Ayah duduk menemani anak menyusun balok dan bermain mobil-mobilan.
Pendampingan saat bermain dapat membantu orang tua memahami kebutuhan dan emosi anak usia dua tahun.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Kenapa Anak Usia 2 Tahun Sering Tantrum? Memahami Fase Terrible Twos

Pahami mengapa tantrum dapat lebih sering muncul pada usia dua tahun dan bagaimana orang tua mendampingi anak saat kemampuan bahasa dan pengendalian diri berkembang.

Usia dua tahun sering disebut fase terrible twos karena anak mulai memiliki keinginan kuat, tetapi belum selalu mampu menjelaskan apa yang diinginkan atau menerima perubahan. Ia ingin memakai sepatu sendiri, memilih makanan, atau melanjutkan permainan, sementara kemampuan bahasa dan pengendalian impulsnya masih berkembang. Ketika keinginannya tidak berjalan sesuai harapan, frustrasi dapat muncul sebagai tangisan, teriakan, atau menjatuhkan tubuh ke lantai. Ini bukan berarti semua anak usia dua tahun pasti tantrum setiap hari.

Keinginan mandiri bertemu kemampuan yang masih terbatas

Anak usia dua tahun mulai menyadari bahwa ia dapat memilih dan memengaruhi lingkungan. Namun, koordinasi, bahasa, kesabaran, dan kemampuan menunggu belum matang. Kesenjangan antara “aku mau melakukan sendiri” dan “aku belum bisa” dapat memicu frustrasi. Orang tua dapat memberi kesempatan mencoba dalam batas aman, misalnya memilih antara dua kaus atau memasukkan sendok ke meja.

Pemicu sederhana bisa terasa besar bagi anak

Lapar, mengantuk, terlalu banyak aktivitas, harus berhenti bermain, atau berpindah tempat dengan cepat dapat meningkatkan kemungkinan tantrum. Perhatikan pola beberapa hari, bukan hanya satu kejadian. Jika ledakan muncul menjelang makan, atur waktu camilan; jika terjadi saat transisi, beri peringatan dan gambaran kegiatan berikutnya.

Bantu anak menemukan kata untuk perasaannya

Gunakan kata emosi yang sederhana dan berulang: marah, kecewa, takut, lelah, atau sedih. Orang tua bisa berkata, “Kamu kesal karena menara baloknya jatuh.” Jangan menuntut anak langsung menjawab atau meminta maaf ketika ia masih menangis. Anak belajar bahasa emosi dari interaksi bolak-balik dengan orang dewasa yang responsif.

Tetapkan batas dengan konsisten dan hangat

Perasaan anak boleh ada, tetapi memukul, menggigit, atau melempar benda berbahaya tetap harus dihentikan. Ucapkan batas singkat: “Kamu boleh marah. Ibu tidak membiarkan kamu memukul.” Setelah itu, arahkan ke tindakan pengganti seperti menghentakkan kaki di tempat aman, meremas bantal, atau meminta pelukan jika anak menginginkannya.

Kapan perlu berdiskusi dengan tenaga kesehatan

Tantrum sendiri tidak otomatis menandakan gangguan. Namun, bicarakan dengan dokter bila episode sangat sering atau intens, anak kerap melukai diri/orang lain, sulit pulih, terjadi bersama masalah komunikasi atau perkembangan lain, atau orang tua merasa tidak mampu menjaga keselamatan. Sampaikan contoh konkret dan perubahan yang diamati.

Dukung kemandirian tanpa menguji kesabaran

Berikan kesempatan anak melakukan satu hal yang ia inginkan sendiri, misalnya memilih sendok atau mencoba memakai sandal. Jika ia kesulitan, tawarkan bantuan bertahap: “Mau Ibu pegang ujungnya atau kamu coba sekali lagi?” Pilihan ini menjaga rasa kendali sekaligus memberi pengalaman berhasil. Ketika anak sudah terlalu lelah, kurangi tuntutan dan bantu menyelesaikan tugas tanpa menjadikannya pertarungan.

Tantrum bukan ukuran keberhasilan pengasuhan

Pada usia dua tahun, anak mulai memiliki keinginan sendiri, tetapi kemampuan bahasa, menunggu, dan mengelola frustrasi masih berkembang. Karena itu, tantrum dapat muncul ketika anak tidak mendapat sesuatu, harus berhenti bermain, atau belum mampu menyampaikan kebutuhan. Orang tua tidak perlu menuntut anak selalu tenang. Fokuslah pada batas aman, rutinitas yang membantu, dan latihan komunikasi sedikit demi sedikit. Bila ledakan sangat sering, ekstrem, atau disertai kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, konsultasikan kekhawatiran tersebut.

Untuk panduan menghadapi ledakan emosi dan mengenali pemicu, orang tua dapat membaca tips AAP menghadapi tantrum.

Langkah yang bisa dicoba orang tua

  • Jaga jadwal makan dan tidur sebisa mungkin.
  • Berikan pilihan terbatas agar anak berlatih mengambil keputusan.
  • Gunakan kalimat pendek dan nama emosi yang konsisten.
  • Hentikan perilaku berbahaya sambil tetap menerima perasaan anak.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah tantrum usia dua tahun akan hilang tepat saat anak berusia tiga tahun?

Tidak ada tanggal pasti. Perkembangan bahasa, regulasi emosi, temperamen, kesehatan, dan lingkungan berbeda pada setiap anak. Yang penting adalah melihat perkembangan kemampuan anak dan dampak perilakunya.

Inti yang perlu diingat

Pahami mengapa tantrum dapat lebih sering muncul pada usia dua tahun dan bagaimana orang tua mendampingi anak saat kemampuan bahasa dan pengendalian diri berkembang. Mulailah dari langkah kecil yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Perubahan membutuhkan waktu, latihan, dan dukungan yang konsisten.

Temukan bacaan lain seputar pengasuhan dan perkembangan keluarga di panduan Parenting BisaBaca.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.