Bayi sedang makan di kursi tinggi sementara ibu menyuapkan makanan.
Beri waktu anak mengunyah dan menelan sebelum menawarkan suapan berikutnya.
Kesehatan & Perawatan Anak

Anak Mengulum Makanan Terus: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak yang mengulum makanan dalam waktu lama dapat membuat orang tua khawatir apakah ia akan mendapat cukup gizi. Mengulum bisa terjadi karena anak sedang belajar mengunyah, makanan terlalu sulit dihancurkan, porsi di…

Anak yang mengulum makanan dalam waktu lama dapat membuat orang tua khawatir apakah ia akan mendapat cukup gizi. Mengulum bisa terjadi karena anak sedang belajar mengunyah, makanan terlalu sulit dihancurkan, porsi di mulut terlalu besar, ia tidak lapar, atau waktu makan terasa menegangkan. Namun, bila makanan sering tertahan lama di mulut, perilaku tersebut perlu diperhatikan karena bisa berkaitan dengan keterampilan makan atau menelan.

Mengapa anak suka mengulum makanan?

Tekstur yang kering, berserat, alot, atau bercampur dengan potongan yang sulit bisa membuat anak tidak tahu bagaimana memproses makanan. Anak mungkin juga terlalu cepat disuapi sehingga tidak sempat mengunyah, atau terlalu banyak makanan dimasukkan sekaligus. Sebagian anak sensitif terhadap bau dan tekstur, sedangkan yang lain dapat mengalami masalah mulut, gigi, menelan, refluks, atau kondisi perkembangan yang memengaruhi keterampilan makan. Perhatikan jenis makanan yang paling sering dikulum. Apakah daging dan nasi kering lebih sulit daripada makanan lunak? Apakah anak mampu mengunyah makanan favorit? Apakah ia batuk, muntah, atau suaranya berubah setelah makan? Catatan tersebut lebih berguna daripada hanya mengingat bahwa anak “lama menghabiskan makanan”.

Langkah praktis yang bisa dicoba

Sajikan potongan kecil dengan tekstur sesuai usia dan kemampuan. Pastikan makanan tidak terlalu kering atau keras, dan jangan memasukkan suapan baru sebelum suapan sebelumnya selesai. Beri waktu makan tanpa tergesa-gesa, tetapi jangan memperpanjang sesi menjadi lebih dari sekitar 30 menit secara terus-menerus. Anak harus duduk tegak dan berada dalam pengawasan orang dewasa. Hindari mengorek makanan dari mulut anak secara kasar, memaksanya menelan, atau memberi minum dalam jumlah besar untuk “mendorong” makanan turun. Jika ada makanan yang jelas tidak mampu diolah, hentikan penyajian bahan tersebut dan pilih tekstur yang lebih aman sambil berkonsultasi bila masalah berulang. Jangan menyuapi sambil menonton video atau bermain, karena perhatian anak perlu diarahkan pada makan dan menelan.

Membantu keterampilan makan secara bertahap

Orang tua dapat makan bersama, memperagakan mengunyah pelan, dan menawarkan satu tekstur yang sudah dikuasai bersama makanan baru dalam jumlah kecil. Biarkan anak menyentuh atau mencium makanan, tetapi hindari menuntut harus menelan setiap kali. Jika anak lebih mudah makan makanan lembut, itu bisa menjadi titik awal, bukan alasan permanen untuk membatasi semua tekstur. Tidak ada latihan rumahan yang menggantikan evaluasi ketika anak terus mengulum. Dokter atau profesional keterampilan makan dapat membantu menentukan apakah perlu perubahan tekstur, pemeriksaan mulut, atau penilaian menelan. Untuk bayi dan balita, keselamatan lebih penting daripada mengejar target habis satu piring.

Tanda perlu konsultasi

Bicarakan dengan dokter jika anak secara konsisten menyimpan makanan di mulut, sering tersedak atau batuk saat makan, suara terdengar basah, sulit mengunyah, menghindari banyak tekstur, muntah berulang, atau pertumbuhannya menjadi perhatian. Cari pertolongan segera bila makanan menyebabkan sumbatan jalan napas atau anak tidak bisa bernapas dengan efektif.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mengulum hanya kebiasaan buruk? Tidak selalu. Perilaku ini bisa terkait kemampuan oral-motor, tekstur makanan, rasa kenyang, atau pengalaman makan. Apakah anak perlu diberi makanan lebih keras agar cepat belajar mengunyah? Jangan langsung memberikan makanan keras. Tekstur perlu meningkat bertahap dan sesuai kemampuan agar tidak meningkatkan risiko tersedak.

Membuat porsi lebih mudah dikelola

Berikan satu suapan kecil, lalu tunggu sampai anak selesai sebelum menawarkan suapan baru. Jika makanan kering, sesuaikan konsistensi dengan bahan lembut yang aman. Hindari mencampurkan terlalu banyak jenis tekstur dalam satu suapan bila anak tampak kesulitan memprosesnya. Tetap dudukkan anak tegak dan pastikan suasana tidak tergesa-gesa. Jika anak mengulum makanan yang sama berulang kali, jangan memaksanya menelan. Keluarkan atau hentikan sesi dengan cara yang aman dan tenang, lalu minta saran bila pola terus berlangsung. Profesional dapat menilai kemampuan oral-motor dan menentukan apakah tekstur, kecepatan makan, atau dukungan lain perlu disesuaikan.

Jangan menekan anak untuk menelan

Meminta anak menelan berulang kali atau menjejalkan air dapat membuat situasi tidak aman. Beri kesempatan menyelesaikan satu suapan dan perhatikan respons. Bila makanan tetap tertahan di mulut, hentikan pemberian tambahan dan cari saran apabila hal ini berulang. Masalah mengulum yang menetap bisa perlu penilaian keterampilan makan, bukan hanya strategi disiplin. Kategori Kesehatan Anak BisaBaca memberi bacaan umum, sedangkan dokter atau profesional terkait dapat menilai kebutuhan anak secara langsung.

Kenali tanda kesulitan menelan

Batuk saat makan, suara basah setelah menelan, makanan keluar dari hidung, sesak, atau infeksi pernapasan berulang perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Tidak semua gejala berarti gangguan menelan, tetapi pola yang berulang tidak sebaiknya diabaikan. Anak perlu dinilai agar orang tua tahu tekstur dan strategi yang aman. Bila anak tampak tersedak atau tidak bisa bernapas, segera cari pertolongan darurat. Jangan menepuk secara acak atau memasukkan jari ke mulut tanpa pengetahuan pertolongan pertama yang benar.

Kesulitan makan dan cara menyajikan makanan sering saling berkaitan. Pelajari juga Anak Mepeh Makanan dan Cara Mengatasi Anak GTM Parah. Tautan ini membentuk jalur bacaan lanjutan untuk topik yang berhubungan.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.