{"id":48,"date":"2026-10-23T17:42:00","date_gmt":"2026-10-23T10:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/?p=48"},"modified":"2026-10-23T21:21:23","modified_gmt":"2026-10-23T14:21:23","slug":"metode-phonics-untuk-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/membaca\/metode-phonics-untuk-anak\/","title":{"rendered":"Metode Phonics untuk Anak: Belajar Membaca dengan Bunyi Huruf"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics untuk anak adalah cara belajar membaca dengan mengenalkan hubungan antara huruf dan bunyi yang diwakilinya. Melalui metode ini, anak belajar mengenali bunyi huruf, menggabungkannya menjadi kata, lalu menggunakan keterampilan tersebut untuk membaca secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar membaca tidak harus dimulai dengan menghafal banyak kata. Orang tua dapat membantu anak memahami cara kerja huruf melalui permainan bunyi, kartu huruf, buku bergambar, dan latihan sederhana di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pembelajaran yang terstruktur dan sesuai kemampuan anak, metode phonics dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun fondasi membaca. Prosesnya perlu dilakukan secara bertahap agar anak dapat memahami materi tanpa merasa tertekan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Metode Phonics?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics adalah pendekatan belajar membaca yang mengajarkan hubungan antara huruf atau kelompok huruf dengan bunyi bahasa. Anak belajar mengenali hubungan tersebut, kemudian menggunakannya untuk membaca kata yang sudah dikenal maupun kata baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, anak dapat belajar bahwa huruf B mewakili bunyi \/b\/. Bunyi tersebut kemudian dikenalkan melalui kata seperti <em>bola<\/em>, <em>buku<\/em>, dan <em>baju<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami beberapa hubungan antara huruf dan bunyi, anak berlatih menggabungkan bunyi untuk membaca kata secara utuh. Dengan demikian, anak tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga belajar memahami bagaimana kata dibentuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <a href=\"https:\/\/educationendowmentfoundation.org.uk\/education-evidence\/teaching-learning-toolkit\/phonics\/\">Education Endowment Foundation, phonics merupakan pendekatan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara simbol tertulis dan bunyi<\/a>. Pengajarannya sebaiknya dilakukan secara jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kemampuan anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, phonics bukan satu-satunya keterampilan yang dibutuhkan untuk membaca. Anak juga perlu mengembangkan kosakata, memahami cerita, mendengarkan bahasa, dan belajar menangkap makna bacaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Metode Phonics untuk Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics dapat membantu anak memahami proses membaca melalui latihan yang terarah. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh ketika pendekatan ini diterapkan sesuai kebutuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Membantu Anak Mengenali Bunyi Huruf<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak belajar menghubungkan bentuk huruf dengan bunyinya melalui contoh dan latihan berulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, orang tua menunjukkan huruf M, kemudian mengenalkan kata <em>mata<\/em> dan <em>meja<\/em>. Ajak anak memperhatikan bunyi awal yang sama pada kedua kata tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas sederhana ini membantu anak memahami hubungan antara bunyi bahasa dan simbol tertulis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Melatih Anak Membaca Kata Baru<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang memahami hubungan huruf dan bunyi dapat menggunakan keterampilan tersebut untuk mencoba membaca kata yang belum dikenal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, setelah mengenali pola bunyi pada beberapa kata sederhana, anak dapat berlatih membaca kata lain yang menggunakan pola serupa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses ini perlu dilakukan bertahap. Jika anak masih kesulitan mengenali bunyi tertentu, ulangi latihan dengan contoh yang lebih mudah sebelum meningkatkan tingkat kesulitannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Membantu Anak Membaca dengan Lebih Terarah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics memberikan urutan pembelajaran yang dapat membantu orang tua menentukan materi selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak dapat memulai dengan mengenali huruf dan bunyinya, kemudian berlatih menggabungkan bunyi, membaca kata sederhana, dan melanjutkan ke kalimat pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan yang terencana, orang tua juga lebih mudah memantau keterampilan yang sudah dikuasai dan bagian yang masih memerlukan latihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mendukung Kemampuan Membaca Kata secara Akurat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Phonics membantu anak mempelajari cara mengenali dan membaca kata berdasarkan hubungan huruf dan bunyi. Namun, kemampuan membaca dengan akurat belum tentu membuat anak langsung memahami isi bacaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, latihan phonics perlu disertai kegiatan memperkaya kosakata, membacakan cerita, dan membahas makna kata atau kalimat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengajarkan Metode Phonics kepada Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua tidak harus menyediakan alat belajar yang mahal. Kartu huruf, kertas, buku cerita, dan benda di sekitar rumah dapat digunakan untuk mengenalkan phonics.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut langkah-langkah yang dapat dicoba di rumah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kenalkan Huruf dan Bunyinya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan beberapa huruf yang mudah dikenali anak. Tunjukkan bentuk hurufnya, jelaskan bunyinya, lalu hubungkan dengan kata yang familiar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, saat mengenalkan huruf B, gunakan gambar bola. Sebutkan kata tersebut dan ajak anak memperhatikan bunyi awalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan latihan secara santai. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengulang bunyi dan menemukan huruf yang sama pada contoh lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hindari mengenalkan terlalu banyak huruf sekaligus jika anak masih memerlukan waktu untuk memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Latih Anak Mendengarkan Bunyi dalam Kata<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menggabungkan bunyi untuk membaca, anak perlu berlatih mendengarkan dan membedakan bunyi bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan kata yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, seperti <em>buku<\/em>, <em>bola<\/em>, <em>mata<\/em>, dan <em>sapi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ajak anak memperhatikan bunyi awal setiap kata. Misalnya, tanyakan, &#8220;Apa bunyi awal kata bola?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua juga dapat mengucapkan dua kata dan meminta anak menemukan bunyi awal yang sama. Jadikan kegiatan ini permainan singkat, bukan tes yang membuat anak merasa harus selalu menjawab dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ajarkan Cara Menggabungkan Bunyi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah anak mulai memahami beberapa hubungan huruf dan bunyi, ajak ia menggabungkan bunyi untuk membaca kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, kata <em>mata<\/em> dapat dilatih dengan mengenali bunyi \/m\/, \/a\/, \/t\/, dan \/a\/, lalu menggabungkannya menjadi kata utuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan proses tersebut perlahan dengan contoh yang sesuai kemampuan anak. Tidak perlu langsung menggunakan kata panjang atau pola ejaan yang rumit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak kesulitan menggabungkan bunyi, berikan contoh kembali dan ajak ia mengucapkannya bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Gunakan Kartu Huruf dan Gambar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kartu huruf dan gambar membantu anak melihat hubungan antara tulisan dan makna kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat kartu sederhana yang berisi huruf atau kata, kemudian pasangkan dengan gambar yang sesuai. Misalnya, kartu bertuliskan <em>buku<\/em> dapat dipasangkan dengan gambar buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minta anak menyebutkan nama gambar, memperhatikan tulisannya, kemudian mencoba membaca kata tersebut bersama orang tua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah anak memahami beberapa contoh, tambahkan kartu baru secara bertahap. Ulangi kartu yang sudah dipelajari agar anak mendapatkan kesempatan untuk berlatih kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Lanjutkan dengan Membaca Kata dan Kalimat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika anak mulai mampu membaca kata sederhana, gunakan kata tersebut dalam kalimat pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ibu baca buku.<\/li>\n\n\n\n<li>Budi punya bola.<\/li>\n\n\n\n<li>Sapi makan rumput.<\/li>\n\n\n\n<li>Mata melihat bunga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacalah kalimat bersama anak, kemudian ajukan pertanyaan sederhana tentang maknanya. Misalnya, &#8220;Apa yang dimiliki Budi?&#8221; atau &#8220;Siapa yang membaca buku?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan cara ini, anak tidak hanya berlatih membaca tulisan, tetapi juga belajar memahami informasi yang dibacanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Aktivitas Phonics untuk Anak di Rumah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar kegiatan belajar tidak terasa monoton, variasikan latihan phonics dengan permainan sederhana. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan minat anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Permainan Mencari Bunyi Awal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih satu bunyi, lalu ajak anak mencari benda di rumah yang namanya diawali bunyi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, gunakan kata <em>buku<\/em>, <em>bola<\/em>, atau <em>baju<\/em> untuk berlatih memperhatikan bunyi awal \/b\/.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dapat memberikan petunjuk melalui gambar atau benda nyata. Setelah anak menemukan benda yang sesuai, sebutkan namanya bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Permainan Mencocokkan Huruf dan Gambar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapkan beberapa kartu huruf dan kartu bergambar. Ajak anak mencocokkan gambar dengan huruf awal yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan dua atau tiga pilihan agar aktivitas mudah dipahami. Tambahkan pilihan baru ketika anak semakin terbiasa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Permainan Menyusun Kata<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan kartu huruf untuk menyusun kata sederhana, seperti <em>mata<\/em>, <em>buku<\/em>, dan <em>sapi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tunjukkan contoh kata terlebih dahulu, kemudian minta anak menyusun huruf sesuai urutannya. Bacalah kata yang terbentuk bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila anak belum mampu menyusun kata secara mandiri, bantu dengan memberikan petunjuk dan mengurangi jumlah pilihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membaca Buku Bersama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih buku bergambar dengan kata-kata sederhana. Ketika menemukan kata yang sudah dipelajari, tunjukkan tulisannya dan ajak anak membacanya bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan menghentikan cerita setiap kali menemukan kata baru. Pertahankan suasana membaca yang menyenangkan agar anak tetap tertarik pada buku.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa Lama Anak Sebaiknya Belajar Phonics?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Durasi belajar perlu disesuaikan dengan usia, perhatian, dan kesiapan anak. Orang tua dapat memulai dengan sesi singkat sekitar 10\u201315 menit, kemudian menyesuaikannya dengan respons anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut contoh pembagian waktu yang dapat digunakan sebagai panduan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Durasi<\/th><th>Aktivitas<\/th><\/tr><tr><td>3 menit<\/td><td>Mengulang huruf dan bunyi yang sudah dikenal<\/td><\/tr><tr><td>4 menit<\/td><td>Mengenalkan satu keterampilan baru<\/td><\/tr><tr><td>4 menit<\/td><td>Bermain kartu huruf atau membaca kata sederhana<\/td><\/tr><tr><td>4 menit<\/td><td>Membaca bersama dan mengulang materi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadwal tersebut tidak wajib diikuti secara kaku. Jika anak mulai lelah atau kehilangan minat, akhiri kegiatan dengan positif dan lanjutkan di kesempatan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsistensi lebih penting daripada memaksakan latihan panjang. Berikan waktu agar anak dapat memahami materi sebelum beralih ke keterampilan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Metode Phonics Cocok untuk Semua Anak?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics dapat membantu banyak anak memahami hubungan antara huruf dan bunyi, tetapi kebutuhan belajar setiap anak tidak selalu sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian anak cepat memahami latihan bunyi, sedangkan lainnya membutuhkan lebih banyak pengulangan atau bantuan visual. Orang tua perlu memperhatikan respons anak dan menyesuaikan tingkat kesulitan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penting juga membedakan pembelajaran phonics dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris memiliki banyak pola ejaan yang tidak selalu mengikuti satu pola sederhana. Dalam bahasa Indonesia, hubungan huruf dan bunyi pada banyak kata relatif lebih konsisten, tetapi anak tetap perlu mengenal gabungan huruf dan pola ejaan tertentu secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, gunakan contoh yang sesuai dengan bahasa yang sedang dipelajari anak. Jika tujuan utamanya adalah membaca bahasa Indonesia, mulailah dengan kata-kata yang familiar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Phonics juga sebaiknya dipadukan dengan kegiatan lain, seperti membacakan cerita, mengembangkan kosakata, dan mengajak anak memahami isi bacaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dapat menemukan contoh aktivitas praktis melalui <a href=\"https:\/\/www.readingrockets.org\/topics\/phonics-and-decoding\/articles\/letters-and-sounds-practical-ideas-parents\">Reading Rockets: Letters and Sounds<\/a>. Panduan tersebut memuat ide permainan untuk membantu anak menghubungkan bunyi dengan huruf melalui kegiatan sederhana.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengajarkan Phonics<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar latihan phonics tidak berubah menjadi pengalaman yang menegangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Memaksa anak menghafal terlalu banyak huruf.<\/strong> Mulailah dengan materi yang dapat dipahami anak, lalu tambahkan huruf dan bunyi lainnya secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hanya berfokus pada bunyi tanpa memahami kata.<\/strong> Hubungkan latihan bunyi dengan kata yang memiliki makna, gambar, atau benda nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Memberikan koreksi dengan cara yang membuat anak takut mencoba.<\/strong> Jika anak melakukan kesalahan, berikan contoh yang benar dan kesempatan untuk mencoba kembali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menggunakan materi yang terlalu sulit.<\/strong> Pilih kata yang sesuai dengan huruf dan bunyi yang sudah dipelajari anak. Tingkatkan tantangan setelah anak lebih siap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengabaikan pemahaman bacaan.<\/strong> Setelah anak membaca kata atau kalimat, ajak ia membicarakan maknanya agar kegiatan belajar tidak berhenti pada pelafalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menghindari kesalahan tersebut, orang tua dapat memberikan pendampingan yang lebih terarah dan menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Umum tentang Metode Phonics<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa arti metode phonics dalam belajar membaca?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics adalah pendekatan belajar membaca yang mengajarkan hubungan antara huruf atau kelompok huruf dengan bunyinya. Anak menggunakan pengetahuan tersebut untuk mengenali dan membaca kata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pada usia berapa anak dapat mulai belajar phonics?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengenalan bunyi bahasa, buku, dan huruf dapat dimulai ketika anak menunjukkan minat dan kesiapan. Latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan perkembangan anak, bukan hanya berdasarkan usianya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah phonics sama dengan menghafal alfabet?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Menghafal nama huruf merupakan salah satu bagian dari pengenalan huruf. Phonics secara khusus mengajarkan hubungan antara huruf dan bunyi serta bagaimana hubungan tersebut digunakan saat membaca kata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah phonics dapat digunakan untuk belajar membaca bahasa Indonesia?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, prinsip hubungan huruf dan bunyi dapat digunakan untuk mendukung belajar membaca bahasa Indonesia. Materi dan contoh perlu disesuaikan dengan sistem ejaan bahasa Indonesia serta kemampuan anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana jika anak masih kesulitan menggabungkan bunyi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kembali ke contoh yang lebih sederhana, gunakan bunyi yang sudah dikenal, dan berikan latihan singkat secara berulang. Jika kesulitan terus berlangsung, orang tua dapat berkonsultasi dengan guru atau tenaga profesional untuk menentukan dukungan yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode phonics untuk anak membantu membangun kemampuan membaca melalui pengenalan hubungan antara huruf dan bunyi. Anak dapat mulai dengan mengenali huruf, mendengarkan bunyi awal, menggabungkan bunyi, kemudian membaca kata dan kalimat sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dapat mendukung proses tersebut menggunakan kartu huruf, gambar, permainan, dan buku cerita. Lakukan latihan secara bertahap, pilih contoh yang sesuai dengan bahasa yang dipelajari, serta berikan kesempatan bagi anak untuk mencoba tanpa tekanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Phonics akan lebih bermanfaat jika dipadukan dengan kegiatan membaca bersama, pengembangan kosakata, dan pemahaman bacaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Yuk, jadikan belajar membaca sebagai pengalaman menyenangkan bersama BisaBaca!<\/strong> Kunjungi <a href=\"https:\/\/bisabaca.com\/\">BisaBaca.com<\/a> untuk mengenal materi belajar interaktif yang dapat mendampingi aktivitas membaca anak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode phonics untuk anak adalah cara belajar membaca dengan mengenalkan hubungan antara huruf dan bunyi yang diwakilinya. Melalui metode ini, anak belajar mengenali bunyi huruf, menggabungkannya menjadi kata, lalu menggunakan keterampilan tersebut untuk membaca secara bertahap. Belajar membaca tidak harus dimulai dengan menghafal banyak kata. Orang tua dapat membantu anak memahami cara kerja huruf melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":72,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-48","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-membaca"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48\/revisions\/49"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}