Seorang ibu duduk dekat anak perempuan kecil sambil melakukan aktivitas bersama.
Waktu khusus dengan anak dapat membantu menjaga rasa terhubung ketika rutinitas berubah.
Dinamika Keluarga & Pengasuhan Bersama

Cara Mendampingi Kakak yang Merasa Tersisih

Ketika keluarga sibuk dengan kebutuhan adik, kakak bisa merasa tidak lagi mendapat tempat yang sama.

Ketika keluarga sibuk dengan kebutuhan adik, kakak bisa merasa tidak lagi mendapat tempat yang sama. Ia mungkin lebih sering meminta perhatian, menolak membantu, atau terlihat mudah marah. Respons seperti itu perlu dipahami dalam konteks perubahan hubungan, bukan langsung dianggap sebagai sikap buruk.

Lihat perilaku sebagai kemungkinan pesan

Perasaan tersisih tidak selalu hilang dengan mengatakan “kamu harus mengerti”. Anak membutuhkan pengalaman nyata bahwa orang tua masih ingin mendengar, bermain, dan menghabiskan waktu dengannya.

Contoh kalimat yang terasa dekat

“Aku dengar kamu merasa kurang mendapat waktuku. Kamu tetap penting. Mari kita pilih satu waktu yang bisa kita jaga bersama.”

Nada bicara dan waktu percakapan sama pentingnya dengan pilihan kata. Bila suasana sedang panas, jeda mungkin lebih membantu.

  • Akui perasaan anak tanpa mengoreksi apakah ia seharusnya merasa begitu.
  • Buat waktu singkat yang bisa diprediksi, meskipun hanya beberapa menit.
  • Libatkan kakak dalam perubahan keluarga hanya jika ia bersedia, bukan sebagai kewajiban.

Membuat percakapan terasa alami

Contoh kalimat hanya menjadi titik awal. Sesuaikan kata-katanya dengan usia anak, bahasa yang biasa digunakan di rumah, dan situasi yang sedang terjadi. Setelah berbicara, beri waktu untuk respons—anak mungkin menjawab, diam, mengubah topik, atau belum siap. Langkah “Akui perasaan anak tanpa mengoreksi apakah ia seharusnya merasa begitu” lebih mudah dipraktikkan bila orang dewasa juga menunjukkan perilakunya, bukan hanya meminta anak melakukannya. Bila kalimat terasa kaku, sederhanakan sampai terdengar seperti percakapan sehari-hari.

Bila konflik terkait topik cara mendampingi kakak yang merasa tersisih berulang, catat pemicu dan bagaimana situasi berakhir. Tindakan menyakiti, ancaman, atau rasa takut yang menetap perlu ditangani sebagai isu keselamatan, bukan sekadar perselisihan biasa.

Menjaga hubungan tanpa memaksa kedekatan

Tidak semua anak ingin melakukan kegiatan bersama dengan durasi atau cara yang sama. Salah satu mungkin menikmati percakapan, sementara yang lain lebih nyaman melakukan kegiatan berdampingan. Langkah “Buat waktu singkat yang bisa diprediksi, meskipun hanya beberapa menit” bisa menjadi pilihan ketika anak siap, tetapi beri mereka hak untuk meminta jeda dan memiliki kegiatan pribadi. Kedekatan yang sehat tidak harus tampak kompak di depan orang lain. Yang penting, batas dihormati, tidak ada yang dipaksa menanggung tanggung jawab orang dewasa, dan setiap anak tahu kepada siapa ia bisa meminta bantuan.

Harvard Center on the Developing Child membahas topik Cara Mendampingi Kakak yang Merasa Tersisih dalam bacaan tentang hubungan responsif antara anak dan pengasuh. Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan ialah “Libatkan kakak dalam perubahan keluarga hanya jika ia bersedia, bukan sebagai kewajiban”; sesuaikan dengan keadaan keluarga, bukan sebagai aturan untuk semua anak.

Ketika anak meminta perhatian di waktu yang sulit

Jika kakak mengeluh setiap kali orang tua mengurus adik, kita bisa berkata, “Kamu ingin aku memperhatikanmu juga. Aku sedang membantu adik sebentar, setelah itu aku datang ke tempatmu.” Janji itu perlu realistis; jika harus berubah, jelaskan dan tentukan waktu pengganti.

Membuat janji yang realistis dan bisa dipegang

Jika pendekatan pertama tidak sesuai, kembali ke kejadian yang paling sering memicu masalah. Apakah mereka berebut barang, lelah, atau belum memahami giliran? Langkah “Libatkan kakak dalam perubahan keluarga hanya jika ia bersedia, bukan sebagai kewajiban” dapat dicoba setelah kebutuhan dasar terlihat lebih jelas. Bicarakan satu perubahan pada satu waktu agar anak tidak menerima banyak aturan sekaligus dan orang tua lebih mudah melihat mana yang benar-benar membantu.

Sesudah mencoba, tanyakan apa yang terasa membantu, apa yang masih sulit, dan bantuan apa yang dibutuhkan selanjutnya. Hubungkan jawaban itu dengan langkah “Libatkan kakak dalam perubahan keluarga hanya jika ia bersedia, bukan sebagai kewajiban” agar percakapan berujung pada tindakan praktis. Tidak perlu menilai hasil sebagai berhasil atau gagal; gunakan informasi itu untuk menyesuaikan dukungan.

Jangan membebankan perubahan pada adik

Jangan menjanjikan perhatian yang tidak mungkin dipenuhi atau menyalahkan adik atas semua perubahan. Orang dewasa bertanggung jawab menjelaskan dan mengatur kebutuhan rumah.

Untuk situasi seperti cara mendampingi kakak yang merasa tersisih, dengarkan kedua anak dengan tenang. Bila satu pihak berulang kali merasa takut atau dirugikan, orang dewasa perlu mengambil peran yang lebih aktif.

Bacaan lanjutan yang berkaitan adalah saat adik sering meniru kakak: cara menyikapinya dengan hangat, yang dapat dibuka setelah artikel itu terbit. Untuk melihat tema lain di ekosistem BisaBaca, kunjungi homepage BisaBaca dan pilih bacaan yang relevan.

Perhatian kecil yang konsisten membangun kembali rasa terhubung

Rasa terhubung sering dibangun melalui perhatian kecil yang konsisten. Tidak perlu menunggu punya satu sore penuh untuk menunjukkan bahwa kakak tetap penting.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.