Anak di kursi makan memegang tisu dekat mulut sementara ibu duduk di sampingnya.
Perhatikan pola anak mengeluarkan makanan dari mulut tanpa memarahi atau memaksanya.
Kesehatan & Perawatan Anak

Anak Mepeh Makanan: Penyebab dan Cara Membantu Anak Makan

Istilah “mepeh makanan” biasanya digunakan ketika anak mengeluarkan kembali makanan dari mulut, menahannya di bibir, atau tidak segera menelan saat disuapi. Perilaku ini dapat muncul sesekali, tetapi jika berulang…

Istilah “mepeh makanan” biasanya digunakan ketika anak mengeluarkan kembali makanan dari mulut, menahannya di bibir, atau tidak segera menelan saat disuapi. Perilaku ini dapat muncul sesekali, tetapi jika berulang penting untuk melihat apa yang terjadi sebelum dan selama makan. Penyebabnya tidak selalu karena anak sengaja menolak; tekstur, rasa, kemampuan mengunyah, rasa kenyang, atau ketidaknyamanan bisa berperan.

Apa yang mungkin menyebabkan anak mepeh?

Anak mungkin belum nyaman dengan tekstur tertentu atau makanan terasa terlalu kering, berserat, atau sulit dihancurkan. Porsi yang terlalu besar di mulut juga dapat membuatnya kesulitan. Sebagian anak masih belajar koordinasi mengunyah dan menelan, sedangkan yang lain mungkin mengalami nyeri mulut, tumbuh gigi, sembelit, refluks, atau masalah kesehatan lain. Perhatikan apakah anak mepeh hanya ketika ditawari makanan tertentu atau hampir semua makanan. Catat usia, jenis tekstur, lama makan, apakah ada batuk atau tersedak, serta makanan yang dapat dimakan dengan nyaman. Informasi ini membantu orang tua menghindari kesimpulan yang terlalu cepat.

Cara merespons di rumah

Mulai dengan porsi kecil dan tekstur yang aman sesuai kemampuan anak. Beri waktu mengunyah, jangan terus menjejalkan sendok baru ketika makanan masih berada di mulut, dan hindari menyuapi saat anak menangis atau berbaring. Dudukkan anak tegak dan awasi sepanjang sesi. Jika makanan terlalu kering, sesuaikan dengan bahan lembut yang sesuai, bukan langsung menambahkan saus asin atau gula. Biarkan anak melihat, mencium, dan menyentuh makanan tanpa tuntutan harus menelan semuanya. Orang tua dapat memperagakan mengunyah dengan perlahan dan makan bersama. Hindari memarahi anak atau menganggap perilaku itu sebagai kenakalan. Tekanan dapat membuatnya makin enggan membuka mulut.

Evaluasi tekstur dan keterampilan makan

Untuk bayi, tekstur harus meningkat bertahap sesuai kemampuan, bukan diputuskan hanya dari usia. Makanan keras, berserat panjang, atau berbentuk bulat licin bisa berisiko. Sebaliknya, mempertahankan puree sangat halus terlalu lama tanpa alasan juga dapat membatasi pengalaman belajar tekstur. Perubahan dilakukan sedikit demi sedikit sambil mengamati kemampuan anak. Jika anak terus mengeluarkan makanan atau tidak bisa memindahkannya di mulut, minta penilaian dokter. Profesional mungkin perlu menilai kemampuan oral-motor, menelan, pertumbuhan, dan faktor sensorik. Jangan memaksakan finger food atau potongan kasar jika anak menunjukkan kesulitan berulang.

Kapan perlu segera mencari pertolongan?

Konsultasikan jika mepeh berlangsung dalam banyak sesi makan, makanan sering tertahan di mulut, anak batuk atau tersedak, suara terdengar basah setelah menelan, makan selalu sangat lama, muntah berulang, atau berat badan sulit naik. Bila anak tidak dapat bernapas atau menunjukkan tanda tersedak berat, segera lakukan pertolongan pertama yang sesuai usia dan hubungi layanan darurat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mepeh berarti anak tidak suka makan? Tidak selalu. Perilaku ini dapat berkaitan dengan tekstur, keterampilan, kenyamanan, atau respons terhadap tekanan makan. Haruskah makanan langsung diganti setiap kali dimepeh? Tidak perlu selalu mengganti menu. Tinjau tekstur dan kondisi anak; tawarkan kembali dengan tenang pada kesempatan lain tanpa paksaan.

Apa yang bisa dicatat sebelum konsultasi?

Catat apakah makanan yang dimepeh keras, kering, berserat, atau baru dikenalkan; bagaimana posisi duduk anak; berapa lama makan; dan apakah ada batuk, muntah atau suara berubah. Tuliskan juga makanan yang bisa diterima dengan baik. Informasi ini membantu membedakan penolakan rasa dari kesulitan mengolah tekstur. Jangan mencoba latihan mengunyah dengan makanan keras yang berisiko tersedak. Pilih tekstur yang sudah dikuasai sampai mendapatkan saran lebih lanjut. Jika anak sering menahan atau mengeluarkan makanan, konsultasikan lebih awal, terutama ketika asupan dan pertumbuhan mulai terdampak.

Menilai apakah tekstur perlu disesuaikan

Anak mungkin lebih mudah mengelola makanan yang lembut dan lembap daripada bahan yang kering atau berserat. Ubah satu unsur pada satu waktu dan catat responsnya. Namun, jangan terus-menerus menghaluskan semua makanan tanpa menilai perkembangan, terutama jika anak sudah lebih besar tetapi tetap tidak mampu mengelola tekstur. Jika perilaku berlangsung konsisten, tenaga kesehatan dapat mengevaluasi keterampilan makan serta pertumbuhan. Lihat kategori Kesehatan Anak BisaBaca untuk topik terkait, tetapi jangan menunda konsultasi apabila ada gejala menelan yang mengkhawatirkan.

Waktu makan harus cukup tenang

Kurangi suara dan distraksi yang membuat anak kehilangan perhatian pada makanan. Duduk bersama dan tawarkan suapan kecil sesuai kemampuan. Jangan berbicara terus-menerus untuk mendesak anak menelan; beri jeda agar ia dapat mengolah makanan. Jika orang tua khawatir makanan tertahan, perhatikan respons anak dan hentikan suapan tambahan. Kesulitan yang berulang, batuk, atau suara berubah setelah makan perlu disampaikan kepada dokter. Jangan menganggap mepeh hanya sebagai perilaku yang perlu dihukum.

Kesulitan makan dan cara menyajikan makanan sering saling berkaitan. Pelajari juga Anak Mengulum Makanan Terus dan Penyebab Anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan Cara Memahaminya. Tautan ini membentuk jalur bacaan lanjutan untuk topik yang berhubungan.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.