Anak memilih di antara boneka, kendaraan, balok, dan set dapur mainan yang tersedia bersama.
Pilihan mainan yang beragam memberi anak ruang mengikuti minat tanpa dibatasi label gender.
Bermain & Aktivitas Kreatif

Mainan Anak Laki-Laki dan Perempuan: Menghindari Pilihan Berdasarkan Stereotip

Minat anak tidak harus dibatasi oleh label mainan untuk laki-laki atau perempuan. Pelajari cara menawarkan pilihan yang beragam, menanggapi komentar lingkungan, dan tetap menghormati preferensi anak.

Rak mainan sering dibagi berdasarkan warna, karakter, atau label untuk anak laki-laki dan perempuan. Boneka dan alat memasak mungkin lebih sering ditawarkan kepada anak perempuan, sedangkan kendaraan atau alat konstruksi diarahkan kepada anak laki-laki. Anak dapat menyerap pesan semacam ini dari iklan, lingkungan, dan komentar orang dewasa. Padahal, minat bermain tidak perlu dibatasi oleh gender.

Orang tua dapat memberi kesempatan anak mencoba berbagai jenis mainan tanpa memaksa semua anak menyukai hal yang sama. Anak laki-laki boleh menikmati boneka, sedangkan anak perempuan boleh memilih balok, kendaraan, atau permainan fisik. Tujuannya bukan mengarahkan anak pada pilihan tertentu, melainkan membuka ruang agar minat berkembang tanpa batasan yang tidak perlu.

Kenali bagaimana stereotip muncul dalam pilihan mainan

Stereotip gender adalah anggapan umum mengenai apa yang dianggap cocok bagi laki-laki atau perempuan. Dalam permainan, stereotip dapat terlihat dari warna kemasan, iklan, tokoh, cerita, atau pembagian kegiatan. Misalnya, anak perempuan selalu digambarkan merawat boneka, sedangkan anak laki-laki selalu membangun atau berpetualang. Gambaran berulang dapat mempersempit pilihan yang ditawarkan kepada anak.

UNICEF menjelaskan bahwa permainan merupakan salah satu ruang anak belajar tentang norma sosial, dan pilihan mainan dari orang tua dapat memperkuat atau membantu mengurangi stereotip. UNICEF mendorong anak perempuan dan laki-laki mendapat kesempatan bermain dengan beragam jenis mainan dan aktivitas. Panduan ini dapat menjadi bahan refleksi keluarga, bukan aturan bahwa setiap anak harus menyukai semua jenis mainan.

Tawarkan beragam pengalaman tanpa memaksa

Orang tua dapat menyediakan boneka, balok, buku, alat seni, kendaraan, permainan luar ruangan, dan perlengkapan peran sesuai usia serta keselamatan. Namun, jangan memaksa anak memainkan semua benda hanya untuk menunjukkan bahwa pilihan keluarga setara. Anak tetap berhak memiliki preferensi. Jika ia tidak tertarik pada boneka atau olahraga, tawarkan kesempatan lain tanpa menjadikan penolakannya sebagai masalah.

Berikan kesempatan bermain di dalam dan luar ruangan bagi semua anak. Anak yang senang bergerak dapat mencoba aktivitas fisik, sementara anak yang tertarik merawat boneka dapat bermain peran. Kegiatan tersebut tidak perlu dipisahkan berdasarkan gender. Perhatikan minat, kemampuan, serta kenyamanan individu.

Gunakan bahasa yang tidak membatasi

Hindari komentar seperti “itu mainan anak perempuan” atau “anak laki-laki tidak boleh main masak-masakan”. Kalimat tersebut memberi pesan bahwa minat tertentu tidak pantas bagi sebagian anak. Sebagai gantinya, katakan bahwa mainan dipilih berdasarkan keamanan dan kesukaan anak. Jika anak bertanya mengapa teman menganggap suatu mainan hanya untuk laki-laki atau perempuan, jelaskan bahwa orang memiliki pendapat berbeda, tetapi setiap anak boleh mencoba kegiatan yang aman.

Jangan pula memaksa anak memakai warna, pakaian, atau tokoh tertentu agar terlihat berbeda dari stereotip. Pilihan anak dapat berubah seiring waktu. Orang tua dapat memberi ruang dan menjadi tempat yang aman untuk menyampaikan minat tanpa takut diejek.

Periksa pesan yang dibawa produk dan iklannya

Perhatikan apakah kemasan menggambarkan anak dari satu gender saja, apakah peran tokoh sangat sempit, atau apakah promosi menyiratkan bahwa keterampilan tertentu hanya cocok untuk satu kelompok. Tidak semua desain berwarna merah muda atau biru otomatis bermasalah, tetapi pola pemasaran yang berulang dapat memengaruhi pilihan yang ditawarkan. Orang tua dapat mencari variasi produk dan cerita yang lebih beragam.

Pilih buku dan permainan yang menampilkan anak dengan beragam minat serta peran. Anak dapat melihat ayah memasak, ibu memperbaiki benda, anak perempuan membangun, dan anak laki-laki merawat boneka. Gambaran yang beragam memperluas kemungkinan cerita, tanpa mengharuskan setiap keluarga membagi peran dengan cara yang sama.

Hadapi komentar dari keluarga atau lingkungan

Kakek-nenek, kerabat, atau teman mungkin berkomentar ketika anak memilih mainan yang tidak mereka duga. Orang tua dapat menanggapi dengan singkat dan tidak mempermalukan pihak lain: “Kami memilih mainan berdasarkan minat dan keamanan, bukan karena label untuk laki-laki atau perempuan.” Jika komentar ditujukan langsung kepada anak, bantu ia merasa diterima dan jangan memaksanya membela diri.

Orang tua juga dapat membicarakan pilihan hadiah dengan keluarga. Beri contoh bahwa mainan yang sesuai adalah yang aman dan menarik bagi anak, bukan yang ditentukan berdasarkan gender. Jika pemberi hadiah tetap memilih sesuatu yang tidak diminati, anak boleh berterima kasih tanpa harus dipaksa memainkan barang tersebut.

Jaga keselamatan dan kebutuhan individu

Menghindari stereotip tidak berarti semua mainan cocok untuk semua anak. Perhatikan usia, ukuran komponen, kemampuan motorik, kebutuhan sensorik, dan minat. Mainan berkendara memerlukan perlindungan serta pengawasan, sementara perlengkapan kecil dapat berisiko bagi balita. Pilihan harus tetap didasarkan pada kebutuhan nyata, bukan pada keinginan membuat anak mengikuti kategori tertentu.

Jika anak menikmati satu jenis permainan, dukung tanpa menganggapnya sebagai tanda identitas atau masa depan tertentu. Anak yang suka bermain dokter tidak harus menjadi dokter kelak; anak yang gemar membangun tidak wajib menjadi insinyur. Bermain adalah kesempatan untuk mencoba, bukan kontrak karier atau peran sosial.

Contoh langkah sederhana di rumah

  • Susun mainan berdasarkan jenis kegiatan, bukan kategori laki-laki/perempuan.
  • Tawarkan beberapa pilihan dan biarkan anak menentukan yang menarik.
  • Gunakan buku dan cerita dengan tokoh yang menjalankan berbagai peran.
  • Hindari komentar yang mengejek minat atau pilihan warna anak.
  • Periksa keamanan dan kesesuaian usia seperti pada mainan lainnya.

Orang tua juga dapat mengajak anak bermain bersama dengan berganti peran. Kegiatan seperti memasak pura-pura, membangun, merawat tanaman, atau bermain bola dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Baca panduan UNICEF tentang mengurangi stereotip gender saat bermain untuk gagasan tambahan.

Jika anak memilih mainan yang tidak biasa diberikan kepada kelompok gendernya, respons orang tua dapat sederhana: tanyakan apa yang ingin ia lakukan dengan mainan itu. Hindari membuat pilihan tersebut menjadi bahan candaan atau pertanyaan yang memalukan. Pada saat yang sama, jangan memaksa anak mencoba mainan tertentu hanya untuk membuktikan bahwa keluarga tidak memiliki stereotip. Tujuannya adalah memperluas pilihan, bukan mengganti satu aturan kaku dengan aturan baru. Anak boleh menyukai kendaraan, boneka, seni, permainan konstruksi, atau beberapa jenis sekaligus, dan minatnya dapat berubah seiring pengalaman.

Hal yang perlu diingat

Mainan tidak perlu dibatasi oleh label laki-laki atau perempuan. Berikan akses pada berbagai pengalaman, dengarkan minat anak, dan hindari komentar yang mempersempit pilihan. Pada saat yang sama, jangan memaksa anak menyukai semua jenis mainan. Pilihan yang sehat adalah pilihan yang aman, sesuai kebutuhan, dan memberi anak ruang menjadi dirinya sendiri.

Rujukan untuk orang tua

  • UNICEF Parenting: How to Remove Gender Stereotypes from Playtime membahas peran orang tua dalam menyediakan permainan yang inklusif dan beragam.
  • UNICEF Parenting: Equal Treatment from Day One mengajak keluarga memberi kesempatan bermain dan beraktivitas secara setara.

Hargai pilihan tanpa menjadikan minat sebagai identitas tetap

Anak dapat menyukai kendaraan sekarang dan tertarik pada boneka beberapa bulan kemudian. Perubahan minat adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditafsirkan sebagai tanda bahwa anak sedang berubah menjadi pribadi tertentu. Orang tua dapat menyediakan pilihan dan mengikuti minat yang muncul, sambil memberi kesempatan mencoba hal baru bila anak tertarik. Jangan memuji anak karena memilih mainan yang dianggap sesuai dengan gendernya, atau mengoreksi pilihan yang berbeda. Berikan pesan bahwa semua kegiatan aman boleh dicoba dan setiap anak berhak memilih sesuai kesukaannya.

Bangun lingkungan yang tidak mengejek pilihan anak

Anak dapat menerima pesan tentang mainan dari teman sebaya, iklan, atau komentar orang dewasa. Jika ia diejek karena memilih benda tertentu, dengarkan dahulu bagaimana perasaannya. Bantu ia menemukan kalimat sederhana untuk menyampaikan bahwa permainan tersebut disukai dan aman. Bila ejekan terus berulang, bicarakan dengan pihak sekolah atau pengasuh yang relevan. Jangan membalas dengan mengejek anak lain atau melabeli keluarga mereka. Lingkungan yang menghargai perbedaan pilihan memberi anak ruang untuk bermain tanpa harus membuktikan dirinya sesuai harapan orang lain.

Bacaan terkait: artikel lain dalam kategori Aktivitas Bermain.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.