Seorang ibu dan anak membuat cerita bergambar dari foto keluarga.
Foto keluarga dapat menjadi pemantik anak bercerita tentang pengalaman, urutan kejadian, dan orang-orang yang penting baginya.
Bermain & Aktivitas Kreatif

Membuat Cerita Bergambar dari Foto Keluarga

Foto keluarga dapat menjadi pemantik anak bercerita tentang pengalaman, urutan kejadian, dan orang-orang yang penting baginya. Membuat cerita bergambar tidak harus menghasilkan buku rapi.

Foto keluarga dapat menjadi pemantik anak bercerita tentang pengalaman, urutan kejadian, dan orang-orang yang penting baginya. Membuat cerita bergambar tidak harus menghasilkan buku rapi. Anak dapat memilih foto, menggambar, dan menyampaikan kisah dengan caranya sendiri.

Pilih foto yang aman dan nyaman bagi anak

Gunakan foto kegiatan keluarga yang tidak mengungkap informasi pribadi sensitif. Tanyakan apakah anak nyaman menggunakan foto tersebut, terutama bila hasilnya akan dibagikan kepada orang lain.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Bermain & Aktivitas Kreatif di Parenting BisaBaca.

Tidak semua foto perlu dipakai. Hindari gambar yang mempermalukan, memperlihatkan informasi lokasi atau dokumen, atau berpotensi membuat anak merasa tidak nyaman saat dilihat orang lain.

Susun foto menjadi urutan cerita

Pilih beberapa foto dari satu kegiatan, lalu ajak anak mengurutkan mana yang terjadi lebih dulu dan setelahnya. Jika foto terbatas, anak dapat menggambar bagian yang hilang.

Jangan menuntut anak mengingat setiap detail secara tepat. Bila ia keliru, tanyakan apa yang ia ingat dan bantu menambahkan konteks tanpa mengubah cerita menjadi ujian ingatan. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan Harvard tentang interaksi bahasa responsif.

Gunakan pertanyaan yang membuka percakapan

Tanyakan apa yang paling disukai, siapa yang ada di foto, atau apa yang terjadi setelah gambar diambil. Anak dapat memberi judul atau menambahkan satu kalimat pada tiap halaman.

Biarkan anak menentukan bagian yang ingin diceritakan. Jika pengalaman berkaitan dengan peristiwa sulit, jangan memaksanya mengungkap detail sebelum siap.

Simpan dan bagikan dengan menghormati privasi

Cerita dapat disimpan dalam map atau album digital keluarga. Jika ingin membagikan ke media sosial, pertimbangkan persetujuan anak sesuai usia dan risiko identifikasi lokasi atau anggota keluarga.

Ajarkan bahwa foto pribadi tidak selalu harus dipublikasikan. Anak dapat memilih untuk menyimpan cerita hanya untuk keluarga. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF tentang privasi dan keamanan anak di internet.

Contoh dalam keseharian

Anak memilih tiga foto dari kunjungan ke kebun binatang. Ia menempelkan foto pertama saat tiba, foto kedua melihat jerapah, dan foto ketiga saat makan. Orang tua menuliskan kalimat yang didiktekan anak.

Hal yang perlu diingat

Foto dapat menjadi jembatan percakapan dan pengembangan cerita. Libatkan anak dalam memilih, mengurutkan, serta memberi makna pada gambar, sambil menjaga privasi dan kenyamanan keluarga.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.