebutuhan untuk dipeluk. Ayah dapat berbicara pelan, menyanyi, mengayun dengan gerakan lembut, atau menggendong bayi dengan posisi yang aman. Hindari mengguncang bayi. Jika tangisan membuat Ayah kewalahan, letakkan bayi telentang di tempat tidur bayi yang aman, pastikan lingkungan terkendali, lalu minta bantuan orang dewasa yang dipercaya.

Pahami prinsip tidur aman bayi

Rutinitas tidur perlu memprioritaskan keselamatan, bukan sekadar membuat bayi cepat terlelap. Bayi sebaiknya ditidurkan telentang di permukaan yang rata, kokoh, dan terpisah, dengan area tidur bebas dari bantal, selimut longgar, boneka, serta benda empuk yang dapat menutup wajah. Jangan tertidur bersama bayi di sofa atau kursi. Jika Ayah merasa mengantuk saat menggendong, pindahkan bayi ke tempat tidur aman sebelum Ayah beristirahat.

Rutinitas bayi belum tentu teratur seperti jadwal orang dewasa. Bayi kecil sering bangun untuk menyusu dan membutuhkan respons terhadap isyaratnya. Ayah dan Ibu dapat bergantian menangani tugas yang memungkinkan, sambil tetap mengikuti kebutuhan menyusu dan arahan tenaga kesehatan. Hindari memaksa bayi mengikuti jadwal kaku yang tidak sesuai tahap usianya.

Belajar membaca kebutuhan bayi, bukan hanya menyelesaikan tugas

Merawat bayi tidak semata-mata menyelesaikan daftar pekerjaan. Perhatikan ekspresi, gerakan, suara, dan perubahan respons bayi. Bayi yang memalingkan wajah atau menguap mungkin membutuhkan jeda dari rangsangan. Bayi yang mencari-cari dengan mulut atau mengisap tangan bisa menunjukkan tanda lapar. Isyarat berbeda antarbayi, sehingga Ayah perlu mengamati pola anaknya sendiri.

Ketika bayi menangis, jangan langsung menganggap ia ingin digendong dengan cara tertentu. Periksa kondisi secara berurutan. Coba satu cara menenangkan, amati responsnya, kemudian sesuaikan. Panduan National Health Service (NHS), layanan kesehatan nasional Inggris, tentang menenangkan bayi yang menangis menjelaskan bahwa tangisan dapat berkaitan dengan lapar, popok basah, lelah, membutuhkan pelukan, terlalu panas atau dingin, serta rangsangan yang berlebihan.

Buat pembagian tanggung jawab yang jelas bersama pasangan

Ayah dan Ibu dapat menentukan beberapa tugas tetap, misalnya Ayah menyiapkan perlengkapan mandi, mengganti popok setelah pulang kerja, atau mengambil giliran menenangkan bayi pada waktu tertentu. Pembagian perlu realistis dan fleksibel. Jika jadwal kerja berubah, bicarakan penyesuaian tanpa menganggap satu orang tua harus menanggung semuanya.

Jangan menunggu Ibu meminta bantuan untuk setiap hal. Ayah dapat mengamati kebutuhan rumah, memastikan stok popok, mencuci perlengkapan, mencatat pertanyaan untuk kontrol kesehatan, atau menyiapkan makanan bagi pengasuh yang kelelahan. Tugas tidak langsung kepada bayi juga merupakan bagian dari tanggung jawab pengasuhan.

Kesalahan umum yang sebaiknya dihindari

  • Menganggap bayi akan terbiasa dengan semua cara gendong tanpa memperhatikan responsnya.
  • Mengguncang bayi untuk menghentikan tangisan atau membuatnya tertidur.
  • Meninggalkan bayi di tempat tinggi atau di air tanpa pengawasan.
  • Memaksakan jadwal tidur atau makan yang tidak sesuai kebutuhan bayi.
  • Menganggap tugas perawatan sebagai “bantuan” kepada Ibu, bukan tanggung jawab bersama.
  • Membandingkan kemampuan Ayah dengan pengasuh lain dan berhenti mencoba setelah satu pengalaman sulit.

Kapan Ayah perlu meminta bantuan tenaga kesehatan?

Mintalah panduan bila Ayah belum yakin cara menyusui yang didukung, menyiapkan makanan pendamping kelak, memandikan bayi, atau mengenali tanda sakit. Hubungi fasilitas kesehatan jika bayi sulit bernapas, tampak sangat lemas, tidak mau menyusu, mengalami demam pada usia yang masih sangat muda, atau menunjukkan gejala yang membuat orang tua khawatir. Jangan menunda pertolongan hanya karena takut dianggap tidak mampu merawat bayi.

Bangun kepercayaan diri melalui praktik, bukan kesempurnaan

Ayah tidak harus menjadi pengasuh yang sempurna. Ia perlu mau belajar, mengikuti prinsip keselamatan, dan meminta bantuan saat belum yakin. Pilih satu rutinitas yang dapat Ayah pegang mulai hari ini, lalu tambah secara bertahap. Artikel aktivitas sederhana untuk bayi 0–3 bulan, panduan tumbuh kembang bayi, dan kerja sama Ayah dan Ibu dapat melengkapi proses belajar keluarga.

Kenali beberapa kebutuhan dasar bayi dan cara meminta bantuan

Rutinitas merawat bayi akan terasa lebih mudah bila Ayah memahami tanda lapar, popok basah, kelelahan, suhu tubuh yang tidak nyaman, serta kebutuhan untuk ditenangkan. Bayi belum selalu menangis dengan cara yang sama, sehingga perhatikan pola dan konteksnya. Catat pertanyaan yang muncul selama perawatan untuk dibahas dengan bidan, dokter, atau tenaga kesehatan saat kunjungan berikutnya.

Untuk tidur, ikuti panduan tidur aman dari American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat. AAP menyarankan bayi ditidurkan telentang pada permukaan yang rata dan kokoh, serta area tidurnya dijaga bebas dari benda lunak yang dapat menghalangi jalan napas. Baca penjelasan AAP tentang posisi tidur aman untuk bayi. Panduan ini merupakan informasi umum; ikuti arahan dokter bila bayi memiliki kondisi medis tertentu. Untuk tidur, ikuti panduan tidur aman: letakkan bayi telentang pada permukaan tidur yang rata dan kokoh, gunakan tempat tidur bayi yang sesuai, dan hindari bantal, selimut longgar, boneka, atau benda empuk yang dapat mengganggu jalan napas. Jangan mengandalkan posisi miring atau tengkurap sebagai cara membuat bayi lebih nyenyak tanpa arahan medis. Saat memandikan bayi, siapkan semua perlengkapan terlebih dahulu dan jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di air, sekalipun hanya sebentar. Jika Ayah ragu, minta demonstrasi dari tenaga kesehatan atau pengasuh yang berpengalaman.

Setiap popok yang diganti, setiap tangisan yang ditanggapi dengan tenang, dan setiap rutinitas yang dijalankan dengan aman memberi Ayah pengalaman mengenali anaknya. Percaya diri tumbuh dari keterlibatan yang konsisten, bukan dari tuntutan agar Ayah langsung mahir.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.