Game sering memberi tanda keberhasilan yang langsung terlihat: skor, level, lencana, atau hadiah. Di luar layar, kemajuan anak kadang lebih lambat dan tidak selalu mendapat perhatian. Ketika orang tua mengapresiasi usaha nyata—seperti berlatih sepeda, membantu memasak, menyelesaikan proyek, atau berani mencoba hal baru—anak memperoleh pengalaman bahwa rasa berhasil juga dapat ditemukan di kegiatan lain.
Pujian bukan obat untuk kebiasaan bermain berlebihan dan tidak menjamin anak akan mengurangi game. Namun, perhatian pada proses dapat memperluas sumber motivasi serta rasa mampu. Orang tua perlu mengapresiasi dengan tulus dan spesifik, bukan membuat anak merasa harus terus berprestasi agar layak mendapat perhatian.
Perhatikan proses, bukan hanya hasil akhir
Daripada hanya memuji “kamu hebat”, sebutkan perilaku yang terlihat: “Kamu mencoba lagi setelah jembatannya roboh,” atau “Kamu berlatih beberapa kali sampai lebih seimbang.” Pujian spesifik membantu anak memahami usaha apa yang patut dihargai. Hasil tetap boleh dirayakan, tetapi proses memberi anak strategi yang dapat diulang ketika menghadapi tantangan berikutnya.
Jangan membandingkan pencapaian anak dengan teman atau saudara. Anak dapat berkembang dalam kecepatan berbeda. Apresiasi yang membandingkan justru membuat kegiatan nyata terasa seperti kompetisi untuk memperoleh penerimaan orang tua. Fokus pada perkembangan anak dibanding dirinya sendiri pada kesempatan sebelumnya.
Buat keberhasilan nyata mudah terlihat dan dinikmati
Pilih proyek yang memiliki tahapan dan hasil yang dapat diamati: menanam tanaman, membuat komik, merakit kardus, belajar resep, atau menuntaskan bacaan. Tempelkan foto proses atau catatan kemajuan jika anak menyukainya. Jangan menjadikan papan prestasi sebagai tuntutan; anak boleh memilih apakah ingin memajang karyanya.
Sediakan kesempatan anak menentukan tujuan yang realistis. Tujuan kecil seperti menyelesaikan satu bab buku atau belajar satu gerakan baru dapat memberi rasa kemajuan. Orang tua bisa ikut serta, tetapi tidak perlu mengambil alih. Anak perlu merasakan bahwa keberhasilan itu berasal dari usahanya sendiri, dengan dukungan yang cukup.
Hindari menjadikan pujian sebagai transaksi waktu layar
Jangan mengatakan bahwa anak hanya boleh bermain game jika berhasil meraih nilai tertentu atau menyelesaikan proyek yang tidak ia sukai. Aturan digital sebaiknya berdiri pada kebutuhan tidur, sekolah, aktivitas, dan keamanan, bukan menjadi mata uang untuk setiap prestasi. Jika pujian selalu diikuti hadiah, anak mungkin memahami bahwa kegiatan lain hanya dilakukan demi memperoleh waktu layar.
Sebaliknya, bangun pengalaman yang menyenangkan tanpa syarat. Ajak anak merayakan kemajuan dengan kegiatan bersama atau kesempatan memilih aktivitas. Anak juga perlu tahu bahwa ia tetap disayangi ketika gagal, belum selesai, atau tidak menjadi yang terbaik. Rasa aman ini mendukung motivasi intrinsik dan keberanian mencoba.
Hubungkan minat game dengan tantangan di dunia nyata
Jika anak menyukai pencapaian level, buat proyek bertahap yang dapat dipantau. Jika ia suka strategi, ajak bermain teka-teki atau merancang permainan papan. Jika ia menyukai karakter, beri kesempatan membuat cerita sendiri. Hubungan ini tidak perlu meniru game secara persis; cukup mengambil unsur tantangan, pilihan, dan rasa kemajuan yang anak nikmati.
Tanyakan apa yang membuat kegiatan tersebut menyenangkan. Anak mungkin menikmati perhatian orang tua, kesempatan memilih, atau melihat hasil karyanya. Informasi ini membantu keluarga merancang kegiatan lain. Hindari menganggap pujian saja akan mengubah kebiasaan; tetap gunakan jadwal digital dan pemeriksaan dampak yang konsisten.
Menerjemahkan kesepakatan menjadi kebiasaan
- Pilih satu kegiatan nyata yang sesuai minat anak dan memiliki hasil atau kemajuan yang bisa ia lihat.
- Berikan apresiasi spesifik pada usaha, strategi, atau keberanian mencoba; hindari perbandingan dengan anak lain.
- Sediakan kesempatan merayakan proses bersama tanpa menjadikan prestasi sebagai syarat memperoleh perhatian atau hak dasar.
Menyesuaikan pendampingan dengan usia dan kebutuhan anak
Anak usia kecil dapat menerima pujian konkret dan segera setelah tindakan. Anak usia sekolah dapat belajar menilai prosesnya sendiri dan menentukan target. Remaja perlu apresiasi yang tulus dan tidak berlebihan, serta ruang untuk menentukan tujuan pribadi. Untuk semua usia, jangan hanya menghargai prestasi akademik; usaha sosial, kreatif, dan kemandirian juga berarti.
Hal yang perlu diperhatikan orang tua
Jangan menyimpulkan bahwa anak bermain berlebihan karena kurang dipuji atau kurang mendapat prestasi nyata. Hindari pujian manipulatif yang digunakan untuk mengontrol perilaku. Jika ada gangguan fungsi yang signifikan, penanganannya perlu mencakup asesmen, pengaturan kebiasaan, dan dukungan sesuai kebutuhan—bukan sekadar meningkatkan pujian.
Mengapresiasi kemajuan tanpa menjadikannya transaksi
Sebutkan hal yang benar-benar dilakukan anak: ia mencoba lagi setelah gagal, menyelesaikan proyek, membantu orang lain, atau berani meminta bantuan. Pujian yang spesifik membantu anak memahami usaha mana yang dihargai. Hindari membandingkan prestasi dengan saudara atau teman.
Jangan menjadikan setiap keberhasilan sebagai syarat memperoleh waktu game. Anak tetap membutuhkan perhatian, istirahat, dan kesempatan bermain sebagai bagian dari keseharian; apresiasi sebaiknya memperkuat rasa mampu, bukan mengubahnya menjadi transaksi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pujian bisa membuat anak berhenti kecanduan game?
Tidak ada jaminan. Apresiasi yang spesifik dapat membantu anak mengenali keberhasilan di luar layar, tetapi tidak menggantikan batas, komunikasi, atau bantuan profesional bila dibutuhkan.
Apa yang harus dipuji jika anak belum berhasil?
Hargai proses seperti berani mencoba, meminta bantuan, memperbaiki strategi, dan bertahan menghadapi tantangan. Hindari memuji secara berlebihan atau tidak sesuai kenyataan.
Bacaan terkait di BisaBaca
- mengembangkan kreativitas anak
- membentuk kebiasaan membaca
- menghabiskan waktu berkualitas bersama anak
Rujukan untuk memahami topik lebih lanjut
AAP mengajak keluarga melihat kegiatan yang tergeser oleh media, termasuk membaca, bermain, dan interaksi. Baca panduan 5 C penggunaan media menurut AAP untuk melihat pedoman atau penjelasan sumber aslinya.
UNICEF menjelaskan pengalaman bermain game sehingga orang tua dapat menghubungkan minat anak dengan aktivitas dan relasi lain. Baca UNICEF: video game dan anak untuk melihat pedoman atau penjelasan sumber aslinya.
Mulai dari perubahan yang bisa dijalankan bersama
Apresiasi di dunia nyata bukan alat untuk menukar keberhasilan dengan larangan game. Ia adalah cara menunjukkan bahwa usaha anak terlihat dan dihargai dalam banyak bentuk. Beri ruang bagi proses, rayakan hal kecil, dan tetap jaga aturan digital. Anak akan memiliki lebih banyak pengalaman tentang apa yang bisa ia lakukan, bukan hanya apa yang bisa ia capai di layar.









