Seorang ibu membaca bersama dua anak perempuan di meja luar rumah.
Kegiatan bersama memberi kesempatan bagi anak untuk berbagi cerita; saat konflik muncul, dengarkan pengalaman masing-masing.
Dinamika Keluarga & Pengasuhan Bersama

Mengatasi Pertengkaran Kakak-Adik tanpa Selalu Memihak

Ketika suara anak mulai meninggi, orang tua sering merasa harus segera menentukan siapa yang salah.

Ketika suara anak mulai meninggi, orang tua sering merasa harus segera menentukan siapa yang salah. Padahal, sebelum mencari solusi, yang paling penting adalah memastikan semua aman dan memahami apa yang terjadi. Tidak selalu mudah, terutama ketika cerita kedua anak berbeda.

Mulai dengan keselamatan dan ketenangan

Bersikap adil bukan berarti memperlakukan semua tindakan seolah sama. Orang tua dapat mendengar masing-masing anak sekaligus menetapkan batas jelas terhadap memukul, mengancam, merusak, atau merebut barang.

Langkah memperbaiki situasi setelah tenang

  1. Hentikan tindakan yang membahayakan dan pisahkan anak bila mereka belum bisa menenangkan diri.
  2. Dengar cerita masing-masing secara singkat tanpa interogasi atau memberi label.
  3. Tentukan langkah pemulihan yang terkait dengan kejadian: mengembalikan barang, memberi giliran, atau membantu memperbaiki sesuatu yang rusak.

Permintaan maaf akan lebih bermakna bila anak memahami dampak tindakannya dan punya kesempatan memperbaiki hal yang bisa diperbaiki.

Perbaikan perlu mengikuti apa yang benar-benar terjadi

Tidak semua konflik membutuhkan penyelesaian yang sama. Jika langkah “Hentikan tindakan yang membahayakan dan pisahkan anak bila mereka belum bisa menenangkan diri” diperlukan, fokus pertama adalah menghentikan risiko dan mengembalikan rasa aman. Setelah itu, langkah “Dengar cerita masing-masing secara singkat tanpa interogasi atau memberi label” dapat membantu memahami kebutuhan yang belum tersampaikan. Pilih tindakan pemulihan yang berkaitan dengan kejadian, bukan hukuman yang sekadar membuat anak malu. Jika salah satu anak belum siap berbicara, beri jeda dan kembali ketika situasi lebih tenang. Perbaikan yang kecil tetapi nyata lebih berguna daripada meminta mereka segera akur.

Bila konflik terkait topik mengatasi pertengkaran kakak-adik tanpa selalu memihak berulang, catat pemicu dan bagaimana situasi berakhir. Tindakan menyakiti, ancaman, atau rasa takut yang menetap perlu ditangani sebagai isu keselamatan, bukan sekadar perselisihan biasa.

Menjaga hubungan tanpa memaksa kedekatan

Tidak semua anak ingin melakukan kegiatan bersama dengan durasi atau cara yang sama. Salah satu mungkin menikmati percakapan, sementara yang lain lebih nyaman melakukan kegiatan berdampingan. Langkah “Dengar cerita masing-masing secara singkat tanpa interogasi atau memberi label” bisa menjadi pilihan ketika anak siap, tetapi beri mereka hak untuk meminta jeda dan memiliki kegiatan pribadi. Kedekatan yang sehat tidak harus tampak kompak di depan orang lain. Yang penting, batas dihormati, tidak ada yang dipaksa menanggung tanggung jawab orang dewasa, dan setiap anak tahu kepada siapa ia bisa meminta bantuan.

Dalam konteks Mengatasi Pertengkaran Kakak-Adik tanpa Selalu Memihak, Harvard Center on the Developing Child memberi penjelasan tambahan lewat bacaan tentang hubungan responsif antara anak dan pengasuh. Gunakan rujukan tersebut untuk memperkaya pemahaman, lalu lihat bagaimana “Tentukan langkah pemulihan yang terkait dengan kejadian: mengembalikan barang, memberi giliran, atau membantu memperbaiki sesuatu yang rusak” dapat dijalankan secara aman dan realistis.

Ketika persoalan yang sama terulang

Dua anak berebut spidol yang sama. Satu mengaku sedang memakainya, yang lain merasa sudah menunggu cukup lama. Jika orang tua langsung menyuruh kakak mengalah hanya karena lebih tua, persoalan giliran tidak pernah dipelajari; yang tertanam justru bahwa keputusan ditentukan oleh usia.

Memulihkan keadaan setelah konflik

Jika pendekatan pertama tidak sesuai, kembali ke kejadian yang paling sering memicu masalah. Apakah mereka berebut barang, lelah, atau belum memahami giliran? Langkah “Tentukan langkah pemulihan yang terkait dengan kejadian: mengembalikan barang, memberi giliran, atau membantu memperbaiki sesuatu yang rusak” dapat dicoba setelah kebutuhan dasar terlihat lebih jelas. Bicarakan satu perubahan pada satu waktu agar anak tidak menerima banyak aturan sekaligus dan orang tua lebih mudah melihat mana yang benar-benar membantu.

Gunakan pertanyaan singkat: “Apa yang kamu butuhkan sekarang?” dan “Apa yang bisa kita lakukan supaya ini aman?” Hindari pertanyaan yang mengarahkan anak untuk menyalahkan saudaranya.

Adil tidak selalu berarti sama persis

Jangan memaksa anak meminta maaf saat masih sangat marah hanya agar situasi tampak selesai. Permintaan maaf tanpa memahami akibatnya sering tidak memperbaiki hubungan.

Untuk situasi seperti mengatasi pertengkaran kakak-adik tanpa selalu memihak, dengarkan kedua anak dengan tenang. Bila satu pihak berulang kali merasa takut atau dirugikan, orang dewasa perlu mengambil peran yang lebih aktif.

Jika kebutuhan keluarga bergeser ke topik yang berdekatan, mengajak kakak menghargai adik tanpa membebani perannya bisa menjadi langkah baca berikutnya setelah tersedia. Keluarga juga dapat menjelajahi bacaan lain melalui homepage BisaBaca, sesuai kebutuhan yang sedang dihadapi.

Ajarkan perbaikan, bukan sekadar hukuman

Fokuslah pada tindakan berikutnya yang aman dan adil, bukan mencari pemenang. Setelah tenang, bantu anak memikirkan cara berbeda jika masalah serupa muncul lagi.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.