Ibu mendampingi anak memeriksa pengaturan privasi game di tablet.
Pemeriksaan pengaturan privasi bersama anak mengajarkan langkah aman sebelum ia berinteraksi di game online.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Cara Mendeteksi Konten Dewasa yang Terselubung dalam Game Berating Anak

Panduan untuk orang tua memahami mendeteksi konten dewasa terselubung dalam game anak, mengenali dampaknya pada keseharian anak, dan menerapkan pendampingan yang aman, hangat, serta realistis.

Game yang memiliki rating usia anak tidak selalu berarti seluruh pengalaman bermainnya bebas risiko. Sebagian permainan menyediakan chat, konten buatan pengguna, tautan keluar, iklan, pembelian, atau pembaruan yang dapat mengubah pengalaman. Konten yang tidak sesuai bisa muncul melalui interaksi pemain, nama akun, gambar, ruang virtual, atau tautan yang dibagikan pengguna lain.

Karena itu, orang tua perlu memeriksa game lebih dari sekadar melihat angka rating pada toko aplikasi. Klasifikasi usia membantu menilai konten inti, tetapi fitur interaktif dan perilaku komunitas dapat memiliki risiko tersendiri. Pendampingan yang baik menggabungkan pemeriksaan teknis, percakapan terbuka, dan kemampuan anak meminta bantuan saat menemukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Pahami perbedaan rating konten dan interaksi online

Sistem rating biasanya menilai unsur seperti kekerasan, bahasa, tema seksual, atau konten lain dalam permainan. Namun, fitur komunikasi, konten yang dibuat pemain, pembelian, dan berbagi data dapat memiliki penanda terpisah atau tidak sepenuhnya tercakup. Artinya, game dengan rating dasar yang sesuai tetap perlu diperiksa pada bagian chat, komunitas, dan pengaturan privasi.

Di game yang memiliki ruang buatan pengguna, pengalaman anak dapat berubah dari satu server atau sesi ke sesi lain. Anak mungkin bertemu nama pengguna, gambar, pesan, atau simulasi yang tidak ada pada materi promosi. Orang tua tidak harus menganggap semua konten tersebut terjadi, tetapi perlu mengetahui kemungkinan dan fitur pengendaliannya.

Lakukan pemeriksaan sebelum anak bermain

Cari nama game pada sumber rating resmi, baca deskripsi konten, dan periksa fitur online. Tonton gameplay atau coba sendiri tanpa akun anak. Perhatikan apakah ada obrolan suara, pesan pribadi, pembelian, loot box, iklan, atau tautan eksternal. Jangan hanya mengandalkan ulasan influencer atau gambar promosi karena versi game dapat berubah.

Jika game memiliki pengaturan parental control, periksa opsi pembatasan chat, daftar teman, konten, pembelian, waktu layar, dan privasi. Matikan fitur yang tidak dibutuhkan. Gunakan akun anak yang sesuai usia. Jangan membiarkan anak memakai akun dewasa agar bisa melewati batas usia atau pengawasan.

Ajarkan anak mengenali tanda konten tidak pantas

Anak perlu tahu bahwa ia boleh keluar dari game ketika melihat gambar, pesan, atau perilaku yang membuatnya takut, bingung, atau tidak nyaman. Ajarkan agar ia tidak membalas ajakan untuk pindah ke aplikasi lain, tidak membagikan alamat, sekolah, nomor telepon, kata sandi, atau foto pribadi, serta segera memberi tahu orang dewasa tepercaya.

Gunakan contoh yang sederhana. Jika seseorang meminta anak menyimpan rahasia, mengirim hadiah dengan imbalan informasi pribadi, atau bertanya tentang lokasi rumah, anak sebaiknya menghentikan komunikasi dan melapor. Tekankan bahwa anak tidak akan dimarahi karena bercerita. Rasa aman untuk meminta bantuan lebih penting daripada memaksa anak mengakui setiap detail.

Tanggapi temuan dengan tenang dan simpan informasi penting

Jika anak menemukan konten yang tidak sesuai, dengarkan ceritanya dan jangan mempermalukan. Bila perlu, simpan bukti seperti tangkapan layar dan nama akun, lalu blokir serta laporkan melalui platform. Periksa apakah konten berasal dari pengguna, iklan, atau fitur game. Langkah berikutnya bergantung pada jenis risiko. Jangan menyebarkan gambar yang mengandung konten seksual anak atau meminta anak mengirim ulang materi yang tidak pantas.

Jika ada indikasi eksploitasi, grooming, pemerasan, atau ancaman, utamakan keselamatan. Hentikan komunikasi, simpan informasi yang relevan tanpa memperbanyak distribusi konten, dan cari bantuan dari layanan perlindungan atau aparat yang berwenang. Orang tua juga dapat meninjau kembali akun serta akses anak tanpa menyalahkannya sebagai korban.

Menerjemahkan kesepakatan menjadi kebiasaan

  1. Sebelum mengizinkan game, cek rating usia, deskripsi, fitur chat, konten buatan pengguna, pembelian, iklan, dan tautan keluar.
  2. Tinjau pengaturan privasi dan komunikasi; gunakan akun anak sesuai usia dan batasi fitur yang tidak diperlukan.
  3. Ajarkan anak tiga langkah: keluar dari konten yang tidak nyaman, simpan informasi seperlunya, dan segera memberi tahu orang dewasa tepercaya.

Menyesuaikan pendampingan dengan usia dan kebutuhan anak

Anak kecil membutuhkan pendampingan langsung saat memilih dan menggunakan game. Anak usia 8–12 tahun dapat dilatih mengenali ajakan mencurigakan serta menggunakan fitur blokir dan laporan. Remaja perlu diajak berdiskusi tentang batas privasi dan interaksi, tanpa menganggap mereka kebal terhadap manipulasi. Sesuaikan pengawasan dengan risiko dan kemampuan anak.

Hal yang perlu diperhatikan orang tua

Jangan menganggap rating usia sebagai jaminan mutlak, tetapi jangan pula menuduh semua game anak menyembunyikan konten dewasa. Periksa game spesifik dan pembaruannya. Jika anak menunjukkan tanda trauma atau mengalami eksploitasi, jangan memaksanya menceritakan ulang berkali-kali; cari bantuan profesional atau perlindungan yang tepat.

Memeriksa ulang rating setelah game berubah

Lihat rating usia dan deskripsi konten, kemudian periksa juga chat, konten buatan pengguna, tautan keluar, pembelian, serta siapa yang dapat berinteraksi dengan anak. Pembaruan game atau perubahan komunitas dapat mengubah pengalaman meski nama dan rating dasarnya tidak berubah.

Gunakan rating sebagai titik awal, bukan jaminan keamanan menyeluruh. Untuk game yang dimainkan daring, minta anak menunjukkan cara memblokir, melaporkan, dan meminta bantuan ketika menemukan konten atau pesan yang tidak pantas.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah rating usia game sudah cukup untuk menentukan aman atau tidak?

Tidak. Rating merupakan titik awal untuk menilai konten, tetapi fitur komunikasi, konten buatan pengguna, dan pembelian perlu diperiksa terpisah.

Apa yang harus dilakukan jika anak menerima pesan tidak pantas?

Dengarkan tanpa menyalahkan, hentikan kontak, simpan bukti seperlunya, blokir dan laporkan akun, lalu cari bantuan lebih lanjut jika ada ancaman atau eksploitasi.

Bacaan terkait di BisaBaca

Rujukan untuk memahami topik lebih lanjut

ESRB menjelaskan kategori konten dan penanda fitur interaktif seperti komunikasi serta pembelian dalam permainan. Baca ESRB Ratings Guide untuk melihat pedoman atau penjelasan sumber aslinya.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 memuat kategori usia dan unsur konten yang menjadi pertimbangan klasifikasi. Baca Peraturan klasifikasi permainan Indonesia untuk melihat pedoman atau penjelasan sumber aslinya.

Mulai dari perubahan yang bisa dijalankan bersama

Keamanan game anak tidak cukup dinilai dari angka usia di toko aplikasi. Periksa fitur interaksi, konten buatan pengguna, pembelian, dan privasi. Yang tidak kalah penting, pastikan anak tahu bahwa ia boleh keluar dari situasi tidak nyaman dan dapat meminta bantuan tanpa takut disalahkan.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.