Peran ayah dalam pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan mencari nafkah atau menjadi penegak aturan. Ayah dapat terlibat langsung dalam kebutuhan sehari-hari, merawat saat anak sakit, mendampingi belajar, bermain, mendengarkan cerita, serta membantu anak mengenali emosi. Keterlibatan yang hangat dan konsisten memberi anak pengalaman bahwa tanggung jawab pengasuhan merupakan bagian bersama dari kehidupan keluarga.
Ayah sebagai pengasuh aktif
Keterlibatan ayah dapat dimulai dari rutinitas sederhana: memandikan anak, menyiapkan sarapan, mengantar sekolah, membaca cerita, atau menenangkan anak ketika takut. Kegiatan ini bukan sekadar membantu ibu, tetapi menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua. Semakin sering ayah terlibat, semakin banyak kesempatan untuk mengenali kebutuhan, minat, dan perubahan perilaku anak.
UNICEF dalam modul UNICEF tentang keterlibatan ayah dan pengasuhan yang responsif membahas pentingnya keterlibatan ayah dan pengasuh laki-laki dalam pengasuhan responsif. Keterlibatan dapat berbentuk perawatan, dukungan psikologis, bermain, menghibur, mendengarkan, dan ikut mendukung kehidupan sekolah.
Membangun kedekatan emosional
Kedekatan tumbuh ketika ayah merespons anak secara konsisten. Dengarkan cerita tanpa langsung mengoreksi, ikuti permainan yang dipilih anak, dan tunjukkan perhatian ketika anak mengalami kegagalan. Anak tidak harus selalu berhasil atau berperilaku baik untuk menerima kasih sayang.
Ayah juga dapat membantu anak mengenali emosi dengan memberi nama pada perasaan dan menunjukkan cara mengelolanya. “Kamu kecewa karena pertandingan selesai. Ayah juga pernah merasa begitu.” Percakapan sederhana dapat membuka ruang anak bercerita lebih jauh.
Menjadi teladan perilaku dan hubungan
Anak belajar dari bagaimana ayah memperlakukan pasangan, anggota keluarga, pekerja layanan, dan orang yang berbeda pendapat. Menghormati batas, meminta maaf, menepati janji, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan merupakan contoh yang konkret. Nasihat akan lebih kuat jika sejalan dengan perilaku sehari-hari.
Ayah tidak harus menjadi sosok yang tidak pernah salah. Ketika keliru, akui dan perbaiki. Anak dapat belajar bahwa tanggung jawab mencakup keberanian mengakui kesalahan dan melakukan perubahan.
Bekerja sama dengan ibu dan pengasuh lain
Pengasuhan lebih mudah dijalankan ketika tugas dan keputusan dibahas bersama. Ayah dapat mengambil tanggung jawab penuh pada bagian tertentu, bukan menunggu instruksi untuk setiap pekerjaan. Diskusikan jadwal, pembagian biaya, kesehatan anak, komunikasi dengan guru, dan waktu istirahat masing-masing pengasuh.
Baca kerja sama ayah dan ibu dalam pengasuhan sehari-hari. Pembagian yang jelas dapat mengurangi beban mental satu orang tua dan membantu anak melihat kerja sama sebagai kebiasaan keluarga.
Kualitas keterlibatan lebih penting daripada citra sempurna
Ayah yang bekerja dengan jam panjang tetap dapat membangun kedekatan melalui waktu yang terencana, pesan singkat, rutinitas sebelum tidur, atau kegiatan akhir pekan. Jangan menjadikan durasi sebagai satu-satunya ukuran. Kehadiran yang fokus dan konsisten lebih bermakna daripada waktu panjang tetapi selalu terdistraksi.
Untuk ide yang realistis, lihat waktu berkualitas ayah dan anak di tengah kesibukan. Mulailah dari kegiatan kecil yang dapat dipertahankan.
Keterlibatan ayah sejak masa bayi hingga anak besar
Pada masa bayi, ayah dapat membantu menggendong, mengganti popok, menenangkan, dan mendukung kebutuhan ibu. Pada masa balita, ayah dapat bermain, membacakan cerita, dan mengajarkan kebiasaan aman. Saat anak sekolah, ayah dapat mendampingi belajar, mengenal teman, serta hadir dalam keputusan pendidikan. Remaja memerlukan pendengar yang menghormati privasi sekaligus memberi batas.
Peran berubah sesuai usia. Tidak perlu menunggu anak meminta bantuan; ayah dapat membangun rutinitas yang membuat anak tahu kapan dan bagaimana ia bisa menghubungi ayah.
Ayah juga perlu belajar dan meminta dukungan
Sebagian ayah merasa tidak percaya diri mengurus bayi atau menghadapi emosi anak karena tidak pernah melihat contoh di keluarganya. Keterampilan pengasuhan dapat dipelajari melalui praktik, diskusi dengan pasangan, konsultasi tenaga kesehatan, dan mengikuti kelas pengasuhan yang tepercaya.
Jika ayah mengalami stres, depresi, atau kesulitan mengelola emosi, mencari bantuan merupakan tindakan bertanggung jawab. Anak tidak memerlukan ayah yang selalu tahu jawaban, tetapi orang dewasa yang mau belajar dan hadir.
Keterlibatan ayah tidak hanya berupa bantuan kepada ibu
Ayah dapat membangun hubungan langsung dengan anak melalui waktu bermain, mengurus kebutuhan sehari-hari, mengantar sekolah, membaca buku, atau mendengarkan cerita. Kehadiran yang konsisten membuat anak mengenal ayah sebagai pengasuh yang dapat diandalkan, bukan hanya figur yang memberi hadiah atau menegakkan hukuman.
Jika ayah tinggal terpisah karena pekerjaan atau kondisi keluarga, rutinitas komunikasi dapat membantu menjaga kedekatan. Sesuaikan dengan usia dan minat anak; panggilan singkat yang rutin mungkin lebih bermakna daripada janji kegiatan besar yang sering batal.
Menghindari pembagian peran berdasarkan stereotip
Mengganti popok, menyiapkan makanan, menemani belajar, dan menenangkan anak bukan tugas yang hanya cocok bagi ibu. Ayah dapat mempelajari keterampilan tersebut dan ikut mengambil keputusan pengasuhan. Pembagian tugas yang jelas membantu mengurangi beban satu pihak dan memberi anak lebih banyak pengalaman relasi.
Bicarakan pembagian kerja berdasarkan waktu, kemampuan, kesehatan, serta kebutuhan keluarga. Keterlibatan tidak harus selalu sama persis, tetapi perlu dirasakan adil dan dapat diandalkan oleh semua anggota keluarga.
Menciptakan rutinitas ayah dan anak
Pilih kegiatan yang dapat dilakukan secara konsisten: membacakan cerita sebelum tidur, menyiapkan sarapan pada akhir pekan, mengantar latihan, atau berjalan bersama. Rutinitas tidak harus mahal maupun panjang. Yang penting, anak dapat mengandalkan kehadiran ayah dan merasa diperhatikan.
Jika jadwal kerja ayah berubah, jelaskan kapan waktu pengganti dapat dilakukan. Hindari sering menjanjikan kegiatan yang tidak pasti. Menepati janji kecil membantu membangun rasa percaya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah peran ayah hanya sebagai pencari nafkah?
Tidak. Ayah dapat terlibat langsung dalam perawatan, hubungan emosional, pendidikan, keselamatan, dan rutinitas keluarga.
Bagaimana ayah yang sibuk tetap dekat dengan anak?
Buat momen rutin yang realistis, seperti membaca cerita, menelepon, sarapan bersama, atau menemani kegiatan akhir pekan dengan perhatian penuh.










