Pelajari pengurangan anak melalui gambar, benda nyata, permainan, dan contoh soal matematika sederhana yang menyenangkan.
Belajar pengurangan anak dapat dimulai melalui kegiatan sederhana, seperti mengambil beberapa mainan, menghitung buah yang tersisa, atau bermain dengan kartu angka. Dengan menggunakan benda nyata dan gambar, anak dapat memahami bahwa pengurangan berarti mengurangi jumlah, sehingga hasilnya menjadi lebih sedikit.
Pengurangan merupakan salah satu keterampilan dasar matematika yang penting dipelajari anak. Namun, anak tidak harus langsung menghafal rumus atau mengerjakan banyak soal tertulis. Orang tua dapat mengenalkan konsep pengurangan melalui permainan yang menyenangkan dan latihan yang sesuai dengan kemampuan anak.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengajari anak pengurangan secara bertahap, contoh soal dengan gambar, permainan edukatif, serta latihan sederhana yang dapat dilakukan bersama orang tua di rumah.
Apa Itu Pengurangan?
Pengurangan adalah operasi matematika untuk mencari selisih atau mengetahui jumlah yang tersisa setelah sebagian jumlah dikurangi. Simbol yang digunakan untuk pengurangan adalah tanda minus (-).
Contohnya:
5 – 2 = 3
Artinya, jika ada lima buah apel kemudian dua apel diambil, tersisa tiga apel.
Untuk membantu anak memahami konsep tersebut, gunakan benda yang dapat dilihat dan disentuh. Letakkan lima balok di atas meja, kemudian minta anak mengambil dua balok. Ajak anak menghitung balok yang masih tersisa.
Dengan cara ini, anak dapat melihat langsung hubungan antara jumlah awal, jumlah yang diambil, dan jumlah akhir.
Menurut Early Education and Development dari Education Endowment Foundation, benda konkret dan representasi visual dapat membantu anak memahami konsep matematika. Penggunaan media tersebut akan lebih bermakna ketika orang tua menghubungkannya dengan konsep yang sedang dipelajari.
Mengapa Anak Perlu Belajar Pengurangan?
Belajar pengurangan tidak hanya membantu anak menyelesaikan soal matematika di sekolah. Keterampilan ini juga berguna untuk memahami berbagai situasi sehari-hari.
Berikut beberapa manfaat belajar pengurangan untuk anak.
1. Memahami Perubahan Jumlah
Anak belajar memahami bahwa jumlah benda dapat berkurang ketika sebagian benda diambil, digunakan, atau dipindahkan.
Misalnya, anak memiliki enam mobil-mobilan. Dua mobil disimpan ke dalam kotak. Dengan menghitung mobil yang tersisa, anak dapat memahami konsep enam dikurangi dua.
2. Melatih Kemampuan Berpikir Logis
Saat menyelesaikan soal pengurangan, anak belajar memperhatikan jumlah awal, memahami perubahan yang terjadi, dan menentukan hasil akhirnya.
Keterampilan ini dapat dilatih melalui pertanyaan sederhana, seperti, “Ada lima kue. Jika dua kue dimakan, berapa yang tersisa?”
3. Membantu Anak Memahami Hubungan Antarangka
Pengurangan berkaitan erat dengan penjumlahan. Misalnya, jika anak mengetahui bahwa 3 + 2 = 5, ia dapat menggunakan hubungan tersebut untuk memahami bahwa 5 – 2 = 3.
Pemahaman ini membantu anak mengembangkan strategi berhitung yang lebih fleksibel.
4. Mendukung Pembelajaran Matematika Berikutnya
Pengurangan menjadi dasar untuk mempelajari berbagai materi matematika, termasuk operasi hitung yang lebih kompleks, pengukuran, dan soal cerita.
Karena itu, anak sebaiknya memahami konsep pengurangan terlebih dahulu sebelum beralih ke latihan yang lebih sulit.
1. Ajarkan Pengurangan Menggunakan Benda Nyata
Cara termudah untuk mengenalkan pengurangan adalah menggunakan benda yang dikenal anak, seperti balok, pensil, buah, atau mainan.
Mulailah dengan jumlah kecil agar anak dapat menghitung setiap benda dengan mudah.
Sebagai contoh, letakkan tujuh balok di atas meja. Minta anak menghitung semuanya. Kemudian, ambil tiga balok dan tanyakan berapa balok yang masih tersisa.
Hitung bersama:
7 – 3 = 4
Jelaskan bahwa tujuh balok dikurangi tiga balok menghasilkan empat balok yang tersisa.
Ulangi kegiatan menggunakan jumlah yang berbeda. Ketika anak mulai memahami konsepnya, kurangi bantuan secara bertahap dan biarkan anak mencoba sendiri.
Tips untuk orang tua: Gunakan benda yang aman untuk anak. Pastikan benda berukuran cukup besar agar tidak tertelan oleh anak yang masih kecil.
2. Belajar Pengurangan dengan Gambar
Gambar dapat menjadi media yang menarik untuk membantu anak memahami pengurangan, terutama ketika ia mulai beralih dari benda nyata ke soal tertulis.
Gunakan gambar buah, hewan, kendaraan, atau benda lain yang disukai anak. Tampilkan sejumlah gambar, kemudian beri tanda silang pada sebagian gambar untuk menunjukkan benda yang diambil.
Contoh berikut dapat digunakan untuk latihan sederhana.
Soal: Ada 6 apel. Dua apel dimakan. Berapa apel yang tersisa?
Ilustrasi:
🍎 🍎 🍎 🍎 🍎 🍎
Dari enam apel, dua apel diambil sehingga tersisa empat apel.
Jawaban: 6 – 2 = 4
Contoh lainnya:
Soal: Ada 8 ikan. Tiga ikan berenang pergi. Berapa ikan yang masih ada?
Ilustrasi:
🐟 🐟 🐟 🐟 🐟 🐟 🐟 🐟
Delapan ikan dikurangi tiga ikan menghasilkan lima ikan yang tersisa.
Jawaban: 8 – 3 = 5
Gunakan gambar yang jelas dan tidak terlalu ramai. Tujuannya adalah membantu anak berfokus pada jumlah, bukan membuatnya sibuk memperhatikan terlalu banyak dekorasi.
3. Gunakan Jari untuk Belajar Pengurangan
Jari tangan dapat menjadi alat bantu sederhana ketika anak baru belajar menghitung dan belum terbiasa mengurangi angka.
Misalnya, untuk menyelesaikan 7 – 2, anak menunjukkan tujuh jari, kemudian melipat dua jari. Setelah itu, hitung jari yang masih terbuka.
Hasilnya adalah lima.
Cara ini bisa digunakan untuk latihan pengurangan dengan angka kecil. Orang tua juga dapat mengajak anak mengerjakan beberapa soal berikut:
- 5 – 1 = 4
- 6 – 2 = 4
- 8 – 3 = 5
- 9 – 4 = 5
Lakukan dengan santai dan berikan waktu kepada anak untuk menghitung.
Seiring meningkatnya kemampuan, kenalkan cara lain seperti menggunakan gambar, garis bilangan, atau menghitung secara mental. Jari tangan tetap dapat digunakan sebagai alat bantu ketika anak membutuhkannya.
4. Ajarkan Pengurangan Menggunakan Garis Bilangan
Garis bilangan merupakan alat visual yang membantu anak memahami pengurangan sebagai gerakan mundur dari suatu angka.
Gambarlah garis bilangan dari 0 sampai 10, kemudian tunjukkan cara mengerjakan soal sederhana.
Misalnya, untuk menyelesaikan 8 – 3:
- Mulai dari angka 8.
- Bergerak mundur tiga langkah.
- Berhenti di angka 5.
Jadi, 8 – 3 = 5.
Orang tua bisa menggambar garis bilangan di kertas atau membuatnya di lantai menggunakan selotip kertas. Anak dapat melangkah mundur sesuai jumlah pengurangan yang disebutkan.
Permainan ini menggabungkan kegiatan berhitung dengan gerakan tubuh sehingga anak memperoleh pengalaman belajar yang berbeda.
Jika anak masih kesulitan memahami arah gerakan, gunakan benda konkret terlebih dahulu. Setelah konsep mengambil benda mulai dipahami, perkenalkan garis bilangan secara bertahap.
5. Mulai dari Pengurangan Angka Kecil
Anak yang baru belajar pengurangan sebaiknya berlatih dengan angka kecil terlebih dahulu. Pilih soal dengan jumlah awal yang mudah dihitung menggunakan benda atau gambar.
Contohnya:
| Soal | Jawaban |
|---|---|
| 3 – 1 = … | 2 |
| 4 – 2 = … | 2 |
| 5 – 3 = … | 2 |
| 6 – 1 = … | 5 |
| 7 – 2 = … | 5 |
| 8 – 4 = … | 4 |
| 9 – 3 = … | 6 |
| 10 – 5 = … | 5 |
Ajak anak mengerjakan soal satu per satu. Jika ia salah menjawab, gunakan benda konkret untuk menunjukkan proses pengurangannya.
Setelah anak mulai memahami pola, tambahkan variasi soal dengan hasil yang berbeda.
Tidak perlu langsung memberikan banyak soal sekaligus. Beberapa soal yang dipahami dengan baik lebih bermanfaat daripada banyak soal yang dikerjakan tanpa memahami konsepnya.
6. Latihan Pengurangan untuk Anak SD
Anak yang sudah memahami pengurangan dasar dapat melanjutkan ke soal dengan bilangan yang lebih besar.

Berikut contoh latihan yang dapat diberikan sesuai kemampuan.
| No. | Soal | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | 12 – 4 = … | 8 |
| 2 | 15 – 6 = … | 9 |
| 3 | 18 – 7 = … | 11 |
| 4 | 20 – 8 = … | 12 |
| 5 | 25 – 3 = … | 22 |
| 6 | 34 – 12 = … | 22 |
| 7 | 46 – 21 = … | 25 |
| 8 | 58 – 26 = … | 32 |
| 9 | 72 – 30 = … | 42 |
| 10 | 85 – 43 = … | 42 |
Apabila anak sudah memahami nilai tempat, ajak ia menggunakan cara bersusun untuk mengerjakan pengurangan dua digit.
Namun, jika anak masih kesulitan, kembali ke soal dengan angka yang lebih kecil. Pastikan anak memahami cara mendapatkan jawaban sebelum meningkatkan tingkat kesulitan.
7. Mengenalkan Pengurangan dengan Teknik Meminjam
Pada pengurangan bilangan dua digit, anak mungkin menemukan soal ketika angka satuan di bilangan pertama lebih kecil daripada angka satuan di bilangan kedua. Pada situasi tersebut, ia dapat mempelajari teknik meminjam atau menukar satu puluhan menjadi sepuluh satuan.
Sebagai contoh:
32 – 17 = …
Susun angka berdasarkan nilai tempat:
32
- 17
----
Langkah pertama, perhatikan angka satuan. Dua satuan tidak cukup untuk dikurangi tujuh satuan dengan cara biasa. Karena itu, tukarkan satu puluhan menjadi sepuluh satuan.
Bilangan 32 kemudian menjadi dua puluhan dan dua belas satuan.
Selanjutnya:
- Dua belas dikurangi tujuh sama dengan lima.
- Dua puluh dikurangi sepuluh sama dengan sepuluh.
Hasil akhirnya adalah:
32
- 17
----
15
Jadi, 32 – 17 = 15.
Gunakan balok nilai tempat atau kumpulan stik berisi sepuluh benda untuk memperjelas proses pertukaran tersebut. Jika anak belum memahami puluhan dan satuan, jangan terburu-buru mengajarkan teknik ini.
8. Gunakan Permainan Edukatif untuk Latihan Pengurangan
Permainan dapat membantu anak berlatih pengurangan melalui kegiatan yang menarik dan mudah diulang.
Berikut beberapa ide permainan sederhana.
Permainan Mengambil Benda
Siapkan sepuluh balok atau benda lain. Minta anak menghitung seluruhnya, kemudian sebutkan berapa benda yang harus diambil.
Misalnya, “Ada delapan balok. Ambil tiga balok. Berapa yang tersisa?”
Anak menghitung benda yang tersisa dan menyebutkan hasilnya.
Permainan Kartu Angka
Buat kartu berisi soal pengurangan sederhana. Anak mengambil satu kartu, lalu mencoba menemukan jawabannya menggunakan gambar, jari, atau benda nyata.
Jika ia sudah lancar, ajak anak menjelaskan bagaimana jawaban tersebut diperoleh.
Permainan Toko-Tokoan
Ajak anak berpura-pura berbelanja menggunakan benda atau uang mainan. Misalnya, anak memiliki sepuluh koin mainan dan menggunakan empat koin untuk membeli barang.
Ajak ia menghitung sisa koin.
Permainan ini dapat membantu anak memahami pengurangan dalam situasi sehari-hari.
Permainan Dadu
Gunakan dua dadu untuk membuat latihan sederhana. Tentukan angka pertama sebagai jumlah awal, kemudian angka kedua sebagai jumlah yang diambil.
Pastikan jumlah yang diambil tidak melebihi jumlah awal jika latihan masih berfokus pada pengurangan bilangan bulat nonnegatif.
Gunakan benda sebagai alat bantu apabila anak masih memerlukan bantuan untuk menghitung.
9. Latihan Soal Cerita Pengurangan
Soal cerita membantu anak menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Bacakan soal jika diperlukan dan ajak anak menentukan informasi yang diketahui sebelum menghitung.
Soal 1: Menghitung Buah
Ibu memiliki sembilan jeruk. Tiga jeruk diberikan kepada tetangga. Berapa jeruk yang tersisa?
Penyelesaian:
9 – 3 = 6
Jawaban: Enam jeruk tersisa.
Soal 2: Menghitung Mainan
Budi memiliki 15 mobil-mobilan. Ia menyimpan enam mobil-mobilan ke dalam kotak lain. Berapa mobil-mobilan yang tersisa di tempat semula?
Penyelesaian:
15 – 6 = 9
Jawaban: Sembilan mobil-mobilan tersisa di tempat semula.
Soal 3: Menghitung Buku
Di rak terdapat 24 buku. Sebanyak 10 buku dipindahkan ke rak lain. Berapa buku yang masih ada di rak pertama?
Penyelesaian:
24 – 10 = 14
Jawaban: Empat belas buku masih ada di rak pertama.
Soal 4: Menghitung Pensil
Siti memiliki 32 pensil warna. Sebanyak 17 pensil diberikan kepada teman-temannya. Berapa pensil warna yang masih dimiliki Siti?
Penyelesaian:
32 – 17 = 15
Jawaban: Siti masih memiliki 15 pensil warna.
Setelah mengerjakan soal cerita, ajak anak menjelaskan alasan menggunakan pengurangan. Hal ini membantu anak memahami makna soal, bukan sekadar mencari angka untuk dihitung.
10. Biasakan Belajar Pengurangan Setiap Hari
Latihan tidak harus berlangsung lama. Orang tua dapat menyediakan waktu sekitar 10–15 menit, kemudian menyesuaikannya dengan kemampuan dan perhatian anak.
Contoh rutinitas belajar:
| Durasi | Aktivitas |
|---|---|
| 3 menit | Mengulang konsep pengurangan sebelumnya |
| 4 menit | Menggunakan gambar atau benda nyata |
| 5 menit | Mengerjakan beberapa soal sesuai kemampuan |
| 3 menit | Membahas jawaban dan mengulang materi |
Jadwal tersebut bersifat fleksibel. Jika anak mulai lelah, akhiri kegiatan dengan positif dan lanjutkan pada kesempatan berikutnya.
Orang tua juga dapat memasukkan latihan pengurangan ke dalam kegiatan keluarga, seperti menghitung sisa buah, mainan, atau benda setelah sebagian diambil.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengajari Pengurangan
Agar kegiatan belajar tetap menyenangkan dan efektif, perhatikan beberapa hal berikut.
Memaksa anak menghafal jawaban. Bantu anak memahami konsep jumlah yang berkurang, bukan hanya mengingat hasil soal.
Langsung memberikan soal yang sulit. Mulai dengan jumlah kecil, lalu tingkatkan kesulitan sesuai kemampuan anak.
Mengabaikan penggunaan gambar dan benda. Media konkret dapat membantu anak yang belum memahami operasi pengurangan secara abstrak.
Tidak memeriksa pemahaman anak. Ajak anak menjelaskan langkah yang digunakan, sehingga orang tua dapat mengetahui apakah ia memahami konsepnya.
Memarahi anak saat salah menjawab. Berikan contoh yang benar dan kesempatan untuk mencoba kembali.
Dengan pendekatan yang sabar dan bertahap, anak dapat mempelajari pengurangan tanpa merasa takut melakukan kesalahan.
Pertanyaan Umum tentang Belajar Pengurangan Anak
Bagaimana cara mengajari anak pengurangan dari nol?
Mulailah dengan benda nyata. Berikan sejumlah benda, ambil sebagian, kemudian hitung benda yang tersisa. Setelah anak memahami konsepnya, kenalkan gambar dan simbol pengurangan.
Pada usia berapa anak mulai belajar pengurangan?
Anak dapat dikenalkan pada konsep jumlah yang berkurang melalui permainan sejak usia dini. Latihan dengan simbol angka sebaiknya disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing anak.
Bagaimana cara membantu anak yang kesulitan mengerjakan pengurangan?
Gunakan benda nyata, gambar, jari, atau garis bilangan. Kurangi tingkat kesulitan jika diperlukan dan berikan kesempatan untuk berlatih kembali.
Apa perbedaan penjumlahan dan pengurangan?
Penjumlahan menggabungkan jumlah, sedangkan pengurangan dapat digunakan untuk mengambil sebagian dari jumlah awal atau mencari selisih antara dua jumlah.
Apakah pengurangan harus dipelajari sebelum penjumlahan?
Keduanya merupakan konsep dasar matematika yang saling berkaitan. Anak dapat mempelajarinya secara bertahap sesuai kemampuan, menggunakan benda nyata untuk memahami bagaimana jumlah berubah.
Kesimpulan
Belajar pengurangan untuk anak dapat dimulai dengan benda nyata, gambar, jari, dan permainan sederhana. Setelah anak memahami konsep mengambil sebagian dari jumlah awal, lanjutkan dengan soal angka kecil, bilangan yang lebih besar, dan soal cerita sesuai kemampuannya.
Orang tua sebaiknya memberikan latihan yang teratur tanpa memaksakan materi yang terlalu sulit. Gunakan media yang menarik, ajak anak menjelaskan jawabannya, dan berikan dukungan ketika ia melakukan kesalahan.
Dengan pendampingan yang konsisten, anak dapat membangun pemahaman pengurangan yang lebih kuat sekaligus mengembangkan kepercayaan diri dalam belajar matematika.
Yuk, dampingi perjalanan belajar anak bersama BisaBaca! Kunjungi BisaBaca.com untuk mengenal materi belajar interaktif yang dapat melengkapi aktivitas berhitung di rumah.
