Pindah sekolah di tengah tahun dapat membuat anak kehilangan rutinitas, teman, dan rasa akrab yang sudah dibangun. Anak mungkin tampak antusias pada awalnya, lalu merasa sedih atau kewalahan setelah menghadapi lingkungan baru. Dukungan keluarga dan komunikasi sekolah perlu berjalan bersama.
Beri ruang untuk merindukan sekolah lama
Anak boleh merindukan guru, teman, atau kegiatan sebelumnya. Jangan meminta ia segera melupakan pengalaman lama atau membandingkan sekolah baru dengan yang lama. Dengarkan bagian yang paling ia rindukan.
Jika memungkinkan dan sesuai kenyamanan semua pihak, keluarga dapat menjaga hubungan dengan teman lama. Namun, jangan memaksakan komunikasi bila situasi perpindahan memiliki alasan keselamatan atau konflik.
Kenalkan hal-hal praktis di sekolah baru
Bantu anak mengetahui rute, lokasi kelas, toilet, kantin, dan orang dewasa yang bisa dimintai bantuan. Jika sekolah menyediakan orientasi atau kunjungan, manfaatkan untuk mengurangi ketidakpastian.
Jelaskan bahwa aturan dan kebiasaan mungkin berbeda. Anak tidak harus menghafal semuanya pada hari pertama. Beri kesempatan mencatat pertanyaan yang ingin disampaikan kepada guru. Sebagai rujukan lanjutan, baca laporan UNICEF tentang kualitas pendidikan dan pengalaman siswa.
Bantu membangun hubungan sosial secara bertahap
Dorong anak mengikuti satu kegiatan yang diminati atau berbincang dengan satu teman terlebih dahulu. Hindari menuntut ia langsung memiliki kelompok pertemanan baru.
Perhatikan apakah anak merasa aman dan diterima. Jika muncul ejekan, pengucilan, atau kesulitan berulang, komunikasikan kepada wali kelas dengan contoh yang jelas. Topik ini juga berkaitan dengan membantu anak beradaptasi sekolah baru dan membantu anak menghadapi rasa takut pada lingkungan baru.
Pantau adaptasi dan kebutuhan belajar
Perpindahan kurikulum, metode, dan tempo pembelajaran dapat memengaruhi tugas. Kumpulkan informasi dari guru tentang materi yang sudah dipelajari dan bagian yang perlu dijembatani.
Bila anak mengalami kecemasan menetap, penurunan fungsi, atau menolak sekolah, libatkan guru dan profesional yang sesuai. Jangan menyalahkan anak karena adaptasinya lebih lambat dari perkiraan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang dukungan sosial-emosional anak.
Contoh dalam keseharian
Anak pindah sekolah setelah semester berjalan dan belum punya teman dekat. Orang tua mengajak mengenali satu teman yang duduk berdekatan dan mencari klub yang ia minati. Di rumah, anak diberi waktu bercerita tentang hal yang terasa sulit tanpa harus segera menemukan solusi.
Hal yang perlu diingat
Pindah sekolah adalah perubahan besar yang memerlukan waktu. Bantu anak memahami lingkungan, menjaga hubungan yang berarti, dan menjembatani pelajaran. Adaptasi tidak harus selesai dalam hitungan hari.









