Tidak semua anak menyampaikan pesan dengan kata-kata lisan. Ada anak yang menggunakan gestur, menunjuk, ekspresi wajah, tulisan, gambar, atau alat komunikasi. Kartu gambar dan papan komunikasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu anak menyampaikan pilihan, kebutuhan, penolakan, atau perasaan. Alat tersebut bukan tanda bahwa orang tua menyerah mengembangkan komunikasi lisan. Tujuannya adalah memastikan anak memiliki cara yang dapat diandalkan untuk dipahami dan dapat berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pahami bahwa komunikasi memiliki banyak bentuk
Komunikasi bukan hanya berbicara. Anak dapat menyampaikan pesan melalui gerakan tubuh, tatapan, ekspresi, suara, tulisan, tanda, gambar, atau teknologi. Orang tua perlu memperhatikan seluruh cara anak berkomunikasi, bukan hanya menghitung kata yang diucapkan. Bila anak menunjuk gelas, menjauh dari suara, atau membawa benda kepada orang tua, itu dapat menjadi pesan yang perlu ditanggapi.
Bila kekhawatiran berkaitan dengan komunikasi, panduan tentang dukungan bahasa dan komunikasi anak di rumah.
Kartu gambar termasuk komunikasi alternatif dan augmentatif, yaitu cara yang melengkapi atau menggantikan ujaran ketika seseorang membutuhkan dukungan untuk menyampaikan pesan. Sistemnya dapat sederhana seperti beberapa kartu, buku gambar, papan, atau aplikasi di perangkat. Bentuk yang dipilih perlu mempertimbangkan kemampuan gerak, penglihatan, pemahaman simbol, dan konteks penggunaan anak.
Pilih kosakata yang paling berguna untuk anak
Mulailah dari pesan yang sering dibutuhkan: mau, tidak mau, selesai, lagi, tolong, sakit, minum, makan, toilet, istirahat, dan nama aktivitas favorit. Pilih gambar yang jelas dan mudah dibedakan. Jangan hanya menyediakan kartu untuk meminta benda; anak juga perlu cara menolak, meminta bantuan, menyatakan tidak nyaman, dan memberi komentar. Komunikasi yang bermakna mencakup lebih dari kepatuhan.
Jumlah kartu awal disesuaikan agar tidak membingungkan. Namun, jangan membatasi anak hanya pada dua atau tiga pesan terlalu lama bila kebutuhannya lebih luas. Tambahkan kosakata berdasarkan kegiatan dan minat anak. Bila anak sudah dapat membaca, kata tertulis dapat dipasangkan dengan gambar. Konsultasikan pemilihan sistem dengan terapis wicara atau profesional komunikasi yang kompeten.
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), organisasi profesi Amerika Serikat di bidang bicara, bahasa, komunikasi, dan pendengaran, menjelaskan bahwa komunikasi dapat menggunakan gestur, gambar, papan, tulisan, dan perangkat sesuai kekuatan serta kebutuhan individu. Rujukan: American Speech-Language-Hearing Association (ASHA): komunikasi alternatif dan augmentatif.
Tempatkan alat dalam jangkauan dan gunakan secara konsisten
Kartu yang disimpan di lemari tidak membantu ketika anak perlu menyampaikan pesan. Tempatkan pilihan penting di area kegiatan: dekat meja makan, kamar mandi, tempat bermain, atau tas sekolah. Pastikan anak dapat mengambil atau menunjuknya sesuai kemampuan motorik. Bila anak membutuhkan ukuran besar, kontras warna, atau cara akses lain, sesuaikan dengan rekomendasi profesional.
Untuk membedakan pengamatan sehari-hari dan tanda yang perlu dibahas, baca tanda keterlambatan bicara yang perlu diamati.
Orang dewasa perlu menggunakan sistem itu juga. Saat berkata “mau minum?”, orang tua dapat menunjuk gambar minum sambil mengucapkan kata tersebut. Cara ini memberi contoh hubungan antara simbol dan pesan. Jangan menunggu anak menggunakan kartu dengan sempurna sebelum orang tua memakainya. Model komunikasi membantu anak melihat bagaimana alat dapat digunakan dalam interaksi nyata.
Tanggapi pesan anak dan beri waktu
Saat anak memilih gambar, tanggapi pesan secara bermakna. Jika ia menunjuk “istirahat”, bantu mencari tempat jeda bila aman. Bila ia memilih “tidak”, jangan mengabaikan pesan tersebut hanya karena orang tua menginginkan jawaban lain. Ada situasi keselamatan yang mengharuskan orang dewasa mengambil keputusan, tetapi penolakan anak tetap perlu diakui dan dijelaskan.
Berikan waktu bagi anak untuk melihat pilihan dan menyusun pesan. Jangan terus-menerus menguji dengan pertanyaan “Ini apa?” atau meminta anak mengulang simbol. Tujuan komunikasi adalah berbagi pesan, bukan sekadar menunjukkan kemampuan mengenali gambar. Jika anak menggunakan kombinasi gestur dan gambar, terima kombinasi tersebut selama maknanya dapat dipahami.
Jaga alat tetap fleksibel dan sesuai perkembangan
Kebutuhan komunikasi dapat berubah. Anak mungkin mulai menggunakan kata bersama gambar, kemudian lebih banyak mengetik atau memakai sistem lain. Jangan langsung menghapus kartu yang masih membantu hanya karena ujaran bertambah. Pilih kombinasi yang memungkinkan anak berkomunikasi dengan orang dan tempat berbeda. Alat perlu mudah dibawa dan tersedia ketika dibutuhkan.
Topik komunikasi keluarga juga dibahas dalam pentingnya mendengarkan cerita anak.
American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan bahwa sistem komunikasi alternatif dan augmentatif dapat mencakup gestur, ekspresi, gambar, papan, tulisan, dan perangkat elektronik. Sistem perlu disesuaikan dengan kekuatan dan kebutuhan individu. Evaluasi bersama profesional penting agar kosakata, cara akses, dan dukungan dapat diperbarui seiring perubahan kemampuan anak.
World Health Organization (WHO), atau Organisasi Kesehatan Dunia, menerbitkan panduan pelatihan keterampilan bagi pengasuh anak dengan keterlambatan perkembangan atau disabilitas usia 2–9 tahun. Materinya membahas penggunaan rutinitas dan interaksi sehari-hari untuk mendukung keterlibatan, komunikasi, perilaku positif, serta keterampilan hidup. Rujukan: World Health Organization (WHO): pelatihan keterampilan bagi pengasuh anak dengan keterlambatan perkembangan atau disabilitas.
Samakan dukungan dengan keluarga dan sekolah
Jika anak menggunakan papan komunikasi di rumah, diskusikan cara yang sama dengan guru dan pengasuh. Tunjukkan lokasi alat, cara memberi pilihan, cara menanggapi penolakan, dan bagaimana menambah kosakata baru. Jangan menganggap semua orang otomatis tahu cara menggunakannya. Kesepakatan sederhana mengurangi risiko alat hanya tersedia pada satu lingkungan sehingga anak kesulitan menyampaikan pesan di tempat lain.
Pastikan sekolah tidak menjadikan alat komunikasi sebagai hadiah yang hanya boleh digunakan setelah anak melakukan tugas tertentu. Akses komunikasi adalah kebutuhan, bukan imbalan. Anak harus tetap dapat menyampaikan rasa sakit, takut, tidak nyaman, dan meminta bantuan kapan pun. Bila ada kendala teknis atau biaya perangkat, tanyakan alternatif non-elektronik dan layanan penilaian yang tersedia.
Contoh memilih simbol untuk kebutuhan komunikasi harian
Contohnya, seorang anak sulit menyampaikan bahwa ia ingin berhenti ketika suara di ruang keluarga terlalu keras. Orang tua membuat kartu “istirahat” dan “terlalu keras”, lalu menaruhnya di tempat yang mudah dijangkau. Setiap kali anak menggunakan kartu, keluarga menanggapi dengan mengurangi suara atau berpindah tempat bila memungkinkan. Seiring waktu, anak memiliki cara yang lebih jelas untuk menyampaikan kebutuhan sebelum situasi menjadi semakin sulit.
Mulai dari pesan yang paling penting bagi anak
- Pilih pesan yang paling penting untuk kegiatan harian anak.
- Pastikan kartu dapat diakses dan dipahami anak.
- Orang dewasa ikut memodelkan penggunaan gambar saat berkomunikasi.
- Hormati pesan anak, termasuk penolakan dan permintaan bantuan.
Pertanyaan tentang kartu dan papan komunikasi
Apakah kartu gambar akan menghambat anak belajar bicara?
Kartu komunikasi digunakan untuk memastikan anak dapat menyampaikan pesan. Pengembangan ujaran dapat tetap didukung bersama profesional; jangan menunda alat komunikasi yang dibutuhkan hanya karena khawatir anak tidak berbicara.
Apakah harus memakai aplikasi di tablet?
Tidak. Kartu cetak, foto, papan, tulisan, gestur, atau sistem lain dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan anak.
Komunikasi anak harus didengar dalam bentuk apa pun
Kartu gambar dan papan komunikasi bukan sekadar alat bantu meminta benda. Keduanya dapat membuka kesempatan bagi anak untuk memilih, menolak, bercerita, dan meminta pertolongan. Pastikan sistem tersebut mudah diakses, konsisten, dan menghormati suara anak.










