Dokter anak berbicara dengan orang tua dan remaja mengenai perkembangan pubertas menggunakan grafik sederhana.
Penilaian pubertas terlambat mempertimbangkan usia, tanda perkembangan, riwayat keluarga, dan kesehatan.
Kesehatan & Perawatan Anak

Pubertas Terlambat dan Tinggi Anak: Kapan Perlu Evaluasi dan Kapan Termasuk Variasi Normal?

Panduan orang tua memahami variasi waktu pubertas, kaitannya dengan percepatan tinggi, tanda yang perlu dinilai, dan persiapan konsultasi dokter.

Ketika teman sebaya mulai mengalami perubahan pubertas sementara anak belum menunjukkan tanda yang sama, orang tua dapat bertanya apakah pertumbuhannya tertinggal. Sebagian anak memang memasuki pubertas lebih lambat dan tetap berkembang secara normal. Pada sebagian lain, pubertas terlambat dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan, kekurangan asupan, penyakit kronis, atau gangguan hormon. Karena itu, penting membedakan variasi waktu dari keadaan yang membutuhkan evaluasi.

Pubertas juga berkaitan dengan percepatan tinggi. Anak yang belum memasuki fase pubertas mungkin belum mengalami percepatan pertumbuhan yang terlihat pada teman-temannya. Namun, tinggi yang lebih rendah sementara tidak cukup untuk memastikan keterlambatan. Dalam menilai pubertas terlambat, dokter melihat tanda perkembangan seksual, usia, pola tinggi, riwayat keluarga, dan kesehatan keseluruhan.

Rentang awal pubertas berbeda antarindividu

Secara umum, tanda awal pubertas pada anak perempuan biasanya muncul dalam rentang usia sekitar delapan sampai tiga belas tahun, sedangkan pada anak laki-laki sekitar sembilan sampai empat belas tahun. Pada anak perempuan, tanda awal yang digunakan dalam penilaian klinis adalah perkembangan payudara. Pada anak laki-laki, dokter menilai pembesaran testis. Rambut kemaluan, bau badan, atau jerawat dapat muncul karena proses adrenarke dan tidak selalu menandakan pubertas gonadal sudah dimulai.

Pediatric Endocrine Society menyarankan evaluasi bila belum ada perkembangan payudara pada anak perempuan usia 13 tahun atau pembesaran testis pada anak laki-laki usia 14 tahun. Panduan layanan spesialis Royal Children's Hospital juga menggunakan batas serupa. Ini adalah kriteria untuk mendiskusikan pemeriksaan, bukan alasan untuk memberi label atau mendiagnosis anak sendiri. Detailnya dapat dilihat pada pedoman anak dengan dugaan pubertas terlambat.

Variasi keluarga dan kondisi kesehatan

Salah satu pola yang cukup dikenal adalah constitutional delay of growth and puberty, yaitu keterlambatan pertumbuhan dan pubertas yang bersifat konstitusional. Anak dapat tampak lebih pendek pada usia tertentu, lalu mengalami percepatan setelah pubertas dimulai. Riwayat orang tua atau kerabat yang juga mengalami pubertas lebih lambat dapat menjadi petunjuk, tetapi bukan bukti pasti.

Di sisi lain, penyakit kronis, gangguan tiroid, penyakit celiac, peradangan usus, asupan yang tidak cukup, atau kondisi pada sistem hormon dapat memengaruhi perkembangan. Itulah sebabnya dokter tidak hanya bertanya kapan pubertas dimulai, tetapi juga apakah anak mengalami keluhan pencernaan, penurunan berat badan, kelelahan, sakit kepala, atau perubahan kesehatan lain. Artikel perbedaan pola pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan dapat membantu memahami variasi biologis pada usia menjelang remaja.

Bagaimana dokter melakukan evaluasi?

Dokter akan mencatat tinggi dan berat, memeriksa kurva dari waktu ke waktu, menanyakan usia pubertas orang tua, serta menilai tahap pubertas secara profesional dan menjaga privasi anak. Pemeriksaan darah atau foto usia tulang hanya dilakukan bila memang dibutuhkan. Pemeriksaan dapat mencakup fungsi tiroid atau hormon reproduksi, tetapi jenis tes ditentukan dari gejala dan hasil pemeriksaan awal.

Usia tulang membantu memberi gambaran kematangan rangka, tetapi bukan mesin untuk memastikan tinggi akhir. Hasilnya ditafsirkan bersama faktor lain. Jika dokter menyarankan rujukan, tanyakan apa tujuan pemeriksaan dan bagaimana hasilnya akan memengaruhi pemantauan. Orang tua juga dapat membaca kapan anak perlu diperiksa dokter spesialis endokrin anak sebagai bacaan pendamping.

Kapan perlu membuat janji konsultasi?

Bicarakan dengan dokter bila anak perempuan belum menunjukkan perkembangan payudara pada usia 13 tahun, anak laki-laki belum menunjukkan pembesaran testis pada usia 14 tahun, menstruasi belum terjadi pada usia 15 tahun, atau pubertas sudah mulai tetapi tampak berhenti berkembang. Konsultasi lebih cepat diperlukan jika ada sakit kepala berat, gangguan penglihatan, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, gejala penyakit kronis, atau kekhawatiran klinis lain.

Jangan menunggu sampai anak diejek atau merasa malu. Buat janji dengan bahasa netral, misalnya, “Kita ingin memastikan perkembanganmu berjalan sehat.” Sebelum kunjungan, catat pertumbuhan, penyakit yang pernah dialami, obat yang digunakan, serta riwayat pubertas orang tua jika diketahui. Anak yang sudah cukup besar sebaiknya diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan sendiri kepada dokter.

Mendampingi anak yang merasa tertinggal

Hindari menyebut anak “belum dewasa”, “masih seperti anak kecil”, atau membandingkannya dengan teman yang pubertas lebih dahulu. Perubahan tubuh terjadi pada waktu yang berbeda dan tidak menentukan kemampuan, kematangan emosi, atau harga diri. Jelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memahami kesehatan, bukan agar anak mengikuti bentuk tubuh tertentu.

Jika dokter menyimpulkan bahwa anak mengalami variasi pubertas yang normal, keluarga dapat menyepakati pemantauan sesuai jadwal. Bila ditemukan penyebab medis, rencana terapi akan disesuaikan dengan kondisi tersebut. Dalam kedua keadaan, orang tua berperan menjaga komunikasi, memenuhi kebutuhan gizi, mendukung tidur dan aktivitas, serta memastikan anak tidak merasa sendirian menghadapi perubahan tubuh.

Variasi keluarga dan tanda yang perlu diperiksa

Sebagian anak memulai pubertas lebih lambat daripada teman sebayanya. Riwayat keluarga tentang pubertas yang juga terlambat dapat menjadi salah satu petunjuk variasi konstitusional, tetapi dokter tetap perlu memastikan tidak ada penyebab lain. Penyakit kronis, gangguan tiroid, masalah nutrisi, gangguan hormon, atau kondisi genetik tertentu dapat memengaruhi waktu pubertas dan pertumbuhan.

Rentang usia perkembangan pubertas tidak sama untuk semua anak. Jika tidak ada tanda perkembangan seksual pada usia yang dianggap terlambat oleh panduan klinis—misalnya belum ada perkembangan payudara pada anak perempuan sekitar usia 13 tahun atau pembesaran testis pada anak laki-laki sekitar usia 14 tahun—orang tua dapat membicarakannya dengan dokter. Keterlambatan menstruasi atau perubahan yang terhenti juga perlu dinilai sesuai konteks.

Jangan mencoba mempercepat pubertas dengan suplemen, obat hormon, atau perubahan diet. Penilaian dapat mencakup pemeriksaan fisik dan tes tertentu jika dokter menganggap perlu. Sampaikan kekhawatiran dengan netral agar anak tidak merasa tubuhnya gagal berkembang.

Mendampingi remaja tanpa memberi label

Remaja dapat merasa tidak nyaman bila perkembangan pubertasnya berbeda dari teman. Jangan menyebutnya “terlambat” sebagai julukan, membandingkan foto, atau membicarakan perubahan tubuhnya tanpa izin. Orang tua dapat berkata, “Setiap orang punya waktunya. Kalau kamu ingin tahu apakah perkembanganmu sesuai, kita bisa membicarakannya dengan dokter.”

Bila konsultasi dilakukan, libatkan remaja dalam percakapan dan beri ruang untuk bertanya langsung. Beberapa bagian pemeriksaan mungkin perlu dibahas secara privat sesuai usia dan kebutuhan. Menghormati privasi membuat remaja lebih mudah menyampaikan keluhan yang sebenarnya.

Rujuk bila ada tanda yang tidak sesuai

Jangan menunda konsultasi bila pubertas terlambat disertai penurunan berat badan, penyakit berkepanjangan, kelelahan berat, atau perubahan pertumbuhan yang nyata. Dokter akan menentukan apakah pemeriksaan hormon, tiroid, atau penilaian lain diperlukan. Hindari memberi obat hormon atau produk yang mengklaim mengatur pubertas tanpa diagnosis.

Royal Children's Hospital Melbourne mencantumkan rentang awal pubertas dan tanda yang perlu dinilai, seperti belum ada perkembangan payudara pada usia 13 tahun atau belum ada pembesaran testis pada usia 14 tahun. Angka tersebut merupakan panduan klinis, bukan alat diagnosis mandiri. Lihat panduan rujukan delayed puberty.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.