Guru menjelaskan materi kepada beberapa murid sekolah dasar dengan buku dan catatan kegiatan belajar di kelas.
Memahami kurikulum membantu orang tua bertanya tentang pengalaman belajar anak, bukan hanya nama program sekolah.
Pendidikan & Pembelajaran

Mengenal Kurikulum Merdeka di SD: Hal yang Perlu Dipahami Orang Tua

Penjelasan sederhana tentang Kurikulum Merdeka, kebijakan penyesuaian 2025, pembelajaran mendalam, penilaian, dan hal yang dapat ditanyakan kepada SD.

Orang tua kadang mendengar bahwa sebuah SD memakai Kurikulum Merdeka, lalu bertanya apakah itu berarti anak tidak lagi belajar mata pelajaran dasar, tidak punya pekerjaan rumah, atau seluruh kegiatan harus berbentuk proyek. Ada pula yang mengira kurikulum tersebut sudah diganti karena mendengar istilah kebijakan baru. Kebingungan ini wajar, sebab istilah pendidikan sering berubah lebih cepat daripada penjelasan yang sampai kepada keluarga.

Langkah awal adalah membedakan kurikulum, proses pembelajaran, dan program sekolah. Kurikulum memberi kerangka tentang tujuan dan isi pembelajaran. Proses pembelajaran menjelaskan bagaimana guru membantu murid mencapai tujuan. Program sekolah adalah pilihan kegiatan yang dikembangkan sesuai kebutuhan dan ketentuan. Ketiganya saling berkaitan, tetapi tidak sama.

Apakah Kurikulum Merdeka sudah diganti?

Penyesuaian melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 bukan pengumuman kurikulum nasional baru yang mengganti seluruh kurikulum secara mendadak. Penjelasan resmi Kemendikdasmen menyebut regulasi tersebut sebagai penyesuaian atas aturan kurikulum sebelumnya, termasuk penguatan pendekatan pembelajaran mendalam dan penambahan mata pelajaran pilihan tertentu sesuai kesiapan satuan pendidikan.

Karena kebijakan pendidikan dapat diperbarui, jangan menggunakan tangkapan layar lama sebagai satu-satunya sumber. Orang tua dapat membaca ringkasan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 dan meminta sekolah menjelaskan bagaimana kurikulum yang digunakan diterapkan pada kelas anak. Pertanyaan paling berguna adalah “Apa yang akan dipelajari anak dan bagaimana prosesnya?”, bukan hanya “Sekolah ini pakai kurikulum apa?”

Apa yang perlu dilihat dalam pengalaman belajar anak?

Perhatikan apakah tujuan pembelajaran disampaikan dengan bahasa yang dapat dipahami murid. Apakah anak memperoleh kesempatan bertanya, mencoba, berdiskusi, membaca, menulis, dan menerapkan konsep? Bagaimana guru mengetahui bagian mana yang sudah dipahami dan mana yang masih perlu diulang? Pembelajaran yang baik tidak hanya terlihat dari suasana menyenangkan, tetapi juga dari pemahaman yang berkembang.

Pembelajaran mendalam menekankan proses yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Itu tidak berarti setiap pelajaran harus berupa permainan atau proyek besar. Membaca teks, mengerjakan latihan, mengamati lingkungan, berdiskusi, dan membuat karya dapat menjadi bagian pembelajaran jika memiliki tujuan jelas dan memberi kesempatan murid membangun pemahaman.

Jangan menyamakan proyek dengan seluruh kurikulum

Proyek dapat membantu anak menghubungkan beberapa konsep dan bekerja sama. Namun, tidak semua materi perlu disampaikan melalui proyek. Ada saatnya murid perlu latihan langsung, penjelasan guru, membaca, menghafal istilah penting, atau berlatih keterampilan dasar. Tanyakan bagaimana sekolah menyeimbangkan pendekatan, bukan menuntut semua hal harus berbentuk proyek.

Jika sekolah menyebut banyak kegiatan projek, minta contoh hasil belajar dan jelaskan apa peran masing-masing murid. Apakah anak benar-benar melakukan pengamatan atau hanya membawa bahan dari rumah? Apakah mereka memahami proses, atau hanya menyiapkan produk untuk dipamerkan? Pembahasan lebih rinci tersedia dalam artikel menata rutinitas belajar anak SD untuk menjaga kesinambungan antara sekolah dan rumah.

Bagaimana penilaian dan laporan kemajuan dilakukan?

Tanyakan bagaimana guru memberi umpan balik: apakah orang tua hanya menerima nilai akhir, atau juga memahami kekuatan, kesulitan, dan langkah berikutnya? Penilaian dapat berlangsung selama proses belajar maupun pada akhir periode. Yang penting, hasilnya membantu guru dan keluarga memahami perkembangan murid, bukan sekadar membandingkan anak dengan teman sekelas.

Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan menjelaskan standar proses serta penilaian dalam kerangka standar nasional. Orang tua dapat membaca penjelasan standar proses pendidikan untuk memahami bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian merupakan rangkaian yang saling terkait. Mintalah contoh laporan yang telah dianonimkan jika ingin melihat cara sekolah menyampaikan kemajuan anak.

Perhatikan ruang untuk kebutuhan belajar yang berbeda

Dalam satu kelas, murid dapat memiliki kecepatan membaca, minat, pengalaman, dan kebutuhan dukungan yang berbeda. Tanyakan bagaimana guru memberi pengayaan bagi murid yang sudah memahami materi dan bantuan tambahan bagi yang masih memerlukan pengulangan. Kurikulum yang fleksibel seharusnya tidak berarti anak dibiarkan belajar sendiri tanpa arahan.

Jika anak kesulitan memahami instruksi atau merasa tertinggal, sampaikan contoh situasinya kepada guru. Jangan langsung menyimpulkan bahwa kurikulum tidak cocok. Bisa jadi anak membutuhkan cara penjelasan lain, waktu latihan tambahan, atau komunikasi yang lebih jelas. Panduan bekerja sama dengan guru dapat membantu keluarga menyepakati langkah yang dapat dipantau.

Pertanyaan praktis saat memilih sekolah

  • Kurikulum apa yang digunakan untuk kelas anak dan dasar kebijakan apa yang menjadi acuannya?
  • Bagaimana sekolah menerjemahkan tujuan pembelajaran ke dalam kegiatan mingguan?
  • Bagaimana guru memeriksa pemahaman murid dan memberi umpan balik?
  • Bagaimana sekolah mengatur pengayaan dan pendampingan bagi kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Bagaimana orang tua memperoleh informasi perkembangan, bukan hanya nilai akhir?

Jangan meminta guru menunjukkan seluruh dokumen perencanaan jika itu tidak dapat dibagikan. Cukup minta penjelasan dan contoh yang sesuai. Sekolah yang memahami kurikulumnya biasanya dapat menjelaskan dengan bahasa sederhana dan tidak hanya mengulang slogan.

Hindari membandingkan sekolah dari nama kurikulum saja

Dua sekolah yang menggunakan kurikulum sama dapat memiliki pengalaman belajar yang berbeda karena kualitas pendidik, kepemimpinan, sumber daya, konteks murid, dan budaya kelas. Sebaliknya, istilah program yang terdengar berbeda tidak selalu berarti isi pembelajarannya jauh lebih unggul. Lihat praktik, komunikasi, dan perkembangan murid.

Orang tua dapat melengkapi pemahaman dengan panduan memilih SD yang tepat. Keputusan sebaiknya tidak didasarkan pada ketakutan terhadap istilah kurikulum, tetapi pada penjelasan yang jelas tentang apa yang dipelajari anak dan bagaimana sekolah membantu mereka memahaminya.

Minta sekolah menjelaskan apa yang berubah di kelas anak

Nama kurikulum tidak selalu menjelaskan pengalaman belajar konkret. Orang tua dapat meminta contoh bagaimana satu topik dipelajari dalam beberapa minggu, tugas apa yang dikerjakan, dan bagaimana guru memberi umpan balik. Pertanyaan itu membantu melihat apakah anak memperoleh pengetahuan, latihan, dan kesempatan menerapkan konsep secara seimbang.

Jika informasi dari brosur, guru, dan dokumen resmi tampak berbeda, catat pertanyaannya lalu minta sekolah menjelaskan. Jangan menyimpulkan bahwa sekolah melanggar kebijakan hanya dari istilah yang kurang familiar. Gunakan sumber resmi untuk memahami kerangka nasional dan minta sekolah menerangkan penerapannya pada kegiatan sehari-hari.

Gunakan istilah kurikulum sebagai awal pertanyaan

Orang tua tidak harus menguasai seluruh dokumen kurikulum untuk berdiskusi dengan sekolah. Cukup pahami istilah utama dan tanyakan contoh penerapannya pada anak kelas satu atau kelas yang dituju. Jika sekolah menggunakan pendekatan tertentu, minta penjelasan tentang bagaimana guru merencanakan pembelajaran, memantau pemahaman, dan berkomunikasi dengan keluarga ketika anak membutuhkan penguatan.

Perubahan kebijakan tidak selalu langsung mengubah seluruh kegiatan dalam satu hari. Karena itu, tanyakan bagaimana sekolah mengomunikasikan penyesuaian kepada guru dan orang tua, kapan penerapan mulai dilakukan, serta bagaimana sekolah mengevaluasi kesiapan pendidik. Jawaban tersebut lebih membantu daripada menerima klaim bahwa suatu pendekatan sudah diterapkan hanya karena tercantum di brosur.

Periksa bagaimana sekolah menerjemahkan kebijakan ke kelas

Dokumen kurikulum memberi kerangka, tetapi pengalaman anak dibentuk oleh perencanaan guru, bahan ajar, interaksi, dan penilaian. Tanyakan bagaimana sekolah menyusun tujuan belajar per semester, memberi umpan balik, serta melaporkan perkembangan kepada orang tua. Minta contoh kegiatan yang menunjukkan murid tidak hanya menyelesaikan lembar kerja, tetapi juga memahami konsep dan dapat menjelaskan proses berpikirnya.

Orang tua tidak perlu menilai kurikulum hanya dari istilah proyek atau bentuk rapor. Tanyakan bagaimana sekolah memastikan keterampilan dasar tetap dikuasai dan bagaimana dukungan diberikan ketika anak mengalami kesulitan. Penerapan dapat berbeda antar sekolah, sehingga bukti praktik di kelas lebih membantu daripada klaim pada brosur.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.