{"id":43,"date":"2026-10-23T17:03:31","date_gmt":"2026-10-23T10:03:31","guid":{"rendered":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/?p=43"},"modified":"2026-10-23T21:22:16","modified_gmt":"2026-10-23T14:22:16","slug":"anak-belum-bisa-membaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/membaca\/anak-belum-bisa-membaca\/","title":{"rendered":"Anak Belum Bisa Membaca? Ini Cara Melatihnya Bertahap"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak belum bisa membaca bukan berarti ia tidak mampu belajar. Setiap anak memiliki perkembangan dan kesiapan belajar yang berbeda. Ada anak yang cepat mengenali huruf, sedangkan anak lainnya membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami bunyi, menyusun suku kata, dan membaca kata sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak belum lancar membaca, orang tua tidak perlu langsung merasa khawatir. Hal terpenting adalah memahami kemampuan yang sudah dimiliki anak, kemudian memberikan latihan yang sesuai secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan yang menyenangkan, rutinitas belajar yang konsisten, dan dukungan orang tua, anak dapat membangun keterampilan membaca tanpa merasa tertekan. Lalu, bagaimana cara melatih anak yang belum bisa membaca? Berikut panduan praktis yang dapat diterapkan di rumah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Anak Belum Bisa Membaca?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menentukan metode belajar, orang tua perlu memahami bahwa kemampuan membaca terdiri dari beberapa keterampilan yang saling berkaitan. Anak perlu mengenali bunyi bahasa, memahami hubungan antara huruf dan bunyinya, mengenal kosakata, serta memahami makna kata dan kalimat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">American Academy of Pediatrics menjelaskan sejumlah keterampilan penting dalam membaca, termasuk kesadaran terhadap bunyi bahasa, fonik, kosakata, kelancaran, dan pemahaman bacaan. Orang tua dapat membaca <a href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/learning-disabilities\/Pages\/reading-disorders-what-parents-need-to-know.aspx\">penjelasan HealthyChildren.org tentang kesulitan membaca pada anak<\/a> untuk memahami berbagai aspek tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa hal yang dapat membuat proses belajar membaca terasa sulit bagi anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Belum mengenal sebagian huruf<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak yang masih kesulitan membedakan bentuk huruf mungkin membutuhkan latihan pengenalan huruf sebelum mulai membaca kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Belum memahami hubungan huruf dan bunyi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak mungkin mengenali bentuk huruf, tetapi belum memahami bagaimana bunyinya digunakan untuk membentuk kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Kesulitan menggabungkan suku kata<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian anak dapat menyebutkan bunyi huruf satu per satu, tetapi masih membutuhkan bantuan untuk menggabungkannya menjadi kata yang utuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Kurang terbiasa dengan aktivitas membaca<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak jarang berinteraksi dengan buku, tulisan, atau permainan bahasa, ia mungkin membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal kegiatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Metode belajar kurang sesuai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latihan yang terlalu sulit, terlalu lama, atau disampaikan dengan cara yang kurang menarik dapat membuat anak kehilangan minat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal-hal tersebut bukanlah diagnosis. Kesulitan membaca dapat memiliki penyebab yang beragam, sehingga orang tua sebaiknya mengamati kebutuhan anak dan menyesuaikan pendampingannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Mulai dari Kemampuan yang Sudah Dikuasai Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama untuk melatih anak membaca adalah mengetahui bagian mana yang sudah dipahami dan bagian mana yang masih memerlukan bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan langsung meminta anak membaca kalimat panjang jika ia masih kesulitan mengenali huruf. Sebaliknya, jika anak sudah mampu membaca suku kata, berikan latihan menyusun kata sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dapat mengamati kemampuan anak melalui aktivitas santai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ajak anak menyebutkan beberapa huruf yang sudah dikenal.<\/li>\n\n\n\n<li>Tunjukkan gambar dan tanyakan nama benda tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>Minta anak memperhatikan bunyi awal sebuah kata.<\/li>\n\n\n\n<li>Berikan contoh suku kata sederhana untuk dibaca bersama.<\/li>\n\n\n\n<li>Ajak anak mencoba membaca kata yang sering ditemui sehari-hari.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, tunjukkan gambar bola dan tanyakan, &#8220;Ini gambar apa?&#8221; Setelah anak menjawab, perlihatkan tulisan <em>bola<\/em> dan ajak ia memperhatikan kata tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan pengamatan tanpa membuat anak merasa sedang diuji. Tujuannya adalah menemukan titik awal yang tepat agar proses belajar menjadi lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Ajarkan Huruf dan Bunyinya Secara Bertahap<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak masih kesulitan mengenali huruf, mulailah dengan beberapa huruf terlebih dahulu. Gunakan kartu huruf, buku bergambar, poster alfabet, atau benda yang ada di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan hanya meminta anak menghafal nama huruf. Bantu ia memahami hubungan antara huruf dan bunyi yang diwakilinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, saat mengenalkan huruf B, tunjukkan gambar bola. Sebutkan kata &#8220;bola&#8221; dengan jelas, kemudian ajak anak memperhatikan bunyi awalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ulangi kegiatan menggunakan contoh lain yang familiar, seperti buku atau baju. Berikan waktu bagi anak untuk mencoba menyebutkan bunyi huruf dengan caranya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar tidak membosankan, selingi latihan dengan permainan mencari huruf. Tuliskan beberapa huruf pada potongan kertas, kemudian ajak anak menemukan huruf yang disebutkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak masih tertukar, berikan contoh kembali tanpa memarahinya. Pengulangan yang konsisten dan suasana yang nyaman lebih bermanfaat daripada memaksa anak menghafal banyak huruf sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Latih Anak Membaca Suku Kata<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah anak mulai mengenali huruf dan bunyinya, lanjutkan dengan latihan suku kata sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah menggunakan pola konsonan dan vokal yang mudah dipraktikkan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>ba, bi, bu, be, bo<\/li>\n\n\n\n<li>ma, mi, mu, me, mo<\/li>\n\n\n\n<li>sa, si, su, se, so<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacalah suku kata bersama anak secara perlahan. Setelah itu, ajak anak menggabungkan dua suku kata menjadi sebuah kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>ba + ca = baca<\/li>\n\n\n\n<li>bu + ku = buku<\/li>\n\n\n\n<li>bo + la = bola<\/li>\n\n\n\n<li>ma + ta = mata<\/li>\n\n\n\n<li>sa + pi = sapi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan kartu suku kata agar anak dapat melihat dan menyusun setiap bagian kata. Untuk membuatnya lebih menarik, sertakan gambar yang sesuai dengan kata yang dibentuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak belum mampu menggabungkan suku kata, kembali berlatih menggunakan contoh yang lebih sederhana. Hindari memberikan terlalu banyak kata baru dalam satu sesi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingat, tujuan latihan ini bukan mengejar jumlah kata yang berhasil dibaca, melainkan membantu anak memahami proses membentuk kata secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Gunakan Gambar dan Benda di Sekitar Rumah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak lebih mudah terlibat ketika materi belajar berhubungan dengan hal-hal yang sudah dikenalnya. Karena itu, manfaatkan benda sehari-hari sebagai media belajar membaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dapat menggunakan buku, bola, meja, tas, sendok, atau mainan favorit anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, letakkan sebuah buku di atas meja. Tunjukkan benda tersebut sambil menyebutkan namanya. Setelah itu, perlihatkan kartu bertuliskan &#8220;buku&#8221; dan ajak anak mencocokkan gambar atau benda dengan kata yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas sederhana ini membantu anak menghubungkan tulisan dengan maknanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permainan lain yang bisa dicoba adalah berburu kata. Pilih tiga benda di rumah, tuliskan namanya pada kartu, kemudian ajak anak menemukan benda yang cocok dengan setiap kartu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan anak. Jika membaca kata masih terasa sulit, mulailah dengan mengenali gambar dan bunyi awal sebelum melanjutkan ke tulisan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Biasakan Membaca Buku Bersama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membacakan buku kepada anak tetap bermanfaat meskipun ia belum mampu membaca sendiri. Melalui cerita, anak dapat memperkaya kosakata, memahami urutan kejadian, dan membangun ketertarikan terhadap buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih buku bergambar dengan cerita sederhana dan topik yang disukai anak. Misalnya, cerita tentang hewan, kendaraan, keluarga, atau petualangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bacakan cerita dengan intonasi yang menarik. Tunjukkan ilustrasi dan ajak anak berbicara tentang apa yang dilihatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua dapat bertanya, &#8220;Siapa yang ada di gambar ini?&#8221; atau &#8220;Apa yang dilakukan tokoh tersebut?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesekali, tunjukkan satu kata di dalam cerita dan bacalah bersama anak jika sesuai dengan kemampuannya. Namun, jangan menghentikan setiap halaman hanya untuk menguji kemampuan membaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membaca bersama sebaiknya menjadi waktu yang menyenangkan. Anak tidak harus selalu berhasil membaca sendiri agar kegiatan ini memberikan manfaat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Buat Jadwal Belajar yang Singkat dan Konsisten<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak tidak harus belajar membaca selama berjam-jam untuk mengalami kemajuan. Mulailah dengan sesi singkat yang disesuaikan dengan perhatian dan kondisi anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, orang tua dapat mencoba rutinitas 10\u201315 menit berikut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menit 1\u20133: Mengulang materi sebelumnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ajak anak mengenali huruf, membaca suku kata, atau mengulang kata yang telah dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menit 4\u20138: Berlatih keterampilan baru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih satu materi, misalnya mengenali bunyi huruf atau menggabungkan suku kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menit 9\u201312: Bermain sambil membaca<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan kartu kata, gambar, atau permainan mencocokkan benda dengan tulisan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menit 13\u201315: Membaca bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhiri sesi dengan membaca buku bergambar atau mengulang kata yang sudah dikuasai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadwal tersebut hanyalah contoh dan dapat disesuaikan. Jika anak mulai lelah atau kehilangan minat, akhiri kegiatan dengan positif dan lanjutkan pada kesempatan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsistensi tidak berarti harus selalu mengikuti jadwal secara kaku. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan belajar secara rutin tanpa mengubahnya menjadi beban.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Manfaatkan Permainan Edukatif<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permainan dapat memberikan variasi agar anak tidak merasa terus-menerus mengikuti latihan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih permainan yang mendukung keterampilan membaca, seperti mencocokkan huruf, mengenali bunyi, menyusun suku kata, atau mencari kata berdasarkan gambar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua juga dapat memanfaatkan aktivitas belajar interaktif di <a href=\"https:\/\/bisabaca.com\/\">BisaBaca<\/a> sebagai pendamping kegiatan belajar di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padukan permainan digital dengan aktivitas nyata. Misalnya, setelah mengenal sebuah kata melalui permainan, ajak anak mencari benda yang sesuai di rumah atau membaca kata tersebut pada buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampingi penggunaan perangkat dan pilih materi yang sesuai dengan usia serta kemampuan anak. Permainan sebaiknya membantu proses belajar, bukan menggantikan interaksi dan pendampingan orang tua.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Berikan Apresiasi Tanpa Membandingkan Anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak membutuhkan dukungan untuk berani mencoba. Ketika ia berhasil mengenali huruf atau membaca suku kata, berikan pujian yang spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, &#8220;Kamu sudah bisa menggabungkan dua suku kata menjadi satu kata!&#8221; atau &#8220;Hari ini kamu sudah mengenali huruf yang kemarin kita pelajari.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak salah membaca, hindari ucapan yang membuatnya merasa tidak mampu. Tunjukkan cara yang benar, lalu beri kesempatan untuk mencoba kembali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya. Setiap anak memiliki kebutuhan dan kecepatan belajar yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fokuslah pada perkembangan anak dibandingkan kemampuan sebelumnya. Sikap yang sabar dan mendukung dapat membantu anak merasa lebih nyaman saat menghadapi kesulitan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Terus Kesulitan Membaca?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika anak masih kesulitan membaca meskipun sudah berlatih secara rutin, orang tua dapat mengevaluasi metode dan materi yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan menyederhanakan latihan, mengulang keterampilan dasar, dan memperhatikan bagian yang paling sulit bagi anak. Diskusikan juga perkembangannya dengan guru agar latihan di rumah dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila kesulitan berlangsung terus-menerus atau disertai kekhawatiran lain mengenai perkembangan bahasa, pendengaran, atau penglihatan, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mencari bantuan bukan berarti anak gagal. Dukungan lebih awal dapat membantu keluarga memahami kebutuhan anak dan menemukan strategi belajar yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami lebih jauh bagaimana keluarga dapat mendukung keterampilan membaca di rumah, orang tua dapat melihat panduan dari <a href=\"https:\/\/ies.ed.gov\/use-work\/resource-library\/resource\/fact-sheetinfographicfaq\/resource-parents-and-caring-adults-children-grades-k-3-supporting-your-childs-reading-home\">Institute of Education Sciences tentang mendukung kemampuan membaca anak di rumah<\/a>. Panduan tersebut memuat ide kegiatan praktis untuk mendukung keterampilan dasar membaca anak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Umum tentang Anak yang Belum Bisa Membaca<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak yang belum bisa membaca berarti terlambat belajar?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak selalu. Kemampuan membaca berkembang secara bertahap dan setiap anak memiliki kesiapan yang berbeda. Perhatikan keterampilan yang sudah dikuasai anak, berikan pendampingan sesuai kebutuhan, dan konsultasikan kekhawatiran yang menetap dengan guru atau tenaga profesional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara melatih anak membaca dari nol?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan mengenalkan huruf dan bunyinya, kemudian lanjutkan dengan suku kata, kata sederhana, dan kalimat pendek sesuai kemampuan anak. Gunakan gambar, buku cerita, dan permainan agar latihan terasa lebih menarik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk lancar membaca?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada durasi yang sama untuk semua anak. Perkembangannya bergantung pada kesiapan, pengalaman belajar, materi yang digunakan, dan dukungan yang diterima. Hindari menetapkan tenggat yang membuat anak merasa tertekan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak harus menguasai semua huruf sebelum belajar membaca?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak perlu membangun pemahaman tentang huruf dan bunyinya secara bertahap. Orang tua dapat mengenalkan huruf sambil memberikan contoh kata sederhana, kemudian menyesuaikan latihan berdasarkan kemampuan anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang sebaiknya dilakukan jika anak tidak mau belajar membaca?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cobalah mengganti latihan dengan buku cerita, permainan, atau topik yang disukai anak. Kurangi durasi jika anak mulai lelah dan berikan pilihan aktivitas. Jika penolakan terus terjadi, cari tahu apakah materi terlalu sulit atau metode belajar kurang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak belum bisa membaca bukan alasan untuk langsung merasa khawatir atau memaksakan latihan yang berat. Orang tua dapat membantu dengan mengenali kemampuan awal anak, memperkenalkan huruf dan bunyi, melatih suku kata, serta menggunakan buku dan permainan edukatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan latihan secara bertahap, berikan kesempatan untuk mencoba kembali, dan hargai setiap kemajuan. Jika kesulitan terus berlangsung, jangan ragu berdiskusi dengan guru atau tenaga profesional untuk mendapatkan dukungan yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar membaca seharusnya menjadi pengalaman yang membantu anak tumbuh percaya diri, bukan sumber tekanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Temani perjalanan belajar anak bersama BisaBaca!<\/strong> Kunjungi <a href=\"https:\/\/bisabaca.com\/\">BisaBaca.com<\/a> untuk mengenal pengalaman belajar interaktif yang dapat mendukung aktivitas membaca dan pembelajaran anak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak belum bisa membaca bukan berarti ia tidak mampu belajar. Setiap anak memiliki perkembangan dan kesiapan belajar yang berbeda. Ada anak yang cepat mengenali huruf, sedangkan anak lainnya membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami bunyi, menyusun suku kata, dan membaca kata sederhana. Jika anak belum lancar membaca, orang tua tidak perlu langsung merasa khawatir. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":67,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-43","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-membaca"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43\/revisions\/44"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisabaca.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}