Hidung berair membuat anak sering mengusap wajah, sementara bayi bisa kesulitan menyusu ketika lendir menghalangi aliran udara melalui hidung. Orang tua mungkin ingin membersihkan sampai benar-benar kering, padahal lapisan hidung perlu tetap lembap dan tindakan terlalu keras bisa menyebabkan iritasi. Membersihkan hidung anak sebaiknya dilakukan secara lembut, sesuai usia, dan hanya ketika lendir benar-benar mengganggu kenyamanan.
Mulai dengan melihat usia dan kebutuhan anak
Anak yang sudah mampu membuang ingus dapat diajari menggunakan tisu sendiri dengan pendampingan. Minta ia menutup satu lubang hidung secara ringan, meniup perlahan, lalu bergantian. Hindari meniup sekuat tenaga karena dapat membuat telinga terasa sakit. Setelah selesai, buang tisu dan ajak anak mencuci tangan dengan sabun.
Bayi belum mampu membuang ingus sendiri. Bila hidung tersumbat sampai menyulitkan menyusu atau tidur, saline dan aspirator khusus bayi dapat dipakai secara lembut sesuai instruksi tenaga kesehatan atau alat. Tidak perlu membersihkan hidung bayi setiap beberapa menit; lakukan seperlunya untuk membantu aktivitas penting seperti menyusu.
Langkah menggunakan saline dengan benar
Cuci tangan terlebih dahulu. Pilih larutan saline steril yang memang ditujukan untuk hidung dan sesuai usia. Posisikan anak dengan nyaman dan ikuti petunjuk kemasan mengenai jumlah tetes atau semprotan. Beri waktu singkat agar lendir melunak, kemudian biarkan anak membuang ingus atau bersihkan bagian luar hidung dengan tisu/kain lembut.
Jangan membuat larutan garam sendiri dengan takaran kira-kira atau menggunakan air keran langsung ke hidung. Produk siap pakai membantu mengurangi risiko kesalahan konsentrasi dan kontaminasi. Jika anak merasa perih, mengalami perdarahan, atau menolak karena tidak nyaman, hentikan dan tanyakan cara yang lebih sesuai kepada tenaga kesehatan.
Bila memakai aspirator untuk bayi
Gunakan aspirator yang dirancang untuk bayi dan baca instruksinya. Pada bulb syringe, bulb biasanya ditekan sebelum ujung diletakkan secara dangkal di bagian depan lubang hidung; lepaskan tekanan perlahan agar lendir tersedot. Jangan memasukkan ujung terlalu dalam atau menutup kedua lubang hidung sekaligus. Aspirasi yang terlalu sering atau kuat dapat membuat lapisan hidung iritasi dan bengkak.
Bersihkan alat setelah pemakaian sesuai petunjuk produk dan keringkan sebelum disimpan. Jangan berbagi aspirator antar anak tanpa pembersihan yang benar. Jika bayi mengalami kesulitan bernapas, tidak mampu menyusu, atau tampak sangat lemas, jangan berulang kali menyedot lendir sebagai satu-satunya tindakan; cari pertolongan medis.
Kesalahan yang perlu dihindari
Jangan memasukkan cotton bud, pinset, jari, atau benda lain ke bagian dalam hidung untuk mengambil lendir yang melekat. Hindari meniup hidung bayi dengan mulut, mengisap lendir secara langsung, atau memakai alat yang tidak dirancang untuk itu. Minyak, balsem, dan minyak esensial tidak boleh dioleskan ke dalam lubang hidung.
Jangan memaksa anak berbaring atau menahan kepalanya dengan kuat untuk menyelesaikan pembersihan. Jelaskan singkat apa yang akan dilakukan, beri jeda, dan minta anak yang lebih besar meniup sendiri bila mampu. Bila tindakan menimbulkan perdarahan berulang, nyeri, atau hidung semakin bengkak, hentikan dan konsultasikan.
Kapan hidung berair perlu dinilai?
Pemeriksaan dibutuhkan bila sumbatan disertai napas berat, demam pada bayi kecil, nyeri hebat, pembengkakan wajah, atau kondisi anak memburuk. Bila cairan hanya keluar dari satu sisi, berbau tidak biasa, atau diduga ada benda asing yang dimasukkan anak, periksakan dan jangan mencoba mengambilnya dengan alat di rumah.
Kebiasaan membersihkan hidung anak yang baik bukan berarti menghilangkan seluruh lendir, melainkan membantu anak bernapas dan makan dengan nyaman tanpa melukai jaringan hidung. Pilih cara paling sederhana yang sesuai usia dan cari bantuan bila gejala melebihi pilek ringan.
Rujukan tepercaya
Saat membahas membersihkan hidung anak, pertimbangkan usia, riwayat kesehatan, dan perubahan kondisi anak secara bersamaan.
Membuat anak kooperatif saat hidung dibersihkan
Untuk balita dan anak prasekolah, jelaskan dengan kalimat singkat bahwa saline membantu melunakkan lendir dan tisu digunakan untuk membersihkan bagian luar. Tunjukkan pada boneka atau lakukan demonstrasi meniup hidung sendiri terlebih dahulu. Beri pilihan kecil, misalnya memilih tisu bergambar atau duduk di pangkuan orang tua, tanpa memberikan pilihan apakah tindakan aman harus dilakukan atau tidak.
Hentikan sejenak bila anak menangis hebat atau melawan sampai berisiko cedera. Coba lagi ketika ia lebih tenang, atau minta petunjuk tenaga kesehatan. Memegang kepala anak dengan kuat atau memasukkan alat ketika ia bergerak dapat melukai lapisan hidung. Pembersihan yang singkat dan lembut biasanya lebih masuk akal daripada mengejar hidung benar-benar kering.
Ajarkan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan hidung. Tisu bekas segera dibuang, dan alat yang dipakai bayi dibersihkan sesuai petunjuk. Jangan berbagi aspirator antar anak tanpa sanitasi yang benar.
Memilih perlengkapan tanpa membeli terlalu banyak
Untuk banyak keluarga, tisu lembut, saline steril yang sesuai usia, dan kain bersih sudah cukup. Aspirator hanya diperlukan pada situasi tertentu, misalnya bayi belum mampu membuang lendir sendiri dan hidung tersumbat mengganggu menyusu. Tidak perlu membeli beberapa alat berbeda atau alat listrik yang tidak dipahami cara pakainya.
Periksa petunjuk, batas usia, cara membersihkan, dan kondisi penyimpanan produk. Jangan menggunakan larutan buatan rumah dengan takaran perkiraan atau alat yang ujungnya keras dan tajam. Jika produk menyebabkan perih berulang, perdarahan, atau bayi sangat tidak nyaman, hentikan dan konsultasikan.
Apabila anak tampak sulit bernapas, tidak mampu menyusu, atau menjadi sangat lemas, pembersihan hidung bukan tindakan yang cukup. Cari bantuan medis sesuai tingkat gejala.
Menentukan kapan bantuan rumahan perlu dihentikan
Perawatan rumah tepat bila anak masih bernapas nyaman, dapat minum, dan cukup responsif. Bila satu dari kondisi dasar tersebut berubah, evaluasi ulang perlu dilakukan. Jangan mengandalkan saline atau humidifier untuk menangani sesak. Jangan menambah dekongestan, antihistamin, atau obat flu kombinasi tanpa arahan tenaga kesehatan.
Perhatikan apakah hidung tersumbat disertai nyeri telinga, demam yang kembali, pembengkakan wajah, atau keluhan yang terus memburuk. Sampaikan pola tersebut kepada dokter. Pada anak kecil, cairan dari satu sisi yang berbau tidak biasa dapat menandakan benda asing; jangan mencoba mengambilnya menggunakan pinset atau cotton bud.
Jika anak menjadi sangat lemah, bibir membiru, atau dada tertarik saat bernapas, cari pertolongan darurat. Kenyamanan hidung bukan lagi prioritas utama ketika napas terganggu.
Menentukan frekuensi pembersihan yang wajar
Hidung tidak perlu dibersihkan sampai benar-benar kering. Lakukan ketika lendir mengganggu napas melalui hidung, menyusu, makan, atau tidur, lalu beri jaringan hidung waktu untuk pulih. Pembersihan terlalu sering dapat menimbulkan iritasi dan membuat anak semakin menolak. Bila orang tua merasa harus membersihkan berkali-kali dalam waktu singkat, tanyakan apakah ada cara lain yang lebih sesuai dengan usia anak.










