Anak mungkin ingin menyusun menara yang sama, mendengar cerita yang sama, atau memainkan permainan berulang kali. Pengulangan sering membantu anak memahami urutan, menguasai keterampilan, dan memperkirakan apa yang akan terjadi. Tidak semua pengulangan perlu dihentikan hanya karena orang dewasa merasa bosan.
Pengulangan memberi kesempatan menguasai keterampilan
Setiap kali anak mengulang permainan, ia dapat mencoba gerakan atau strategi yang sedikit berbeda. Menyusun balok berulang kali membantu mengenali keseimbangan, sedangkan mendengar cerita yang sama dapat membuat anak memperhatikan detail bahasa dan alur.
Anak juga menikmati rasa dapat memprediksi kegiatan. Ketika ia sudah mengetahui bagian berikutnya, ia mungkin merasa lebih aman dan percaya diri untuk ikut bernyanyi atau menyebut kata.
Amati variasi kecil di balik permainan yang sama
Walau tampak sama, anak mungkin sedang menambah aturan, mengubah peran, atau mencoba hasil berbeda. Tanyakan apa yang ingin ia lakukan kali ini. Orang tua dapat mengikuti alur dan menambahkan tantangan kecil bila anak mengundang.
Jangan memaksakan variasi hanya agar permainan tampak baru. Pengulangan dapat menjadi bagian penting dari proses belajar, dan anak tetap boleh memilih kapan ingin beralih. Sebagai rujukan lanjutan, baca informasi CDC mengenai perkembangan anak melalui bermain dan belajar.
Seimbangkan pengulangan dengan kebutuhan lain
Jika permainan menghabiskan seluruh waktu dan anak sulit berpindah ke kebutuhan penting, buat batas yang jelas dan beri pengingat sebelum selesai. Pastikan anak tetap memiliki waktu tidur, makan, gerak, dan interaksi lain.
Bila anak menunjukkan perilaku repetitif yang sangat kaku, disertai kesulitan fungsi, distress, atau perubahan perkembangan, diskusikan dengan tenaga profesional. Satu kebiasaan mengulang permainan saja tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi tertentu. Topik ini juga berkaitan dengan permainan sederhana mengajak anak berpikir dan menemani anak bermain sesuai tahap perkembangan.
Gunakan minat anak sebagai jembatan belajar
Permainan yang disukai dapat menjadi dasar untuk memperkenalkan konsep baru. Jika anak senang menyusun kereta, ajak menghitung gerbong, membuat jalur, atau menceritakan perjalanan. Tambahkan ide tanpa merusak bagian yang membuat anak menikmati permainan.
Orang tua dapat menyimpan bahan permainan di tempat yang mudah dijangkau dan memberi waktu anak memilih sendiri. Tidak perlu setiap kegiatan diarahkan menjadi pelajaran formal. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan Harvard tentang latihan keterampilan melalui kegiatan dan permainan.
Contoh dalam keseharian
Anak meminta dibacakan buku yang sama setiap malam. Orang tua dapat tetap membacanya, lalu sesekali mengajak anak menebak bagian berikut atau menceritakan tokoh favorit. Jika anak ingin mendengar cerita tanpa pertanyaan, hormati pilihannya.
Hal yang perlu diingat
Pengulangan dapat menjadi cara anak berlatih dan merasa nyaman. Amati apa yang sedang dipelajari, jaga keseimbangan rutinitas, dan cari bantuan bila pola yang sangat kaku mengganggu kehidupan anak.









