Anak mungkin melihat uang muncul ketika orang tua membuka dompet, membayar belanja, atau mengisi saldo. Namun, ia belum tentu memahami bahwa uang diperoleh melalui pekerjaan, waktu, tenaga, keterampilan, dan tanggung jawab. Mengajarkan anak menghargai uang bukan berarti membuatnya merasa bersalah setiap kali meminta sesuatu. Tujuannya adalah membantu anak memahami bahwa sumber daya keluarga terbatas dan perlu dikelola dengan bijak.
Pekerjaan orang tua tidak selalu terlihat oleh anak. Ada yang bekerja di kantor, berdagang, mengurus rumah, merawat anggota keluarga, atau melakukan beberapa peran sekaligus. Ceritakan secukupnya sesuai usia anak. Jangan menjadikan lelahnya orang tua sebagai alat menekan anak agar tidak mengungkapkan kebutuhan. Anak tetap berhak meminta sesuatu; keluarga kemudian membicarakan apakah kebutuhan atau keinginan itu dapat dipenuhi.
Jelaskan hubungan antara pekerjaan, waktu, dan uang dengan bahasa sederhana
Anak tidak perlu langsung memahami istilah gaji, pajak, atau anggaran rumah tangga secara rinci. Mulailah dengan penjelasan seperti, “Ayah bekerja menyelesaikan tugas agar keluarga mendapat penghasilan untuk membayar kebutuhan.” Jika orang tua mengelola usaha, jelaskan bahwa barang yang dijual perlu dibeli atau dibuat, lalu ada biaya lain sebelum keuntungan diperoleh. Gunakan contoh yang tidak membuka informasi keuangan pribadi yang belum perlu diketahui anak.
Tunjukkan pula bahwa kerja keras tidak selalu dibayar dengan uang. Mengasuh anak, menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan merawat anggota keluarga juga memerlukan waktu dan tenaga. Jangan menyampaikan bahwa hanya pekerjaan bergaji yang bernilai. Anak perlu melihat kontribusi setiap anggota keluarga secara adil.
Libatkan anak dalam keputusan belanja yang sederhana
Saat berbelanja kebutuhan harian, tunjukkan bahwa keluarga membuat pilihan. Misalnya memilih antara dua merek dengan ukuran dan harga berbeda, membandingkan jumlah yang diperlukan, atau memutuskan apakah pembelian dapat ditunda. Jangan membuat anak merasa bertanggung jawab atas kesulitan keuangan keluarga. Ia hanya diajak memahami cara mengambil keputusan, bukan memikul beban orang dewasa.
Untuk anak usia sekolah, orang tua dapat memberi uang terbatas untuk membeli beberapa barang dari daftar. Anak belajar memeriksa harga, menghitung uang, dan meminta bantuan saat bingung. Jika ia salah menghitung, koreksi bersama. Jangan mempermalukan di kasir atau membiarkannya mengambil barang yang tidak aman hanya demi latihan.
Bedakan kebutuhan, keinginan, dan kemampuan keluarga
Kebutuhan adalah hal yang diperlukan untuk hidup, belajar, dan sehat. Keinginan dapat membuat hidup lebih menyenangkan, tetapi tidak selalu harus dipenuhi saat itu juga. Jelaskan dengan contoh yang dekat: seragam sekolah adalah kebutuhan, sementara model tas dengan gambar karakter tertentu mungkin merupakan pilihan. Namun, kategori bisa bergantung pada situasi; sepatu baru dapat menjadi kebutuhan jika sepatu lama sudah rusak.
Jangan memberi label “boros” hanya karena anak menginginkan mainan. Bantu ia memahami prioritas dan kemampuan keluarga. Kalimat seperti “Kita belum menganggarkan pembelian ini bulan ini” lebih baik daripada “Kamu tidak tahu betapa susahnya mencari uang.” Yang pertama memberi informasi dan batas, sedangkan yang kedua dapat menimbulkan rasa bersalah.
Gunakan uang saku sebagai latihan, bukan alat membeli kepatuhan
Jika keluarga memberi uang saku, sepakati penggunaannya. Apakah untuk jajan, menabung, atau membeli perlengkapan kecil? Jumlah dan frekuensi perlu sesuai kemampuan keluarga serta kebutuhan anak. Jangan membuat anak kehilangan uang untuk makan atau transportasi demi menghukum perilaku. Uang saku sebaiknya menjadi sarana berlatih memilih, bukan alat mengendalikan semua tindakan.
Anak dapat belajar mencatat pengeluaran sederhana. Pada akhir minggu, lihat bersama apa yang paling banyak dibeli dan apakah ia puas dengan pilihannya. Hindari mengaudit setiap rupiah dengan nada curiga. Beri ruang agar anak dapat membuat keputusan kecil, lalu merefleksikannya. Bila perlu, orang tua menyimpan uang untuk kebutuhan utama dan memberi anak jumlah yang aman untuk dikelola.
Tunjukkan rasa menghargai tanpa menuntut balasan
Menghargai kerja keras orang tua bukan berarti anak harus selalu membantu pekerjaan rumah sebagai pembayaran atas biaya hidupnya. Anak tetap membutuhkan perlindungan, makanan, pendidikan, dan kasih sayang tanpa harus “membayar” dengan kepatuhan. Tugas rumah adalah kontribusi anggota keluarga yang sesuai usia, bukan pelunasan utang kepada orang tua.
Anak dapat diajak menunjukkan apresiasi dengan cara yang wajar: mengucapkan terima kasih, menjaga barang agar tidak cepat rusak, menggunakan makanan secukupnya, dan membantu merapikan area yang ia gunakan. Orang tua juga perlu berterima kasih atas kontribusi anak. Sikap saling menghargai membuat keluarga tidak terjebak pada hubungan yang hanya menghitung siapa berkorban paling banyak.
Jangan menakut-nakuti anak tentang kemiskinan atau kehilangan pekerjaan
Jika keluarga sedang menghadapi perubahan keuangan, anak dapat diberi penjelasan sesuai usia dan kebutuhan. Sampaikan perubahan yang langsung berdampak, seperti menunda liburan atau memilih barang yang lebih hemat, tanpa membebani anak dengan kecemasan orang dewasa. Hindari mengatakan bahwa keluarga akan hancur jika anak meminta mainan. Anak perlu tahu bahwa orang tua sedang mengelola keadaan dan tetap bertanggung jawab memenuhi kebutuhannya.
Jika anak bertanya mengapa teman memiliki barang lebih mahal, jelaskan bahwa kondisi keluarga berbeda-beda. Tidak perlu mengungkapkan gaji atau utang secara rinci. Ajak anak melihat bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh barang yang dimiliki. Kesempatan belajar, hubungan yang sehat, dan rasa aman tidak harus diukur dengan merek atau harga.
Buat pengalaman menghargai sumber daya dalam kehidupan sehari-hari
Anak dapat diajak merawat buku, mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan air secukupnya, dan menghabiskan porsi makanan sesuai kemampuan. Jelaskan alasannya tanpa menimbulkan rasa takut. Jika benda rusak, bicarakan cara memperbaiki atau merawatnya. Anak belajar bahwa uang dan sumber daya keluarga tidak tak terbatas, tetapi tetap dapat dikelola tanpa menghilangkan kegembiraan masa kecil.
Orang tua juga dapat memperlihatkan proses menabung untuk tujuan keluarga, seperti membeli perlengkapan rumah atau merencanakan perjalanan. Tidak perlu membuka semua angka. Tunjukkan bahwa tujuan besar sering memerlukan rencana, penundaan, dan pilihan. Anak melihat bahwa orang dewasa pun belajar mengatur uang dan tidak selalu membeli sesuatu secara spontan.
Bacaan terkait di BisaBaca
Lihat juga mengenalkan literasi keuangan lewat uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, dan mengelola uang saku sebagai latihan tanggung jawab.
Rujukan
Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan literasi keuangan sebagai kemampuan yang mendukung keputusan dan pengelolaan uang melalui materi edukasi keuangan OJK. Kementerian Keuangan juga menyediakan contoh pendidikan pengelolaan uang saku untuk anak.
Hargai pekerjaan berbayar dan pekerjaan merawat keluarga
Ketika anak bertanya mengapa orang tua tidak bisa membeli sesuatu, jawablah dengan informasi yang sesuai usia. Misalnya, “Kita sudah menganggarkan uang untuk kebutuhan sekolah bulan ini, jadi mainan itu perlu menunggu.” Hindari menjawab dengan kalimat yang menimbulkan rasa bersalah, seperti “Ibu sudah capek bekerja demi kamu.” Anak boleh memahami bahwa uang keluarga memiliki batas, tetapi ia tidak seharusnya merasa bertanggung jawab atas pilihan kerja, penghasilan, atau tekanan finansial orang dewasa.
Jika salah satu orang tua lebih banyak mengurus rumah, jelaskan bahwa pekerjaan tersebut juga membutuhkan tenaga, waktu, dan keterampilan meskipun tidak selalu menghasilkan gaji. Libatkan anak dalam pekerjaan ringan sesuai usia agar ia melihat bagaimana keluarga saling mendukung, bukan agar ia merasa harus membayar kembali pengorbanan orang tua. Tunjukkan bahwa menghargai kerja keras berarti menghormati waktu orang lain, menggunakan barang dengan wajar, dan mengucapkan terima kasih—bukan menilai harga diri seseorang dari besarnya penghasilan.










