Area parkir bukan tempat bermain, meskipun terlihat sepi atau hanya ada beberapa kendaraan. Mobil dapat bergerak mundur tanpa banyak suara, pengemudi mungkin tidak melihat anak yang berada di dekat bumper, dan kendaraan bisa keluar dari tempat parkir secara tiba-tiba. Karena itu, orang tua perlu mengajarkan aturan jelas: anak berjalan bersama orang dewasa, tetap dekat, tidak berlari di antara mobil, dan tidak mengejar benda yang jatuh atau menggelinding.
Bahaya bermain di area parkir sering luput karena tempat tersebut dianggap hanya sebagai ruang singgah sebelum masuk mal, sekolah, rumah sakit, atau tempat makan. Padahal, kendaraan yang bergerak lambat sekalipun dapat menimbulkan cedera serius ketika anak berada di titik yang tidak terlihat pengemudi. Anak kecil juga belum selalu dapat memperkirakan arah dan kecepatan kendaraan.
Mengapa area parkir berisiko bagi anak?
Mobil memiliki titik buta. Anak yang berdiri tepat di depan atau belakang kendaraan dapat tidak terlihat, terutama ketika ukurannya masih kecil. Pengemudi yang hendak mundur mungkin memperhatikan kaca spion, kamera, atau kendaraan lain, tetapi tidak menyadari ada anak yang bergerak di dekat mobil. Kamera mundur dan sensor tidak menggantikan kewaspadaan maupun pengawasan orang dewasa.
Area parkir juga memiliki pergerakan yang tidak selalu mengikuti pola jalan biasa. Karena itu, aturan tidak bermain di area parkir harus tetap berlaku walaupun kendaraan terlihat sedikit. Kendaraan dapat keluar dari ruang parkir, berbelok, berhenti mendadak, atau melintas di jalur pejalan kaki. Pengemudi mungkin sedang mencari tempat kosong dan perhatiannya terbagi. Anak yang sedang mengejar teman atau mainan dapat bergerak tiba-tiba ke jalur kendaraan.
Risiko meningkat ketika pandangan terhalang mobil besar, tiang, tanaman, atau kendaraan yang berhenti terlalu dekat. Anak mungkin mengira jalur kosong karena tidak melihat kendaraan yang sedang mendekat dari sisi lain. Karena itu, orang tua tidak boleh mengandalkan penilaian anak untuk menentukan kapan aman berjalan.
Aturan sederhana sebelum turun dari kendaraan
Sebelum membuka pintu, orang tua perlu melihat keadaan sekitar. Pilih sisi kendaraan yang lebih aman untuk keluar bila memungkinkan dan pastikan anak tidak membuka pintu sendiri ke jalur kendaraan. Untuk anak kecil, orang dewasa sebaiknya turun terlebih dahulu atau tetap memegang anak ketika pintu dibuka, sesuai situasi dan tata letak parkir.
Setelah turun, langsung dekatkan anak ke sisi orang dewasa yang paling jauh dari pergerakan kendaraan. Pegang tangan anak atau gunakan pegangan yang sesuai usia. Jangan biarkan anak berjalan sendiri di belakang mobil ketika orang tua sedang mengambil barang. Jika harus mengeluarkan kereta bayi atau barang lain, pastikan anak berada dalam posisi aman terlebih dahulu.
Ajarkan anak menunggu sampai orang dewasa memberi izin untuk turun. Kalimat seperti “Tunggu sampai Ayah membuka pintu dan memegang tanganmu” lebih jelas daripada “Hati-hati, ya.” Aturan yang spesifik lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan dengan aturan keselamatan anak saat berada di dalam mobil.
Cara berjalan aman di area parkir
Tetap berjalan bersama orang dewasa
Jadikan aturan bahwa anak tidak berjalan sendirian di antara kendaraan. Pegang tangan anak kecil dan pertahankan kontak dekat untuk anak yang lebih besar. Jangan meminta anak menjaga adik di area parkir saat orang dewasa membawa banyak barang. Jika keluarga membawa beberapa anak, atur siapa yang memegang tangan masing-masing sebelum keluar dari kendaraan.
Gunakan jalur pejalan kaki bila tersedia
Berjalan di trotoar, jalur khusus, atau sisi yang ditandai untuk pejalan kaki bila fasilitas tersedia. Jangan berjalan tepat di tengah jalur kendaraan atau memotong antara mobil yang terparkir. Jika jalur tidak jelas, pilih rute dengan pandangan paling terbuka dan jaga anak tetap di sisi orang dewasa.
Jangan berlari atau bermain petak umpet
Parkiran bukan tempat mengejar, bersembunyi, menggelindingkan bola, atau bermain sepeda. Jelaskan bahwa kendaraan dapat bergerak kapan saja, termasuk ketika keluarga sedang berjalan menuju pintu. Jika anak ingin bergerak, ajak bermain di area bermain yang memang disediakan setelah keluar dari parkiran.
Jauhkan anak dari bagian depan dan belakang mobil
Jangan biarkan anak berdiri di belakang atau tepat di depan kendaraan yang mungkin bergerak. Jika pengemudi mulai menyalakan mesin atau lampu mundur menyala, hentikan langkah dan pindah ke tempat aman. NHTSA menganjurkan anak tetap dekat dengan orang dewasa, berjalan dan tidak berlari, serta menjaga jarak dari bumper kendaraan dalam materi edukasi keselamatan parkir untuk anak sekolah dasar.
Jika benda anak jatuh atau menggelinding
Aturan penting yang perlu dilatih adalah jangan mengejar benda ke bawah mobil atau ke jalur kendaraan. Ajarkan anak berhenti, memberi tahu orang dewasa, lalu menunggu sampai orang dewasa mengambilnya dari posisi yang aman. Jangan membiarkan anak merangkak di bawah kendaraan atau menyelip di antara mobil untuk mengambil bola, botol, atau mainan.
Latih kalimat sederhana: “Barangku jatuh. Aku harus memberi tahu Ayah.” Jika anak masih terlalu kecil untuk mengingat aturan, orang dewasa perlu mengawasi secara dekat dan menyimpan barang yang mudah jatuh. Hindari membawa bola atau mainan beroda ke area parkir ketika berjalan menuju kendaraan.
Menyeberang jalur kendaraan menuju pintu gedung
Jika perlu melintasi jalur kendaraan, berhenti di tepi jalur dan lihat semua arah. Pastikan tidak ada kendaraan yang sedang maju atau mundur. Jangan berasumsi pengemudi melihat keluarga hanya karena orang dewasa sudah melambaikan tangan. Tunggu kendaraan berhenti dengan jelas sebelum melangkah. Tetap pegang tangan anak sampai mencapai jalur pejalan kaki yang terlindungi.
Jika ada petugas parkir, ikuti arahan tanpa mengabaikan pengamatan sendiri. Petugas dapat membantu mengatur arus, tetapi orang tua tetap bertanggung jawab menjaga anak. Saat ramai, jangan membiarkan anak berjalan beberapa langkah di depan hanya karena pintu gedung terlihat dekat.
Bagaimana mengajarkan aturan tanpa menakut-nakuti?
Jelaskan risiko dengan bahasa yang konkret dan tenang. “Pengemudi mungkin tidak melihat anak di belakang mobil. Karena itu, kita selalu berjalan dekat Ayah.” Tidak perlu menggambarkan kecelakaan secara mengerikan. Anak membutuhkan aturan yang jelas dan keyakinan bahwa orang dewasa akan membantu, bukan rasa takut untuk keluar rumah.
Gunakan kesempatan sehari-hari untuk mengulang kebiasaan. Setiap kali keluarga parkir, praktikkan urutan yang sama: orang dewasa memeriksa situasi, anak menunggu, lalu berjalan bersama menuju jalur pejalan kaki. Pengulangan membantu anak memahami bahwa aturan berlaku di parkiran mal, sekolah, rumah sakit, gedung kantor, dan halaman rumah.
Jika anak lebih besar, minta ia menyebutkan bahaya yang terlihat: mobil mundur, pintu terbuka, kendaraan besar, atau pandangan terhalang. Namun, jangan meminta anak menjadi pengawas utama bagi saudara yang lebih kecil. Semua anak tetap membutuhkan tanggung jawab orang dewasa.
Aturan khusus untuk anak yang menggunakan sepeda atau skuter
Sepeda dan skuter harus dituntun atau dibawa ketika melintasi area parkir yang ramai, kecuali ada jalur khusus yang aman dan terpisah. Anak tidak boleh meluncur di antara kendaraan yang terparkir. Simpan helm dan perlengkapan lain dengan rapi agar tidak menghalangi pandangan atau membuat anak tersandung ketika berjalan.
Jika anak ingin bersepeda, arahkan ke taman atau area yang memang disediakan. Ajarkan bahwa parkiran digunakan kendaraan untuk bergerak dan berhenti, bukan area bermain. Aturan ini harus berlaku konsisten meskipun parkiran tampak kosong.
Bagaimana jika anak terlepas dari tangan orang tua?
Jika anak berjalan menjauh, panggil dengan suara jelas dan segera dekati dari sisi aman. Jangan mengejar sambil berlari ke jalur kendaraan tanpa memperhatikan lalu lintas. Ajarkan anak untuk berhenti ketika mendengar panggilan darurat keluarga dan tidak bersembunyi. Untuk anak yang sudah cukup besar, sepakati titik berkumpul dan petugas yang dapat dimintai bantuan bila terpisah.
Jangan mengandalkan gelang identitas atau ponsel sebagai pengganti pengawasan. Alat tersebut dapat membantu ketika anak terpisah, tetapi anak kecil masih membutuhkan pendampingan langsung. Pastikan anak mengetahui nama orang tua dan cara meminta bantuan sesuai kemampuannya.
Contoh aturan keluarga yang mudah diingat
- Turun dari kendaraan setelah orang dewasa memberi izin.
- Berjalan dekat orang dewasa dan memegang tangan bila masih kecil.
- Tidak berlari, bermain, atau bersembunyi di antara mobil.
- Tidak berdiri di depan atau belakang kendaraan yang mungkin bergerak.
- Jika barang jatuh, berhenti dan beri tahu orang dewasa.
Gunakan sedikit aturan inti yang selalu diulang. Jika orang tua membuat terlalu banyak larangan sekaligus, anak mungkin kesulitan mengingat semuanya. Pilih aturan paling penting dan tambahkan sesuai usia.
Atur proses naik dan turun kendaraan dengan tertib
Jika keluarga menggunakan area parkir untuk mengambil atau menurunkan penumpang, tentukan tempat berhenti yang aman dan ikuti petunjuk pengelola. Jangan meminta anak berdiri di jalur kendaraan sambil menunggu orang tua mengambil tiket atau menyelesaikan pembayaran. Pastikan semua anggota keluarga sudah berkumpul di area pejalan kaki sebelum kendaraan bergerak.
Ketika kembali ke mobil, jangan membiarkan anak berlari lebih dulu untuk membuka pintu. Orang dewasa perlu memastikan tidak ada kendaraan yang mendekat dan anak berada di sisi aman. Setelah masuk, periksa bahwa semua penumpang sudah duduk dan sabuk pengaman terpasang sebelum kendaraan dijalankan. Kebiasaan kecil ini mengurangi situasi ketika anak bergerak di sekitar kendaraan yang mulai berjalan.
Jika membawa belanjaan, stroller, atau banyak tas, siapkan urutan yang jelas. Satu orang dewasa dapat menjaga anak sementara orang dewasa lain mengatur barang. Bila hanya satu pendamping, amankan anak lebih dulu, lalu angkut barang. Jangan meninggalkan anak sendirian di kendaraan atau di area parkir, walaupun hanya sebentar.
Kesimpulan: perlakukan parkiran sebagai area kendaraan
Bahaya bermain di area parkir muncul karena kendaraan dapat bergerak, pandangan pengemudi terbatas, dan anak belum selalu mampu memperkirakan risiko. Karena itu, anak harus berjalan bersama orang dewasa, tidak berlari di antara mobil, serta tidak mengejar benda yang jatuh. Orang tua perlu membuat aturan sebelum turun dari kendaraan dan menerapkannya secara konsisten.
Jika anak ingin bermain, arahkan ke tempat yang memang aman untuk bermain. Jangan menganggap parkiran kosong berarti bebas risiko. Pendampingan aktif, jalur pejalan kaki, serta kebiasaan berhenti dan melihat dapat membantu keluarga bergerak lebih aman dari kendaraan menuju gedung.
Rujukan: materi edukasi NHTSA tentang keselamatan di area parkir dan NHTSA tentang keselamatan pejalan kaki.










